Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ijazah Palsu dan Anak Desa yang Belum Punya Ijazah Sama Sekali.

Fuad Abida • Minggu, 25 Mei 2025 | 14:00 WIB
Photo
Photo

BLITAR - Beberapa waktu terakhir, negeri ini heboh dengan drama berseri: ijazah palsu. Dari tokoh politik sampai pesohor negeri, semua ikut nimbrung. Platform berita makin rajin goreng isu, medsos makin ramai debat, bahkan jadi trending topic seantero negeri.

Tapi menurut logika anak desa:
“Kok malah pada ribut ijazah orang lain, padahal banyak saudara kita yang belum punya ijazah sama sekali?”
Coba bayangin...

Daripada ribut dan buang waktu bahas ijazah palsu yang tujuannya nggak jelas, gimana kalau energi dan dananya dipakai buat bantu anak-anak di desa terpencil yang bahkan lulus SD pun susah? Di kampung kami, banyak anak yang harus berhenti sekolah karena orang tua nggak sanggup beli seragam baru, atau karena sekolah terdekat jaraknya 10 km.

Kalau biaya untuk "menelusuri ijazah palsu" dikumpulkan, mungkin 1 sekolah di pedalaman bisa punya ruang kelas baru, buku-buku layak, bahkan guru yang digaji rutin. Dan hasilnya? Bukan cuma satu ijazah asli, tapi satu generasi baru yang siap menjemput masa depan.

Lah kok gak dipikir ke situ ya?
Yang lucu, yang ribut soal ijazah palsu kadang bukan orang pendidikan, bukan guru, bukan juga kepala sekolah. Tapi komentator bayangan yang cuma numpang panas biar kelihatan pintar.

LOGIKA ADALAH...
Daripada sibuk bongkar masa lalu orang lain, mending bantu bangun masa depan anak-anak kita. Karena negara ini nggak kekurangan ijazah palsu, tapi kekurangan ijazah yang diperoleh dengan perjuangan dan kejujuran.

-----------------------------------------------------

Oleh : Yan Christanto

Editor : Fuad Abida
#blitar #Ijasah #palsu