Blitar Kawentar – Arema FC menjadi salah satu klub yang paling agresif melakukan perombakan skuad menjelang bergulirnya BRI Super League 2026. Manajemen Singo Edan tak tanggung-tanggung melepas sejumlah pemain asing musim lalu, termasuk bomber andalan yang tampil tajam sepanjang kompetisi.
Langkah besar tersebut dilakukan demi membangun kekuatan baru untuk bersaing di papan atas musim depan. Sejumlah pemain asing dipastikan hengkang, beberapa dipertahankan, sementara nama-nama baru mulai berdatangan dan masuk radar Arema FC.
Perubahan komposisi pemain asing Arema FC ini langsung menjadi sorotan Aremania. Pasalnya, ada sejumlah nama yang selama ini menjadi tulang punggung tim justru harus angkat kaki dari Stadion Kanjuruhan.
Top Skor Arema FC Jadi Korban Perombakan
Salah satu nama yang paling mengejutkan adalah Dalberto. Striker asal Brasil tersebut resmi tidak lagi menjadi bagian dari Arema FC musim depan.
Baca Juga: Petani harus Lebih Berhemat, DKPP Kota Blitar Sebut Kuota Pupuk Bersubsidi Mulai Menipis
Padahal, performanya musim lalu terbilang sangat impresif. Dalberto tampil dalam 28 pertandingan dengan torehan 19 gol dan 8 assist. Catatan tersebut menjadikannya salah satu striker paling produktif di Liga 1 musim lalu.
Selain Dalberto, Arema juga melepas kiper asal Brasil Lucas Frigeri yang mencatatkan 21 penampilan, 29 penyelamatan, dan empat clean sheet.
Nama lain yang turut dilepas adalah Luis Gustavo, Pablo Oliveira, Julian Guevara, dan Wiliam Valdeci.
Keputusan melepas enam pemain asing sekaligus menunjukkan Arema FC benar-benar ingin membangun wajah baru untuk musim depan.
Enam Pemain Asing Tetap Dipertahankan
Meski melakukan perombakan besar, Arema FC tetap mempertahankan sejumlah pemain yang dianggap masih mampu menjadi tulang punggung tim.
Baca Juga: Warga Kota Serang Banten Sukses Kembangkan Usaha Peyek Rumahan hingga Tepung Ayam Goreng Berkat BRI
Di sektor pertahanan, Singo Edan mempertahankan Walisson Maia yang musim lalu tampil dalam delapan pertandingan dan menyumbangkan satu gol.
Kemudian ada Gustavo Franca yang menjadi andalan lini tengah dengan catatan empat gol dan enam assist dari 30 pertandingan.
Gabriel Silva juga tetap mendapat kepercayaan setelah membukukan lima gol dan tiga assist dari 17 laga.
Selain itu, Betinho, Matheus Blade, dan Jovinicius juga dipastikan bertahan.
Khusus Jovinicius, penyerang asal Brasil tersebut menjadi salah satu pemain yang paling diandalkan musim lalu setelah mencetak 15 gol dan tiga assist dari 33 pertandingan.
Arema FC Berburu Amunisi Baru
Setelah melepas sejumlah pemain asing, Arema FC mulai bergerak mencari pengganti.
Nama pertama yang sudah resmi bergabung adalah Marcos Vinicius. Winger kiri asal Brasil itu sebelumnya membela Volta Redonda dan mencatatkan empat gol serta dua assist dari 20 pertandingan.
Selain itu, Arema juga mendatangkan Gustavo Henrique yang berposisi sebagai penyerang tengah. Pemain asal Brasil tersebut musim lalu bermain di Liga Vietnam dan mengoleksi enam gol serta empat assist dari 20 pertandingan.
Kehadiran keduanya diharapkan mampu menambah daya gedor lini serang Singo Edan yang kehilangan Dalberto.
Daisuke Sato dan Kareka Masuk Radar
Tak berhenti di situ, Arema FC juga dikabarkan sedang menjalin komunikasi dengan beberapa pemain asing lainnya.
Salah satunya adalah Daisuke Sato, bek kiri tim nasional Filipina yang musim lalu tampil impresif dengan torehan tujuh gol dan enam assist dari 22 pertandingan bersama klubnya.
Namun hingga kini proses negosiasi disebut belum mencapai kesepakatan final.
Nama lain yang juga masuk radar adalah Kareka, gelandang serang asal Brasil yang memperkuat Terengganu FC di Liga Malaysia.
Musim lalu Kareka tampil dalam 22 pertandingan dengan sumbangan delapan gol dan satu assist.
Selain itu, winger kanan asal Brasil Mateo Shino juga dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan Arema FC. Pemain yang musim lalu membela klub Thailand, Sukhothai FC, tersebut mencatatkan satu gol dan empat assist dari 27 pertandingan.
Jika seluruh target berhasil didatangkan, Arema FC dipastikan memiliki wajah yang jauh berbeda saat mengarungi BRI Super League 2026. Kini Aremania tinggal menunggu apakah langkah berani Singo Edan merombak legiun asing bakal membawa hasil manis atau justru menjadi perjudian besar musim depan.
Editor : Maylanni Diana Fitri