BLITAR KAWENTAR - Kisah sukses peternak sapi Blitar kembali menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda yang ingin terjun ke dunia peternakan. Berawal dari modal pinjaman bank sebesar Rp5 juta pada tahun 1993, seorang peternak asal Kabupaten Blitar mampu mengembangkan usahanya hingga memiliki ratusan ekor sapi dan kandang yang luas.
Dalam sebuah wawancara yang beredar di YouTube, peternak tersebut menceritakan perjalanan panjangnya membangun usaha ternak sapi dari nol. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh modal besar, tetapi juga ketekunan, kesabaran, serta keberanian untuk terus belajar.
Peternak sapi Blitar itu mengaku pertama kali membeli dua ekor sapi Brahman menggunakan dana pinjaman. Saat itu, keuntungan yang diperoleh masih sangat kecil. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi titik awal untuk memahami karakter usaha peternakan secara mendalam.
Memulai dari Untung Kecil
Ia mengenang pernah membeli sapi dengan harga sekitar Rp650 ribu dan menjualnya kembali setelah beberapa bulan dengan keuntungan hanya Rp150 ribu. Meski nominalnya kecil, semangat untuk terus berkembang tidak pernah surut.
“Yang penting konsisten dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.
Menurutnya, banyak orang menganggap keuntungan bisnis sapi sangat besar. Padahal, secara normal margin keuntungan usaha penggemukan sapi berkisar 3 hingga 5 persen. Karena itu, peternak harus cermat dalam mengelola biaya pakan, tenaga kerja, hingga kesehatan ternak.
Selain menjual sapi, ia juga mengembangkan usaha sapi perah. Pendapatan dari hasil susu digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional sapi potong. Strategi tersebut membuat arus kas usaha lebih stabil.
Pentingnya Mentor dan Lingkungan
Salah satu faktor penting dalam perjalanan usahanya adalah keberadaan mentor. Ia mengaku sering mendatangi peternak yang memiliki lebih banyak pengalaman untuk belajar mengenai manajemen kandang, pemilihan bibit, hingga penyusunan pakan.
Menurutnya, lingkungan yang positif mampu membentuk pola pikir yang lebih baik. Bahkan, ia meyakini bahwa modal bukan faktor utama dalam membangun usaha.
“Keyakinan dan kesungguhan jauh lebih penting dibandingkan modal semata,” katanya.
Ia juga tidak pernah malu menawarkan jasa jual beli sapi kepada peternak lain. Berbekal semangat tinggi, ia berkeliling mencari sapi yang potensial untuk diperdagangkan. Dari aktivitas tersebut, keuntungan sedikit demi sedikit terus terkumpul.
Kunci Sukses Ternak Sapi
Dalam dunia peternakan, ia menyebut ada tiga faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha. Pertama adalah pemilihan bibit. Menurutnya, kualitas bibit berkontribusi hingga 60 persen terhadap hasil akhir usaha penggemukan.
Ciri bibit yang baik antara lain memiliki pertumbuhan cepat, kaki kokoh, tubuh panjang, punggung lebar, serta kondisi fisik yang sehat.
Faktor kedua adalah manajemen pakan. Ia menjelaskan bahwa pakan harus mengandung keseimbangan antara sumber protein, karbohidrat, dan serat. Beberapa bahan yang sering digunakan antara lain bungkil kedelai, bungkil kopra, bungkil sawit, kulit kopi, hingga tepung gaplek.
Sementara faktor ketiga adalah kesehatan ternak. Pemberian obat cacing secara rutin, kebersihan kandang, dan pengawasan kondisi sapi menjadi hal yang wajib dilakukan peternak.
Nilai Spiritual dalam Berusaha
Selain aspek teknis, peternak sapi Blitar tersebut menekankan pentingnya nilai spiritual dalam kehidupan dan usaha. Ia meyakini bahwa doa orang tua, dukungan pasangan, serta kepedulian sosial menjadi sumber keberkahan yang tidak bisa diukur secara materi.
Menurutnya, seseorang yang ingin sukses harus tetap berbakti kepada orang tua dan tidak melupakan kegiatan berbagi kepada sesama. Ia bahkan menyebut bahwa usaha yang disertai nilai sosial memiliki daya tahan lebih kuat dibandingkan usaha yang hanya mengejar keuntungan semata.
Baginya, kesuksesan bukan hanya soal jumlah sapi atau besarnya aset yang dimiliki. Kesuksesan juga diukur dari kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.
Hingga kini, ia mengaku tetap terbuka kepada siapa saja yang ingin belajar beternak sapi. Mulai dari pemilihan bibit, penyusunan pakan, hingga strategi pemasaran, seluruh pengalaman tersebut siap dibagikan demi melahirkan lebih banyak peternak sukses dari Kabupaten Blitar.