Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Anak Broken Home Jadi Petani Sukses, Pemuda 22 Tahun Ini Buktikan Bertani Cabai Bisa Hasilkan Ratusan Juta

Muhammad Rusdian Nuzula • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:00 WIB
Kisah sukses petani muda Tulungagung, dari anak broken home hingga sukses meraih ratusan juta dari cabai. (GEMINI AI)
Kisah sukses petani muda Tulungagung, dari anak broken home hingga sukses meraih ratusan juta dari cabai. (GEMINI AI)

BLITAR KAWENTAR - Kisah sukses petani muda bernama Hebi Rizki Susanto menarik perhatian karena perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Di usia 22 tahun, pemuda asal Tulungagung tersebut berhasil membangun usaha pertanian cabai yang menghasilkan pendapatan ratusan juta rupiah dalam setahun.

Kisah sukses petani muda ini bukan lahir dari keluarga berada. Hebi tumbuh bersama kakek, nenek, dan pamannya setelah kedua orang tuanya berpisah. Sejak kecil ia terbiasa bekerja membantu keluarga, mulai dari mencari pakan ternak hingga membantu pekerjaan di lahan pertanian.

Berbekal pengalaman tersebut, kisah sukses petani muda ini terus berkembang hingga menjadi inspirasi bagi banyak anak muda yang masih ragu terjun ke dunia pertanian.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen pada 2026, Ini Peluang dan Tantangan yang Harus Diwaspadai

Bertani Jadi Pilihan Hidup

Meski menempuh pendidikan di jurusan teknik alat berat, Hebi justru memilih menekuni dunia pertanian setelah lulus sekolah.

Baginya, bertani bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup yang sudah melekat sejak kecil. Ia mengaku menikmati setiap proses dalam budidaya tanaman, mulai dari pengolahan lahan hingga panen.

Saat ini ia fokus mengembangkan budidaya cabai keriting karena dianggap lebih cocok dengan kondisi lahan di wilayah Tulungagung.

Strategi Bertani yang Membawa Hasil

Hebi menerapkan sistem tanam bergilir di beberapa lahan yang berbeda. Strategi ini membuat aktivitas panen dan pemasukan usaha dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Ia juga sangat memperhatikan kesehatan tanaman melalui pemupukan, pengendalian hama, dan penggunaan nutrisi yang sesuai kebutuhan.

Menurutnya, petani tidak boleh memberikan pupuk secara berlebihan. Tanaman harus diperlakukan sesuai kebutuhan agar pertumbuhan dan produktivitasnya maksimal.

Pernah Kehabisan Modal

Di balik hasil yang diperoleh saat ini, Hebi pernah mengalami masa-masa sulit. Ia mengungkapkan bahwa hampir semua petani pernah merasakan kegagalan, termasuk kehilangan modal hingga harus menjual aset untuk bertahan.

Namun pengalaman tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia percaya bahwa setiap kegagalan merupakan bagian dari proses belajar menuju keberhasilan.

Prinsip tersebut membuatnya terus bertahan meski harus menghadapi serangan hama, penyakit tanaman, maupun harga pasar yang tidak menentu.

Panen Besar Saat Harga Cabai Melambung

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen pada 2026, Ini Peluang dan Tantangan yang Harus Diwaspadai

Keberuntungan datang ketika harga cabai keriting mengalami kenaikan signifikan pada 2023. Saat itu harga sempat menyentuh Rp67 ribu per kilogram.

Dengan produktivitas yang baik, Hebi berhasil memperoleh pendapatan lebih dari Rp150 juta dari satu lahan dalam satu musim tertentu. Jika diakumulasikan selama setahun dari beberapa kali tanam, hasil yang diperoleh bisa menembus angka ratusan juta rupiah.

Capaian tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa sektor pertanian masih memiliki prospek besar bagi generasi muda.

Aktif Mengedukasi Lewat Media Sosial

Selain bertani, Hebi juga aktif membuat konten edukasi pertanian di media sosial. Melalui TikTok, Instagram, dan Facebook, ia membagikan pengalaman budidaya cabai serta motivasi kepada para pemuda.

Menurutnya, regenerasi petani menjadi hal penting karena mayoritas petani Indonesia saat ini sudah berusia di atas 40 tahun.

Ia berharap semakin banyak anak muda yang tertarik masuk ke sektor pertanian dan memanfaatkan peluang besar yang masih tersedia.

"Bertani itu menyenangkan. Jangan gengsi untuk memulai karena tidak ada kata terlambat untuk sukses di dunia pertanian," ujarnya.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#petani muda sukses #kisah sukses petani muda #budidaya cabai #pertanian Indonesia #petani milenial