Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rahasia Sukses Mitraku, Perusahaan dengan Gaji Karyawan Rp 65 Juta per Bulan

Anggi Septiani • Rabu, 10 September 2025 | 12:30 WIB

Rahasia Sukses Mitraku, Perusahaan dengan Gaji Karyawan Rp 65 Juta per Bulan
Rahasia Sukses Mitraku, Perusahaan dengan Gaji Karyawan Rp 65 Juta per Bulan

BLITAR-Di balik sebuah usaha besar, ada perhitungan matang yang jarang diketahui publik. Mitraku, perusahaan penyedia bahan kue dan kemasan makanan di Ciamis, mampu menggaji karyawannya dengan total Rp60 juta sampai Rp65 juta per bulan.

Nominal itu terbilang fantastis bagi usaha yang lahir dari nol. Ahmad Nasa’i, CEO sekaligus pendiri Mitraku, menyebut kemampuan membayar gaji besar adalah hasil konsistensi dalam mengelola bisnis sejak awal berdiri tahun 2012.

“Banyak orang heran, bagaimana usaha ini bisa bertahan dengan operasional sebesar itu. Rahasianya sederhana, kami terus berinvestasi kembali dari keuntungan,” ungkap Ahmad.

Baca Juga: Tak Perlu Lagi Bawa Map Tebal, Sertifikat Tanah Kini Bisa di HP!

Mitraku memang tidak lahir dari ruang kosong. Sebelum sukses, Ahmad sempat bangkrut berkali-kali. Ia pernah mengalami kesulitan membeli beras untuk keluarganya. Bahkan, masyarakat sekitar sempat memberi stigma buruk dan menyebutnya seperti gelandangan. Namun pengalaman pahit itu menjadi energi untuk bangkit.

Kini, perusahaan yang ia kelola mampu melayani 700 sampai 800 pelanggan per hari. Sebagian besar pelanggan adalah pelaku usaha kuliner generasi muda yang membutuhkan kemasan menarik untuk produk mereka.

Rahasia Mitraku terletak pada strategi investasi jangka panjang. Alih-alih menghabiskan keuntungan untuk kebutuhan pribadi, Ahmad memilih membeli tanah dan memperkuat fondasi perusahaan. “Setiap hasil usaha selalu saya putar lagi untuk investasi. Tidak untuk foya-foya,” jelasnya.

Baca Juga: Melihat Kondisi Wisata Kaloka di Sutojayan Blitar yang Kini Pamornya Meredup Pasca Covid-19

Selain itu, fokus pada pelayanan membuat pelanggan tetap loyal. Ahmad tak segan menegur karyawan jika ada keluhan. Baginya, senyum dan kesopanan adalah modal utama. “Kalau ada komplain, saya justru senang. Itu berarti ada PR yang harus kami perbaiki,” tambahnya.

Perusahaan ini juga belajar dari kerugian. Ahmad mengakui, dulu kerugian bulanan bisa mencapai Rp5 juta akibat salah transaksi atau barang rusak. Kini angka itu ditekan hanya sekitar Rp800 ribu. Caranya, dengan mempromosikan barang mendekati kadaluarsa agar tidak masuk hitungan rugi, melainkan bagian dari apresiasi pelanggan.

Tak hanya memikirkan keuntungan, Mitraku juga rutin menyalurkan donasi ke pesantren. Menurut Ahmad, perusahaan punya tanggung jawab sosial. “Kalau orang tua dulu suka sedekah, sekarang perusahaan juga harus punya nilai berbagi,” tegasnya.

Baca Juga: Hemat Biaya dan Bebas Ribet? Ini Fakta di Balik Sertifikat Tanah Elektronik

Komitmen itu membuat Mitraku bukan sekadar usaha, tapi juga wadah untuk memberi manfaat. Ahmad berharap usahanya bisa berkembang menjadi perusahaan bonafide dengan cabang di banyak kota, serta membuka sekolah kue bagi generasi muda.

Meski begitu, ia tetap rendah hati. Ahmad tidak pernah menyebut Mitraku sebagai perusahaan terbesar atau termurah. “Kami selalu bilang sedang berproses menuju ke sana. Tidak berani klaim yang muluk-muluk,” ucapnya.

Kisah Mitraku menunjukkan bahwa sukses bukan hanya soal keuntungan, melainkan juga keberanian untuk berinvestasi, disiplin dalam manajemen, dan komitmen berbagi. Gaji karyawan yang mencapai Rp65 juta per bulan hanyalah salah satu bukti nyata kekuatan sistem tersebut.

Baca Juga: Terungkap! Bung Karno Pernah Menginap di Kamar Misterius Perkebunan Kopi Karanganyar Blitar

Dengan strategi itu, Ahmad Nasa’i berhasil membalikkan stigma masa lalu menjadi kebanggaan. Dari seseorang yang pernah kesulitan membeli beras, kini ia mampu menanggung beban operasional besar sekaligus membawa manfaat bagi banyak orang.

Editor : Anggi Septian A.P.
#bisnis umkm #Mitraku