Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Taspen Kediri Buka-bukaan! Hoaks Rapel Pensiunan Bikin Heboh, Modus Penipuan Baru Disebut Sudah Telan Korban hingga Ratusan Juta

Maylanni Diana Fitri • Jumat, 19 Juni 2026 | 18:30 WIB
Hoaks rapel pensiunan bikin geger. Taspen Kediri ungkap modus penipuan baru yang sudah menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.(pinterest)
Hoaks rapel pensiunan bikin geger. Taspen Kediri ungkap modus penipuan baru yang sudah menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.(pinterest)

 

Blitar Kawentar – Kabar soal pencairan rapel gaji pensiunan dengan nominal fantastis belakangan ramai beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Informasi yang menyebut pensiunan bakal menerima tambahan dana dalam jumlah besar itu membuat banyak penerima pensiun berharap sekaligus penasaran.

Namun, PT Taspen Kantor Cabang Kediri akhirnya angkat bicara. Mereka memastikan informasi mengenai rapel pensiunan yang ramai beredar tersebut tidak benar alias hoaks.

Kepala Cabang PT Taspen Kediri, Muhammad Syahrial Yuda, menyebut kabar tersebut telah memicu kebingungan di kalangan pensiunan. Tidak sedikit peserta yang datang langsung ke kantor maupun menghubungi layanan Taspen untuk menanyakan kapan rapel tersebut dicairkan.

"Informasi rapel pensiunan yang beredar itu tidak memiliki dasar resmi dan dipastikan tidak benar. Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengecek informasi melalui kanal resmi Taspen," tegasnya.

Isu rapel pensiunan ini menjadi salah satu topik yang paling banyak ditanyakan peserta dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan ada pensiunan yang mengaku kecewa karena merasa belum menerima dana yang disebut-sebut sudah dicairkan kepada peserta lain.

Hoaks Rapel Jadi Pintu Masuk Penipuan

Di balik ramainya kabar rapel pensiunan, Taspen justru menemukan ancaman yang lebih berbahaya. Hoaks tersebut ternyata sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjerat korban.

Baca Juga: Menjamurnya Kedai Kopi Vintage di Blitar, Salah Satunya ada di Wilayah Perbatasan Ini

Modusnya beragam. Mulai dari telepon yang mengaku petugas Taspen, pesan WhatsApp berisi informasi pencairan rapel, hingga permintaan pembaruan data peserta.

Korban biasanya diminta mengklik tautan tertentu atau mengunduh aplikasi yang diklaim sebagai aplikasi resmi Taspen.

Padahal, aplikasi maupun tautan tersebut merupakan jebakan yang dirancang untuk mencuri data pribadi dan menguasai perangkat korban.

"Kalau ada yang menghubungi melalui WhatsApp lalu meminta data pribadi atau mengirim link untuk pencairan rapel, itu harus dicurigai," kata Sandi Pramudita, Service and Membership Section Head PT Taspen Kediri.

Korban Kehilangan Uang Hingga Ratusan Juta Rupiah

Taspen mengungkapkan bahwa sejumlah korban sudah mengalami kerugian besar akibat modus tersebut. Setelah data pribadi berhasil diperoleh, pelaku dapat mengakses aplikasi mobile banking yang tersimpan di ponsel korban.

Dalam hitungan menit, saldo rekening bisa berpindah ke berbagai rekening lain yang sulit dilacak.

Yang mengejutkan, dana yang hilang tidak selalu berasal dari rekening penerima pensiun. Banyak korban justru kehilangan tabungan pribadi dari rekening lain yang tersimpan dalam satu perangkat.

"Sudah ada kasus dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Uangnya berpindah-pindah ke banyak rekening sehingga sulit ditelusuri," ungkap pihak Taspen.

Fenomena ini menjadi peringatan serius bagi para pensiunan yang selama ini menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan digital.

Taspen Tegaskan Tidak Pernah Minta Data Lewat WhatsApp

Untuk mengantisipasi semakin banyaknya korban, Taspen kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data pribadi peserta melalui WhatsApp, telepon, maupun pesan singkat.

Taspen juga tidak pernah meminta PIN, password, kode OTP, nomor kartu ATM, maupun biaya administrasi dalam bentuk apa pun.

Apabila ada pihak yang mengaku sebagai petugas Taspen dan meminta informasi tersebut, masyarakat diminta segera mengabaikan dan melakukan verifikasi ke layanan resmi.

Peserta juga diimbau tidak mudah tergiur dengan informasi mengenai pencairan dana, bonus, rapel, ataupun program khusus yang tidak diumumkan melalui kanal resmi perusahaan.

Taspen Siapkan Jalur Pengaduan 24 Jam

Sebagai langkah perlindungan, Taspen Kediri menyediakan layanan pengaduan yang dapat diakses peserta untuk memastikan kebenaran suatu informasi.

Selain Call Center Taspen 1500919, peserta juga dapat menghubungi layanan WhatsApp resmi Taspen Kediri untuk melakukan konfirmasi apabila menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan perusahaan.

Taspen berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang kini semakin canggih dan sulit dikenali.

"Kuncinya sederhana, jangan panik, jangan langsung percaya, dan selalu cek ke kanal resmi sebelum mengambil tindakan," tegas Syahrial Yuda.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Penipuan Mengatasnamakan Taspen #Hoaks Pensiun ASN #Taspen Kediri #Pensiunan ASN #rapel pensiunan