BLITAR KAWENTAR - Perjalanan seorang peternak sapi Blitar dari usaha kecil hingga memiliki ratusan ekor sapi menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari modal besar. Dengan tekad kuat dan kemauan belajar, usaha yang dirintis sejak remaja kini berkembang menjadi peternakan berskala besar.
Peternak tersebut mengisahkan bahwa awal usahanya dimulai pada tahun 1993. Saat itu ia membeli dua ekor sapi menggunakan dana pinjaman bank sekitar Rp5 juta.
Untuk membayar angsuran, ia harus bersepeda cukup jauh menuju kantor bank. Meski keuntungan dari penjualan sapi pertama sangat kecil, ia tetap bertahan dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai proses pembelajaran.
Kisah peternak sapi Blitar ini menjadi menarik karena dibangun dari pengalaman langsung, bukan teori semata. Berbagai kegagalan dan tantangan pernah dihadapi sebelum akhirnya menemukan pola usaha yang efektif.
Memulai dari Skala Kecil
Menurutnya, banyak orang ingin langsung sukses tanpa melalui proses belajar. Padahal hampir semua peternak besar memulai usaha dari jumlah ternak yang sedikit.
Ia menegaskan bahwa seseorang harus menguasai keterampilan dasar terlebih dahulu sebelum memperbesar skala usaha. Kesalahan dalam memilih bibit atau mengelola pakan dapat menyebabkan kerugian besar.
Karena itu, ia selalu menyarankan pemula untuk memulai dari beberapa ekor sapi terlebih dahulu sambil terus meningkatkan kemampuan.
Formula Pakan Jadi Senjata Utama
Salah satu faktor yang paling banyak dipelajari oleh peternak tersebut adalah manajemen pakan. Ia mengaku pernah mengalami kerugian karena komposisi nutrisi yang tidak seimbang.
Setelah melakukan berbagai percobaan, ia memahami bahwa pakan harus mengandung kombinasi sumber karbohidrat, protein, dan serat.
Beberapa bahan yang digunakan antara lain pollard, bungkil kedelai, bungkil kopra, bungkil sawit, hingga produk turunan jagung. Setiap bahan memiliki fungsi berbeda untuk mendukung pertumbuhan sapi.
Menurutnya, peternak tidak boleh pelit dalam memberikan pakan berkualitas. Penggemukan sapi akan berjalan optimal jika kebutuhan nutrisi terpenuhi secara maksimal.
Cara Menghadapi Penyakit pada Sapi
Saat wabah PMK melanda, ia tetap memilih bersikap optimistis. Menurut pengalamannya, kepanikan justru sering membuat peternak mengambil keputusan yang keliru.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh sapi melalui asupan pakan yang cukup, kebersihan kandang, serta pemberian cairan yang memadai ketika ternak mengalami demam.
Selain itu, pengendalian parasit melalui pemberian obat cacing secara rutin juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ternak.
Kesuksesan Tidak Hanya Soal Uang
Menariknya, pembicaraan dalam wawancara tersebut tidak hanya membahas bisnis peternakan. Ia juga banyak menyinggung pentingnya berbakti kepada orang tua dan memperkuat nilai-nilai spiritual.
Menurutnya, doa orang tua, dukungan pasangan, serta lingkungan yang positif memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang.
Ia bahkan menyebut bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal dan kecerdasan, tetapi juga oleh ketulusan dalam membantu sesama dan kebiasaan berbagi.
Pandangan tersebut menjadi prinsip yang terus dipegang selama puluhan tahun menjalankan usaha ternak.
Kini, peternakan yang dikelolanya telah berkembang pesat dengan populasi sapi yang mencapai ratusan ekor. Meski demikian, ia tetap terbuka berbagi ilmu kepada masyarakat yang ingin belajar beternak.
Kisah peternak sapi Blitar ini menunjukkan bahwa kerja keras, kesabaran, dan kemauan belajar dapat mengubah usaha kecil menjadi bisnis yang besar. Bagi generasi muda, sektor peternakan masih menyimpan peluang menjanjikan apabila dikelola dengan ilmu dan manajemen yang tepat.