Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Menguak Kisah Misteri Nyi Roro Kidul: Tragedi Putri Istana Pajajaran hingga Larangan Baju Hijau di Pantai Selatan

Muhammad Rusdian Nuzula • Senin, 22 Juni 2026 | 22:09 WIB
Menguak Kisah Misteri Nyi Roro Kidul dari Pajajaran. Temukan kebenaran ilmiah di balik mitos baju hijau Pantai Selatan di sini! (PINTEREST)
Menguak Kisah Misteri Nyi Roro Kidul dari Pajajaran. Temukan kebenaran ilmiah di balik mitos baju hijau Pantai Selatan di sini! (PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Kawasan pesisir selatan Pulau Jawa selalu identik dengan gulungan ombak raksasa yang ganas dan panorama alam yang eksotis. Di balik pesona bahari yang membentang dari Ujung Kulon hingga Alas Purwo ini, tersimpan sebuah narasi turun-temurun mengenai Kisah Misteri Nyi Roro Kidul. Sosok yang diyakini sebagai Ratu Penguasa Laut Selatan ini memegang kendali magis atas samudra, menciptakan rasa hormat sekaligus ketakutan di hati masyarakat Jawa dan Bali.

Konon, eksistensi gaib ini kerap dikaitkan dengan hilangnya para wisatawan yang terseret arus ombak yang ekstrem. Ketakutan spiritual ini diperkuat oleh mitos mengenai larangan menggunakan pakaian berwarna hijau di sepanjang pesisir. Masyarakat percaya, siapa saja yang melanggar aturan tersebut akan ditarik oleh kekuatan tak kasat mata untuk dijadikan pelayan di istana gaib laut selatan, menambah panjang daftar Kisah Misteri Nyi Roro Kidul.

Meskipun memiliki banyak versi sejarah di berbagai daerah, asal-usul penguasa gaib ini paling banyak dipercaya berasal dari lingkungan internal Kerajaan Sunda Pajajaran. Alur cerita bermula dari sosok Putri Kandita, putri mahkota yang memiliki paras jelita serta perangai bijaksana mirip ayahnya, Prabu Siliwangi. Kehadiran sang putri mahkota yang begitu dicintai rakyat ternyata menyulut api cemburu dan persaingan tidak sehat di balik dinding istana.

Baca Juga: Klarifikasi Resmi Taspen! Rapelan Gaji Pensiunan 2026 Dipastikan Tidak Ada, Ini Jadwal Pencairan Gaji 13 yang Sebenarnya

Konspirasi Guna-guna dan Pengusiran Putri Kandita

Para selir raja yang merasa posisi anak-anak mereka terancam mulai menyusun rencana jahat demi merebut takhta kekuasaan. Dipimpin oleh ambisi buta, mereka meminta bantuan seorang penyihir sakti di desa terpencil yang menguasai ilmu hitam tingkat tinggi. Melalui ritual mistis kuno, penyihir tersebut mengirimkan kutukan penyakit kulit berupa borok bernanah dan bau busuk yang menyerang peraduan Putri Kandita serta ibunya, sang permaisuri.

Penyakit aneh tersebut gagal disembuhkan oleh tabib istana, bahkan berujung pada wafatnya sang permaisuri karena usia yang sudah tua. Di tengah duka yang mendalam, para selir memanfaatkan situasi dengan menghasut Prabu Siliwangi agar mengusir sang putri demi keselamatan seluruh anggota kerajaan. Mendengar keputusan menyakitkan itu, Putri Kandita memilih kabur dari pakuan Pajajaran dengan hati hancur, memulai pengembaraan panjang tanpa arah seorang diri.

Pengembaraan yang penuh penderitaan fisik dan batin tersebut akhirnya menuntun langkah kaki Putri Kandita ke tepi tebing karang Pantai Selatan. Di tempat itu, ia mendengar suara gaib yang memerintahkannya untuk melompat ke dalam gulungan ombak samudra. Begitu menceburkan diri, air laut selatan melenyapkan seluruh penyakit kulitnya tanpa bekas, bahkan mengubahnya menjadi sosok dewi abadi yang jauh lebih menawan. Seluruh lelembut laut kemudian mengangkatnya menjadi ratu tertinggi.

Perbedaan Nyata Sang Ratu dengan Nyi Blorong

Baca Juga: Klarifikasi Resmi Taspen! Rapelan Gaji Pensiunan 2026 Dipastikan Tidak Ada, Ini Jadwal Pencairan Gaji 13 yang Sebenarnya

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat modern kerap menyamakan penguasa laut selatan ini dengan entitas mistis lain seperti Nyi Blorong. Faktanya, kedua sosok perempuan berwajah cantik ini memiliki perbedaan kasta dan wujud yang sangat signifikan. Penguasa utama samudra selalu digambarkan mengenakan gaun serba hijau dengan bentuk tubuh manusia seutuhnya, sementara Nyi Blorong merupakan panglima terkuat yang berwujud setengah ular dari bagian perut ke bawah.

Seiring perkembangan zaman, mitologi ini telah bertransformasi menjadi inspirasi industri kreatif, mulai dari perfilman hingga gim modern berskala global seperti Mobile Legends yang menghadirkan karakter pahlawan Kadita. Di sisi lain, dunia sains modern saat ini mulai mampu menjelaskan mitos baju hijau secara logis. Dominasi warna air laut selatan yang cenderung kehijauan akibat ganggang akan menyamarkan tubuh korban yang tenggelam, sehingga menyulitkan proses pencarian oleh tim penyelamat.

Fenomena terseretnya manusia secara mendadak pun terbukti secara ilmiah disebabkan oleh rip current atau arus pecah yang bergerak cepat menuju tengah laut. Kendati ilmu pengetahuan telah memetakan kedalaman samudra dengan akurat menggunakan teknologi modern, kearifan lokal ini tetap bernilai positif. Melalui legenda tersebut, manusia diajarkan untuk menjaga etika, menghormati alam semesta, serta tetap waspada terhadap kekuatan lingkungan yang luar biasa besar.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Putri Kandita #Larangan baju hijau #Arus Rip Current #Kisah Misteri Nyi Roro Kidul #prabu siliwangi