BLITAR – Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Blitar tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan.
Jika pada tahun sebelumnya ADD Kabupaten Blitar mencapai Rp144 miliar, tahun ini hanya dialokasikan sebesar Rp118 miliar, artinya ada Rp 26 M perbedaan dari tahun lalu.
Kondisi ini mendorong PKDI Kabupaten Blitar melakukan berbagai upaya agar ADD Kabupaten Blitar dapat dikembalikan seperti sebelumnya.
Baca Juga: Promo Daihatsu Sigra 2026 DP Murah Mulai Rp10 Jutaan, Cicilan Ringan Jadi Rebutan Mobil Keluarga!
Ketua PKDI Kabupaten Blitar, Rudi Puryono, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah komunikasi dengan sejumlah pihak terkait guna memperjuangkan pengembalian ADD Kabupaten Blitar.
Menurutnya, pengurangan anggaran tersebut cukup berdampak pada operasional pemerintahan desa.
“Kami berupaya mengembalikan ADD untuk desa kami. Tahun ini ADD kami Rp118 miliar, sementara tahun lalu bisa mencapai Rp144 miliar,” ujar Rudi Puryono, Selasa (14/4).
Ia menjelaskan, keberadaan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Blitar sangat penting untuk mendukung operasional pemerintah desa serta pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan dalam RPJMDes.
Jika anggaran tersebut dipangkas, maka sejumlah program desa berpotensi tidak berjalan optimal.
“Upaya pengembalian ADD ini agar operasional kami di desa bisa berjalan sesuai RPJMDes. Kami cukup kesulitan jika anggaran ini dikurangi,” jelasnya.
Sebagai bentuk langkah konkret, PKDI Kabupaten Blitar juga telah mengirimkan surat kepada sejumlah lembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.
Surat tersebut ditujukan kepada Bupati Blitar, Rijanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, serta DPRD Kabupaten Blitar khususnya Badan Anggaran (Banggar).
Melalui surat tersebut, PKDI berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan pengurangan ADD Kabupaten Blitar.
Mereka berharap anggaran tersebut dapat dikembalikan agar desa tetap mampu menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Harapan kami ADD bisa segera dikembalikan. Dengan begitu masyarakat desa juga bisa merasakan langsung berbagai program pembangunan dari desa,” pungkasnya.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.