Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Nol Hingga Omzet Rp70 Juta, Pasar Wisata Desa Kalibrantas Dongkrak UMKM Lokal

Axsha Zazhika • Minggu, 24 Agustus 2025 | 21:30 WIB
Dari Nol Hingga Omzet Rp70 Juta, Pasar Wisata Desa Kalibrantas Dongkrak UMKM Lokal
Dari Nol Hingga Omzet Rp70 Juta, Pasar Wisata Desa Kalibrantas Dongkrak UMKM Lokal

BLITAR – Tak ada yang menyangka, lahan kosong di tepi Kali Brantas kini menjadi pusat ekonomi baru. Warga Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, berinisiatif membangun Wisata Desa bertema pasar rakyat. Dari nol, dengan modal swadaya dan kerja sama erat, lahirlah Pasar Wisata Kalibrantas yang kini mampu meraup omzet hingga Rp70 juta.

Kisah inspiratif ini diulas dalam tayangan channel YouTube PecahTelur, yang menyoroti bagaimana kerja keras warga desa mampu mengubah persepsi banyak pihak. Awalnya, ide membangun pasar wisata di pinggir sungai dianggap mustahil. Lokasi dianggap sepi dan tidak strategis. Namun, warga percaya potensi sungai bisa diangkat lewat konsep Wisata Desa yang memadukan budaya, kuliner, dan UMKM lokal.

Hasilnya kini mulai terlihat. Dalam video PecahTelur, tampak suasana pasar yang ramai dengan pengunjung. Puluhan lapak berdiri rapi di jalur Papringan, menjual aneka kuliner tradisional, kerajinan bambu, hingga produk UMKM khas desa. Wisata Desa ini bukan hanya tempat belanja, tapi juga sarana rekreasi keluarga dengan nuansa alam yang segar.

Pasar Wisata Kalibrantas lahir tanpa bantuan besar dari investor. Menurut video PecahTelur, warga desa iuran, memanfaatkan material lokal, dan bergotong royong membersihkan area sekitar sungai. “Kami mulai dari nol. Banyak yang bilang tidak mungkin, tapi kami ingin menunjukkan desa bisa mandiri,” ujar Eko Ariyadi, Kepala Desa Minggirsari.

Dana yang terkumpul dipakai untuk membuat lapak sederhana dari bambu, papan petunjuk, dan fasilitas umum. Para pemuda desa dilibatkan sebagai panitia dan pemandu, sementara ibu-ibu membuka warung dan kedai. Semua peran dihargai.

Keunikan Pasar Wisata Kalibrantas terletak pada produk yang dijual. PecahTelur memperlihatkan lapak-lapak yang menyuguhkan makanan tradisional seperti cenil, serabi, wedang uwuh, hingga kerajinan bambu dan batik tulis. Semua hasil karya warga. “Kami ingin UMKM desa dikenal luas. Ini bukan sekadar pasar, tapi etalase budaya,” kata salah satu pedagang kepada PecahTelur.

Konsep ini juga memancing kreativitas. Anak-anak muda membuat konten promosi di media sosial, ibu-ibu meracik resep lama, dan pengrajin mulai memasarkan produk secara online. Wisata Desa ini perlahan menjadikan Minggirsari sebagai destinasi unik bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan.

Perjalanan tidak selalu mulus. Menurut tayangan PecahTelur, awalnya pasar hanya ramai saat akhir pekan dengan pengunjung terbatas. Namun berkat promosi dan event tematik, jumlah pengunjung melonjak. Hingga kini, omzet tertinggi yang dicatat mencapai Rp70 juta dalam satu periode operasional.

Pendapatan ini tidak hanya dinikmati pedagang, tapi juga masuk kas desa untuk pemeliharaan dan pengembangan fasilitas. Sebagian dana dialokasikan untuk beasiswa anak sekolah, program lingkungan, dan pelatihan UMKM.

Lebih dari sekadar angka, Pasar Wisata Kalibrantas membawa perubahan nyata. Banyak pemuda yang dulu merantau kini pulang untuk ikut berjualan atau mengelola wisata. Lapangan kerja terbuka, perputaran uang di desa meningkat, dan citra Minggirsari berubah menjadi desa kreatif.

“Sekarang Minggirsari tidak hanya dikenal karena sungainya, tapi juga karena pasarnya yang hidup,” tutur seorang pengunjung dalam video PecahTelur. Kehadiran pasar ini juga memperkuat rasa gotong royong, karena setiap acara atau kegiatan selalu melibatkan warga secara kolektif.

Meski sukses, warga sadar tantangan masih banyak. Persaingan pasar, cuaca, dan konsistensi pengunjung menjadi perhatian. Namun pengelola optimistis dengan dukungan pemerintah daerah dan promosi yang tepat, Pasar Wisata Kalibrantas akan terus berkembang.

Paguyuban Watu Bonang sebagai motor kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan. Mereka juga merencanakan penambahan fasilitas seperti taman bermain, area edukasi pertanian, dan pelatihan digital marketing untuk pelaku UMKM.

Kisah Pasar Wisata Kalibrantas membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi dan ekonomi jika dikelola dengan semangat kebersamaan. Dari nol hingga menembus omzet Rp70 juta, Minggirsari menunjukkan bahwa Wisata Desa tidak hanya soal rekreasi, tapi juga pemberdayaan. Ini adalah cerita tentang keberanian warga yang membuktikan: sungai, pasar, dan budaya lokal bisa menjadi sumber kesejahteraan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Wisata Desa #desa minggirsari