BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Direktur Utama PT Taspen, Rony, memaparkan berbagai perkembangan layanan dan pengelolaan dana pensiun dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI. Salah satu fakta yang menjadi sorotan adalah masih tingginya jumlah pensiunan ASN yang memilih melakukan autentikasi secara manual meski layanan digital telah tersedia.
Dalam pemaparannya, Rony menjelaskan bahwa PT Taspen saat ini melayani sekitar 7,87 juta peserta, terdiri atas 4,7 juta peserta aktif dan 3,1 juta penerima pensiun. Besarnya jumlah peserta tersebut membuat Taspen memperluas jangkauan layanan melalui 57 kantor cabang, sekitar 17 ribu titik layanan, serta bekerja sama dengan 44 mitra bayar di seluruh Indonesia.
Menurut Rony, transformasi digital terus dilakukan untuk mempermudah pelayanan kepada peserta, khususnya pensiunan ASN. Berbagai inovasi telah diluncurkan, mulai dari layanan tanpa dokumen, autentikasi digital, Taspen One Hour Online Service, layanan klaim otomatis hingga layanan klaim satu jam.
Mayoritas Pensiunan ASN Masih Mengurus Klaim Secara Manual
Meski berbagai layanan digital sudah tersedia, tingkat pemanfaatannya ternyata belum maksimal. Rony mengungkapkan bahwa sekitar 65 persen pengajuan klaim pensiun masih dilakukan secara manual.
Baca Juga: Rapel Gaji Pensiunan 6 Bulan Cair 1 Juli 2026? Simak Fakta Sebenarnya agar Tak Salah Paham
Sementara itu, hanya sekitar 35 persen peserta yang memanfaatkan layanan digital dalam proses pengajuan klaim.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sebagian besar pegawai Taspen masih ditempatkan di kantor cabang. Dari total sekitar 1.344 karyawan, sekitar 70 persen bertugas langsung di daerah untuk melayani kebutuhan peserta secara tatap muka.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa pelayanan langsung masih sangat dibutuhkan oleh para pensiunan," jelasnya.
Autentikasi Digital Baru Digunakan 58 Persen Pensiunan
Selain pengajuan klaim, Taspen juga mencatat penggunaan autentikasi digital belum sepenuhnya diterima seluruh pensiunan.
Rony menyebutkan, baru sekitar 58 persen penerima pensiun yang melakukan autentikasi secara digital setiap bulan.
Baca Juga: Rapel Gaji Pensiunan 6 Bulan Dikabarkan Cair 1 Juli 2026, PT Taspen Akhirnya Buka Suara
Sementara itu, sekitar 42 persen lainnya masih memilih datang langsung ke kantor cabang atau meminta petugas melakukan kunjungan ke rumah untuk proses autentikasi.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan kemampuan menggunakan teknologi hingga kekhawatiran terhadap potensi penipuan digital.
Karena alasan tersebut, Taspen tetap mempertahankan layanan manual agar seluruh peserta tetap dapat menerima hak pensiunnya tanpa hambatan.
Taspen Siapkan Layanan Khusus untuk Pensiunan
Taspen juga memiliki layanan khusus bagi penerima pensiun yang belum melakukan autentikasi selama tiga bulan berturut-turut.
Petugas akan melakukan kunjungan langsung untuk memastikan kondisi peserta sekaligus memverifikasi status penerima manfaat, termasuk bagi penerima pensiun janda maupun duda.
Selain itu, layanan administrasi juga masih dilakukan secara manual untuk berbagai kebutuhan, seperti pengurusan SK pensiun, perubahan data keluarga, mutasi pembayaran pensiun hingga perpindahan domisili peserta.
Kepuasan Peserta Terus Mengalami Peningkatan
Dalam kesempatan tersebut, Rony menyampaikan bahwa indeks kepuasan peserta terhadap layanan Taspen terus meningkat dari tahun ke tahun.
Penilaian tersebut dilakukan oleh lembaga independen melalui sejumlah indikator pelayanan, mulai dari kecepatan layanan, kemudahan proses administrasi hingga kualitas pelayanan kepada peserta.
Taspen juga terus memperkuat inovasi pelayanan agar semakin mudah diakses oleh pensiunan ASN di berbagai daerah.
Kelola Dana Ratusan Triliun Rupiah
Selain pelayanan, Rony memaparkan kondisi keuangan perusahaan. Hingga 2024, aset program THT, JKK dan JKM yang dikelola Taspen mencapai sekitar Rp149,53 triliun.
Sementara dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang dikelola mencapai sekitar Rp250,77 triliun.
Mayoritas dana investasi ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN) dengan imbal hasil investasi yang diklaim berada di atas rata-rata pasar.
Rony juga mengungkapkan laba korporasi Taspen sepanjang 2024 mencapai sekitar Rp1,2 triliun, yang berasal dari pengelolaan program Tabungan Hari Tua (THT).
Ia menegaskan dua fokus utama Taspen ke depan tetap sama, yakni meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta serta menjaga optimalisasi hasil investasi guna menjamin keberlangsungan pembayaran manfaat pensiun bagi jutaan ASN di Indonesia.
Editor : Maylanni Diana Fitri