BLITAR - Di kampung kami, orang sukses itu biasanya ditandai dengan satu hal: jadi PNS. Entah itu guru, pegawai kecamatan, atau tenaga teknis di kantor dinas. Pokoknya yang tiap tanggal 1 dapet gaji tetap.
Ibu-ibu langsung bangga, bapak-bapak langsung traktiran kopi. Lulus PPPK? Wah, itu udah kayak naik kasta satu tingkat di kitab warga desa.
Tapi, pernah gak sih kita mikir: kalau semua orang berlomba di jalan yang sama, apa kita gak bakal nabrak di tengah jalan?
Coba logikanya anak desa jalanin:
• Dari 10 orang lulusan SMA/SMK/S1, 7 orang mau jadi PNS.
• Itu berarti cuma 3 orang yang mikir jalur lain.
• Nah, dari 3 orang ini, mungkin 1 atau 2 yang serius mikir usaha.
• Artinya, persaingan di dunia wirausaha itu justru masih lapang.
Sementara yang daftar CPNS atau PPPK? Ribuan pelamar, rebutan 1 formasi.
Lha piye?
Kalau kita nunggu terus jadi PNS, bisa-bisa umur keburu tua, cita-cita keburu layu. Padahal, dengan kreativitas dikit, modal kecil, dan konsisten, kita bisa bikin brand sendiri: dari jualan kopi kemasan, produk UMKM, sampai bikin konten digital.
Yang sukses duluan bukan yang paling pinter, tapi yang berani mulai lebih dulu. Toh, kalau nanti usaha udah jalan, karyawan kita malah lulusan PNS yang resign. Wkwkwkwk.
LOGIKA ADALAH…
Jalan jadi PNS itu memang aman, tapi terlalu ramai. Jalan wirausaha itu sepi, tapi masih luas dan bisa dibuka sendiri jalurnya. Di desa kami, yang berani buka ladang baru justru yang pertama panen.
Nunggu PPPK itu kayak nunggu durian jatuh: bisa 1 tahun, bisa gak dapet-dapet. Tapi bikin usaha sendiri? Hari ini mulai, besok udah bisa panen receh.
-----------------------------------------------------
Oleh : Yan Christanto
Editor : Fuad Abida