Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bukan Soal Pensiun Saja, Taspen Kediri Ungkap Modus Penipuan yang Bikin Pensiunan Kehilangan Ratusan Juta Rupiah

Maylanni Diana Fitri • Jumat, 19 Juni 2026 | 18:26 WIB
Taspen Kediri mengungkap modus penipuan terbaru yang menyasar pensiunan. Waspadai link palsu dan permintaan data pribadi.(pinterest)
Taspen Kediri mengungkap modus penipuan terbaru yang menyasar pensiunan. Waspadai link palsu dan permintaan data pribadi.(pinterest)

Blitar Kawentar – PT Taspen Kantor Cabang Kediri mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan Taspen. Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai modus penipuan digital dilaporkan semakin sering menyasar pensiunan dengan memanfaatkan isu pencairan dana, pembaruan data, hingga informasi kenaikan manfaat pensiun.

Kepala Cabang PT Taspen Kediri, Muhammad Syahrial Yuda, mengatakan bahwa pihaknya menemukan banyak peserta yang masih mudah percaya terhadap pesan maupun telepon dari oknum yang mengaku sebagai petugas Taspen.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan maraknya penyebaran informasi tidak benar di media sosial maupun aplikasi percakapan yang membuat peserta kesulitan membedakan mana informasi resmi dan mana yang merupakan hoaks.

“Peserta harus lebih berhati-hati. Jangan langsung percaya jika ada pihak yang menghubungi dan mengatasnamakan Taspen, apalagi jika meminta data pribadi atau mengirimkan tautan tertentu,” ujarnya.

Hoaks Rapel Pensiunan Sempat Meresahkan

Salah satu informasi yang sempat ramai diperbincangkan adalah kabar mengenai pencairan rapel gaji pensiunan dengan nominal besar. Informasi tersebut menyebar luas melalui media sosial dan grup percakapan sehingga memicu banyak pertanyaan dari para pensiunan.

Baca Juga: Air Terjun Sirah Kencong Destinasi Murah dengan Pesona Alam Menawan

Taspen menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah diumumkan melalui saluran resmi perusahaan.

Akibat beredarnya kabar tersebut, banyak peserta mendatangi kantor Taspen maupun menghubungi layanan pelanggan untuk meminta penjelasan terkait jadwal dan mekanisme pencairan rapel yang disebut-sebut akan diberikan kepada pensiunan.

Padahal, hingga saat ini tidak ada kebijakan resmi yang mengatur pencairan rapel sebagaimana yang beredar di masyarakat.

Modus Baru Penipu Mengatasnamakan Taspen

Selain menyebarkan informasi palsu, pelaku penipuan juga menggunakan berbagai cara untuk memperoleh data pribadi korban.

Baca Juga: Aset Pemkab Blitar di Jalan Anjasmoro Kota Blitar Disulap Jadi Kafe, BPKAD Beri Penjelasan

Service and Membership Section Head PT Taspen Kediri, Sandi Pramudita, menjelaskan bahwa pelaku biasanya menghubungi peserta melalui telepon atau WhatsApp dengan alasan pembaruan data penerima pensiun.

Tidak jarang mereka mengirimkan dokumen palsu yang dilengkapi logo dan stempel menyerupai milik Taspen agar terlihat meyakinkan.

Setelah korban percaya, pelaku akan mengarahkan korban untuk mengunduh aplikasi tertentu atau mengklik tautan yang dikirimkan melalui pesan pribadi.

“Link atau aplikasi itu sebenarnya digunakan untuk mengambil akses ke perangkat korban,” jelasnya.

Ketika akses berhasil diperoleh, pelaku dapat mengetahui berbagai informasi penting, termasuk data perbankan dan aplikasi mobile banking yang tersimpan di ponsel korban.

Korban Bisa Kehilangan Seluruh Saldo Rekening

Taspen mengungkapkan bahwa beberapa kasus yang terjadi bahkan menyebabkan korban kehilangan dana dalam jumlah besar.

Pelaku biasanya memanfaatkan akses yang diperoleh untuk masuk ke aplikasi perbankan dan memindahkan dana ke sejumlah rekening lain secara berantai sehingga sulit dilacak.

Dalam sejumlah kasus, kerugian yang dialami korban mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Menariknya, dana yang hilang tidak selalu berasal dari rekening yang digunakan untuk menerima uang pensiun. Banyak korban justru kehilangan tabungan dari rekening lain yang tersimpan di perangkat yang sama.

Karena itu, Taspen mengingatkan peserta agar tidak pernah memberikan data pribadi, PIN, kode OTP, username, maupun password kepada siapa pun.

Taspen Siapkan Jalur Pengaduan Resmi

Sebagai bentuk perlindungan kepada peserta, Taspen Kediri menyediakan berbagai kanal pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memverifikasi informasi yang diterima.

Peserta yang menemukan indikasi penipuan dapat menghubungi layanan resmi Taspen maupun datang langsung ke kantor untuk mendapatkan pendampingan.

Jika peserta sudah terlanjur menjadi korban, Taspen akan membantu proses pelaporan ke pihak terkait, termasuk kepolisian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan perbankan.

Taspen juga terus menggencarkan edukasi kepada ASN dan pensiunan melalui sosialisasi langsung, media sosial, hingga kerja sama dengan berbagai media lokal.

Melalui langkah tersebut, Taspen berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi sekaligus mampu mengenali berbagai modus penipuan yang semakin canggih.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Penipuan Pensiunan #Data Pribadi #Hoaks Rapel Pensiunan #Taspen Kediri #ASN