Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Legenda Nyi Roro Kidul: Kisah Putri Kandita yang Berubah Menjadi Ratu Penguasa Laut Selatan

Muhammad Rusdian Nuzula • Senin, 22 Juni 2026 | 21:41 WIB
Legenda Nyi Roro Kidul mengisahkan Putri Kandita, pengkhianatan istana, hingga menjadi Ratu Laut Selatan. (PINTEREST)
Legenda Nyi Roro Kidul mengisahkan Putri Kandita, pengkhianatan istana, hingga menjadi Ratu Laut Selatan. (PINTEREST)

BLITAR KAWENTARLegenda Nyi Roro Kidul menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam khazanah budaya Nusantara. Cerita yang diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya berkaitan dengan sosok penguasa gaib Laut Selatan, tetapi juga mengandung kisah tragis tentang Putri Kandita, pengkhianatan di lingkungan istana, hingga lahirnya mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat pesisir selatan Pulau Jawa.

Dalam berbagai versi cerita rakyat, Legenda Nyi Roro Kidul berawal dari Kerajaan Pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi. Sang raja dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan sangat dicintai rakyatnya. Dari permaisurinya lahirlah seorang putri bernama Kandita yang memiliki paras cantik, hati lembut, serta kecerdasan luar biasa.

Kisah Legenda Nyi Roro Kidul kemudian berkembang menjadi cerita tentang ambisi, iri hati, dan pengkhianatan yang mengubah perjalanan hidup Putri Kandita. Sosok yang awalnya dipersiapkan menjadi penerus kerajaan justru harus meninggalkan istana akibat fitnah dan kutukan yang menghancurkan kehidupannya.

Baca Juga: Hasil Moto3 Ceko 2026: Veda Ega Pratama Tampil Sensasional dari Posisi 20, Hakim Danish Juara dan Klasemen Makin Ketat

Putri Kandita Menjadi Korban Intrik Istana

Sejak kecil, Putri Kandita tumbuh sebagai sosok yang tidak hanya dikagumi karena kecantikannya, tetapi juga karena kecerdasannya dalam mempelajari ilmu pemerintahan, tata krama, hingga kepemimpinan. Prabu Siliwangi bahkan menaruh harapan besar agar putrinya mampu membawa Pajajaran menuju masa kejayaan.

Namun keadaan berubah ketika salah satu selir bernama Dewi Mutiara merasa iri terhadap kasih sayang yang diberikan sang raja kepada Putri Kandita. Kecemburuan itu semakin membesar hingga memunculkan niat jahat untuk menyingkirkan sang putri dari lingkungan istana.

Dewi Mutiara kemudian mencari seorang penyihir yang memiliki ilmu hitam. Dengan berbagai persembahan, ia meminta agar kecantikan Putri Kandita dihancurkan sehingga tidak lagi menjadi kebanggaan kerajaan.

Kutukan itu berhasil mengenai Putri Kandita. Dalam semalam, tubuhnya dipenuhi penyakit kulit misterius yang membuat paras cantiknya berubah drastis. Seluruh tabib terbaik kerajaan berusaha menyembuhkan penyakit tersebut, tetapi tidak satu pun berhasil menghilangkan kutukan yang diyakini berasal dari ilmu hitam.

Pengasingan yang Mengubah Takdir

Kondisi Putri Kandita yang terus memburuk membuat para penasihat kerajaan mendesak Prabu Siliwangi mengambil keputusan berat. Demi menjaga nama baik kerajaan dan menghindari keresahan rakyat, sang putri akhirnya diasingkan dari istana.

Keputusan itu menjadi luka mendalam bagi Prabu Siliwangi. Di sisi lain, Putri Kandita menerima nasibnya dengan tabah meski harus meninggalkan kehidupan mewah yang selama ini ia jalani.

Selama tujuh hari tujuh malam, Putri Kandita berjalan melewati hutan tanpa tujuan yang pasti. Ia bertahan hidup dengan memakan buah-buahan liar dan meminum air sungai sembari menahan rasa sakit akibat penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya.

Perjalanan panjang itu akhirnya membawanya menuju pesisir Samudra Selatan. Deburan ombak yang besar dan luasnya lautan menghadirkan suasana yang berbeda dibanding kehidupan istana yang pernah ia kenal.

Pertemuan dengan Kekuatan Samudra Selatan

Saat beristirahat di tepi pantai, Putri Kandita dikisahkan mendengar suara gaib yang menawarkan jalan keluar dari penderitaannya. Suara tersebut mengaku sebagai penguasa Samudra Selatan yang mengetahui bahwa penyakit sang putri berasal dari kutukan ilmu hitam.

Suara itu menjanjikan kesembuhan apabila Putri Kandita bersedia menyerahkan dirinya kepada lautan. Awalnya ia ragu karena harus meninggalkan kehidupan sebagai manusia, tetapi luka batin akibat pengkhianatan membuatnya mempertimbangkan tawaran tersebut.

Setelah merenung cukup lama, Putri Kandita akhirnya menerima takdir baru. Ia memilih melompat dari tebing menuju ombak Samudra Selatan sebagai simbol meninggalkan seluruh penderitaan yang selama ini membebaninya.

Konon, sesaat setelah tubuhnya tenggelam, cahaya hijau terang muncul dari dasar laut. Penyakit yang selama ini menggerogoti tubuhnya hilang seketika dan berganti dengan kecantikan yang jauh lebih memukau dibanding sebelumnya.

Lahirnya Nyi Roro Kidul

Transformasi Putri Kandita menjadi Nyi Roro Kidul menjadi bagian paling terkenal dalam legenda tersebut. Ia dipercaya tidak lagi menjadi manusia biasa, melainkan sosok penguasa gaib Laut Selatan yang memiliki kekuatan luar biasa.

Dalam berbagai cerita rakyat, Nyi Roro Kidul digambarkan mengenakan busana hijau zamrud lengkap dengan mahkota indah dari karang dan mutiara. Dari dasar samudra, ia memimpin kerajaan bawah laut yang dipenuhi berbagai makhluk gaib.

Kekuasaannya disebut mampu mengendalikan ombak, badai, angin, hingga kehidupan seluruh penghuni lautan. Karena itu, masyarakat pesisir meyakini bahwa lautan selatan harus dihormati sebagai bagian dari keseimbangan alam.

Legenda tersebut juga menggambarkan Nyi Roro Kidul sebagai sosok yang memberi berkah kepada nelayan yang menjaga kelestarian laut, tetapi memberikan hukuman kepada mereka yang serakah dan merusak alam.

Balas Dendam kepada Para Pengkhianat

Baca Juga: Hasil Moto3 Ceko 2026: Veda Ega Pratama Tampil Sensasional dari Posisi 20, Hakim Danish Juara dan Klasemen Makin Ketat

Setelah memperoleh kekuatan baru, Nyi Roro Kidul mengetahui bahwa penderitaan yang dialaminya berasal dari konspirasi Dewi Mutiara dan para selir istana. Kemarahan sang ratu kemudian diwujudkan melalui berbagai bencana yang melanda wilayah Pajajaran.

Gelombang tinggi, badai besar, hingga berbagai kejadian mistis dipercaya sebagai bentuk murka sang penguasa Laut Selatan. Dalam cerita rakyat, penyihir yang mengirimkan kutukan akhirnya menerima balasan ketika dihanyutkan oleh kekuatan air yang dikendalikan Nyi Roro Kidul.

Sementara itu, Dewi Mutiara mengalami tekanan batin hingga kehilangan kewarasannya. Dalam kondisi tersebut, ia mengakui seluruh persekongkolan yang selama ini disembunyikan.

Pengakuan itu membuat Prabu Siliwangi mengetahui kebenaran yang selama ini ia cari. Sang raja kemudian menjatuhkan hukuman kepada seluruh pihak yang terlibat dengan mencabut gelar kebangsawanan mereka dan mengasingkannya dari kerajaan.

Legenda yang Terus Hidup hingga Kini

Seiring berjalannya waktu, Kerajaan Pajajaran akhirnya hanya menjadi bagian dari sejarah. Namun kisah Nyi Roro Kidul justru semakin berkembang dalam budaya masyarakat Indonesia.

Salah satu kepercayaan yang paling dikenal ialah larangan mengenakan pakaian berwarna hijau saat berada di kawasan Pantai Selatan. Warna tersebut dipercaya sebagai simbol kebesaran sang ratu sehingga harus dihormati.

Legenda Nyi Roro Kidul juga berkembang dalam tradisi Jawa, termasuk kisah hubungan spiritual dengan para raja Mataram serta tradisi upacara labuhan sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa Laut Selatan.

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, legenda ini tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Nusantara. Cerita Putri Kandita mengandung pesan tentang ketegaran menghadapi penderitaan, akibat buruk dari iri hati dan pengkhianatan, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam yang menjadi sumber kehidupan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Legenda Nyi Roro Kidul #Putri Kandita #Ratu Laut Selatan #Mitos Pantai Selatan #prabu siliwangi