Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Peternak Sapi Blitar Ini Bongkar Rahasia Sukses dari Dua Ekor Sapi Jadi Ratusan Ekor, Ternyata Kuncinya Bukan Modal Besar

Muhammad Rusdian Nuzula • Kamis, 18 Juni 2026 | 15:25 WIB
Peternak sapi Blitar membagikan rahasia sukses dari dua ekor sapi hingga ratusan ekor, ternyata bukan modal yang utama. (SC YOUTUBE)
Peternak sapi Blitar membagikan rahasia sukses dari dua ekor sapi hingga ratusan ekor, ternyata bukan modal yang utama. (SC YOUTUBE)

BLITAR KAWENTAR - Kisah sukses peternak sapi Blitar kembali menjadi sorotan setelah seorang peternak asal Kecamatan Srengat membagikan pengalaman panjangnya membangun usaha ternak dari nol hingga memiliki ratusan ekor sapi. Menariknya, menurutnya kesuksesan di dunia peternakan bukan semata karena modal besar, melainkan kombinasi ketekunan, kesabaran, dan keberanian mengambil peluang.

Peternak sapi Blitar tersebut mengaku memulai usaha sejak masih duduk di bangku sekolah. Kala itu ia membeli dua ekor sapi menggunakan modal pinjaman sekitar Rp5 juta. Meski keuntungan yang diperoleh pada masa awal tergolong kecil, semangat untuk terus belajar membuat usahanya berkembang secara bertahap.

Pengalaman panjang sebagai peternak sapi Blitar membuatnya memahami bahwa usaha peternakan membutuhkan proses dan konsistensi. Ia menegaskan bahwa tidak ada kesuksesan instan dalam bisnis sapi, terutama bagi mereka yang baru memulai.

Baca Juga: Kisah Petani Kemangi Blitar yang Viral, Berani Tinggalkan Pabrik Kelapa dan Kini Panen Cuan Jutaan dari Tanaman Lalapan

Berawal dari Dua Ekor Sapi

Perjalanan usaha dimulai pada awal 1990-an ketika ia membeli dua ekor sapi Brahman. Dengan perawatan sederhana, sapi tersebut digemukkan lalu dijual kembali. Keuntungan yang diperoleh saat itu hanya sekitar Rp150 ribu per ekor.

Meski nominalnya kecil, keuntungan tersebut menjadi modal berharga untuk terus mengembangkan usaha. Ia mengaku senang dengan dunia peternakan dan memilih tetap menekuni bidang tersebut dibanding mencari pekerjaan lain.

Menurutnya, seseorang akan lebih mudah berkembang ketika menjalankan pekerjaan yang benar-benar disukai. Rasa senang terhadap pekerjaan akan melahirkan ketekunan yang pada akhirnya menjadi modal utama meraih keberhasilan.

Kesuksesan Tidak Ditentukan Nilai Akademik

Dalam pemaparannya, peternak tersebut juga berbagi pandangan mengenai kesuksesan. Ia mengaku bukan siswa berprestasi saat sekolah. Namun, ia selalu berusaha disiplin dan tidak pernah meninggalkan kewajiban belajar.

Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual. Faktor yang lebih besar justru berasal dari kecerdasan emosional dan spiritual.

Ia meyakini orang yang memiliki kesabaran tinggi, empati, serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama akan lebih mudah meraih keberhasilan dibanding hanya mengandalkan kemampuan akademik semata.

Strategi Mengembangkan Bisnis Peternakan

Seiring berjalannya waktu, ia tidak hanya fokus pada sapi potong, tetapi juga mengembangkan usaha sapi perah. Pendapatan harian dari penjualan susu digunakan untuk membantu biaya operasional sapi potong.

Strategi tersebut terbukti efektif karena memberikan arus kas yang lebih stabil. Keuntungan dari usaha sapi perah kemudian ditabung dan digunakan untuk menambah populasi sapi potong.

Selain itu, ia aktif belajar dari peternak lain yang lebih berpengalaman. Menurutnya, lingkungan dan mentor yang tepat memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir seseorang dalam menjalankan usaha.

"Orang sukses biasanya memiliki mentor yang baik dan lingkungan yang positif," ujarnya.

Rahasia Bertahan Saat Wabah PMK

Ketika wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda, banyak peternak mengalami kesulitan. Namun, ia memilih tetap optimistis dan terus menjalankan usaha.

Menurutnya, sikap pesimis justru menjadi hambatan terbesar dalam berbisnis. Ia menilai banyak orang gagal memanfaatkan peluang karena terlalu fokus pada ketakutan dan berbagai alasan.

Dalam menghadapi PMK, ia mengutamakan perawatan intensif, menjaga konsumsi air minum ternak, memberikan pakan yang mudah dicerna, serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan sapi secara menyeluruh.

Tiga Kunci Sukses Beternak Sapi

Berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun, terdapat tiga faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha peternakan sapi.

Pertama adalah pemilihan bibit. Menurutnya, kualitas bibit menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen terhadap keberhasilan penggemukan sapi.

Kedua adalah manajemen pakan. Nutrisi yang seimbang menjadi faktor penting untuk meningkatkan pertumbuhan bobot ternak secara optimal.

Ketiga adalah kesehatan ternak. Pemberian obat cacing, pengendalian parasit, dan pemantauan kondisi sapi harus dilakukan secara rutin agar produktivitas tetap terjaga.

Ia menegaskan bahwa keuntungan usaha sapi sebenarnya tidak terlalu besar, rata-rata hanya sekitar 3 hingga 5 persen. Karena itu, peternak harus pandai mengelola biaya operasional agar tetap memperoleh keuntungan.

Peran Orang Tua dan Nilai Spiritual

Baca Juga: Kisah Petani Kemangi Blitar yang Viral, Berani Tinggalkan Pabrik Kelapa dan Kini Panen Cuan Jutaan dari Tanaman Lalapan

Selain membahas peternakan, ia juga menekankan pentingnya menghormati orang tua dan menjaga hubungan baik dengan keluarga. Menurutnya, doa orang tua menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang.

Ia meyakini rezeki tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh doa, dukungan keluarga, dan kebiasaan berbagi kepada sesama.

Baginya, usaha yang disertai nilai sosial dan kepedulian terhadap orang lain memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam jangka panjang.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#usaha ternak sapi #bisnis sapi potong #sukses beternak sapi #peternakan sapi #Peternak Sapi Blitar