BLITAR KAWENTAR - Petani kemangi Blitar semakin menjadi sorotan setelah kisah sukses Azis Subasri menginspirasi banyak anak muda untuk melirik sektor pertanian. Pemuda asal Kabupaten Blitar tersebut membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari pekerjaan kantoran atau industri besar.
Perjalanan petani kemangi Blitar ini bermula ketika dirinya masih bekerja sebagai buruh pengupas kelapa di sebuah pabrik pengolahan kelapa. Saat itu, ia menggantungkan seluruh penghasilannya dari pekerjaan fisik yang dilakukan setiap hari.
Kini, petani kemangi Blitar tersebut justru mampu memperoleh pendapatan lebih tinggi setelah beralih mengelola lahan pertanian. Keputusan yang sempat diragukan itu berubah menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.
Penghasilan Menurun Akibat Kehadiran Mesin Modern
Azis menghabiskan hampir dua tahun bekerja sebagai buruh borongan pengupas kelapa. Dalam kondisi normal, ia mampu mengupas hingga seribu butir kelapa setiap hari.
Namun perkembangan teknologi membawa perubahan besar. Pabrik tempatnya bekerja mulai menggunakan mesin pengupas kelapa modern yang mampu mempercepat proses produksi.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja manual. Volume pekerjaan yang diterima Azis berkurang drastis sehingga penghasilannya ikut menurun.
Jika sebelumnya pekerjaan itu cukup menopang kebutuhan sehari-hari, lambat laun Azis mulai merasa perlu mencari alternatif usaha yang lebih menjanjikan untuk masa depan.
Berawal dari Lahan Kosong Milik Mertua
Kesempatan baru muncul ketika calon mertuanya menawarkan lahan kosong untuk dikelola. Tawaran tersebut sebenarnya tidak langsung membuat Azis yakin.
Pasalnya, ia sama sekali tidak memiliki latar belakang pertanian. Aktivitas bercocok tanam merupakan hal yang sangat asing baginya.
Namun dorongan dari keluarga membuatnya mulai mempertimbangkan peluang tersebut. Ia kemudian memberanikan diri meninggalkan zona nyaman dan memulai perjalanan sebagai petani.
Keputusan itu menjadi titik balik penting yang mengubah arah hidupnya.
Menekuni Budidaya Kemangi
Dengan pendampingan dari sang mertua, Azis mulai mempelajari berbagai teknik budidaya tanaman. Mulai dari pengolahan lahan, pemasangan mulsa, penanaman bibit, hingga pemupukan dilakukan secara bertahap.
Tanaman kemangi dipilih sebagai komoditas pertama yang dibudidayakan. Selain memiliki pasar yang luas, kemangi juga dikenal sebagai salah satu tanaman lalapan yang banyak dicari konsumen.
Proses belajar yang dijalani tidak selalu mudah. Namun semangat untuk berkembang membuat Azis terus bertahan dan meningkatkan kemampuannya dalam mengelola lahan pertanian.
Pendapatan Jutaan Rupiah dari Panen Kemangi
Usaha yang dijalankan akhirnya membuahkan hasil. Saat panen perdana tiba, Azis berhasil memperoleh pendapatan hingga Rp2 juta dalam satu minggu dari lahan seluas sekitar 40 ru.
Pencapaian tersebut menjadi momentum yang semakin menguatkan keyakinannya terhadap prospek pertanian. Penghasilan yang diperoleh bahkan melampaui pendapatannya ketika masih menjadi buruh pabrik.
Selain memberikan keuntungan ekonomi, pertanian juga menghadirkan rasa mandiri karena seluruh hasil yang diperoleh berasal dari usaha yang dikelola sendiri.
Kisah Azis menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, terutama oleh generasi muda. Dengan kemauan belajar dan keberanian mengambil risiko, pertanian dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan.
Kini Azis tidak lagi memandang sawah sebagai pekerjaan yang berat dan kurang menjanjikan. Sebaliknya, ia melihat pertanian sebagai peluang usaha masa depan yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja di pedesaan.