Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Dirut Taspen Beberkan Kondisi Pensiunan ASN, 65 Persen Klaim Masih Manual Meski Layanan Digital Tersedia

Maylanni Diana Fitri • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:50 WIB
Dirut Taspen mengungkap 65 persen klaim pensiunan ASN masih dilakukan secara manual meski layanan digital terus dikembangkan di seluruh Indonesia.(pinterest)
Dirut Taspen mengungkap 65 persen klaim pensiunan ASN masih dilakukan secara manual meski layanan digital terus dikembangkan di seluruh Indonesia.(pinterest)

BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – PT Taspen mengungkap fakta menarik terkait pelayanan kepada jutaan pensiunan ASN di Indonesia. Di tengah transformasi digital yang terus dilakukan, mayoritas peserta ternyata masih lebih nyaman menggunakan layanan manual dibandingkan layanan berbasis digital.

Fakta tersebut disampaikan Direktur Utama PT Taspen, Rony, saat memaparkan kinerja perusahaan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai inovasi layanan hingga kondisi pengelolaan dana pensiun yang kini mencapai ratusan triliun rupiah.

Menurut Rony, Taspen saat ini mengelola layanan bagi sekitar 7,87 juta peserta, yang terdiri atas 4,7 juta peserta aktif dan sekitar 3,1 juta penerima pensiun. Untuk menjangkau seluruh peserta tersebut, Taspen didukung 57 kantor cabang, sekitar 17 ribu titik layanan, 44 mitra bayar, hingga kehadiran petugas di Mal Pelayanan Publik.

Layanan Digital Terus Dikembangkan

Dalam beberapa tahun terakhir, Taspen terus mempercepat digitalisasi pelayanan. Berbagai fasilitas telah diperkenalkan, seperti layanan tanpa dokumen, autentikasi digital, Taspen One Hour Online Service, layanan klaim otomatis, hingga penyelesaian klaim dalam waktu satu jam.

Baca Juga: Dikira Prank, Ribuan Burung Puyuh Gratis di Blitar Diserbu Warga, Ternyata Berasal dari Peternak Bangkrut

Namun, tingginya inovasi digital belum sepenuhnya mengubah kebiasaan para pensiunan.

Rony mengungkapkan, sekitar 65 persen pengajuan klaim manfaat pensiun masih dilakukan secara manual. Hanya sekitar 35 persen peserta yang memanfaatkan layanan digital.

Karena kondisi tersebut, sekitar 70 persen dari total pegawai Taspen masih ditempatkan di kantor cabang untuk melayani peserta secara langsung.

Autentikasi Manual Masih Mendominasi

Hal serupa juga terjadi pada proses autentikasi penerima pensiun yang dilakukan setiap bulan.

Menurut Rony, baru sekitar 58 persen pensiunan memanfaatkan autentikasi digital melalui aplikasi, sedangkan sekitar 42 persen lainnya tetap memilih cara manual.

Baca Juga: Bukan Sekadar Motor Listrik, Indomobil E-Motor Tirano Tampil Beda dengan Desain Adventure Futuristik

Banyak pensiunan yang masih datang langsung ke kantor cabang atau meminta petugas Taspen melakukan kunjungan ke rumah.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kemampuan menggunakan teknologi, terutama bagi peserta lanjut usia. Selain itu, sebagian pensiunan masih merasa lebih aman menggunakan pelayanan tatap muka dibandingkan layanan digital karena khawatir menjadi korban penipuan.

Taspen Tetap Layani Pensiunan Secara Langsung

Meski digitalisasi terus diperluas, Taspen memastikan pelayanan langsung tetap dipertahankan.

Petugas Taspen secara rutin melakukan kunjungan kepada peserta yang belum melakukan autentikasi selama tiga bulan berturut-turut. Kunjungan juga dilakukan untuk memastikan status penerima manfaat, khususnya pensiunan janda maupun duda yang masih berhak menerima pensiun.

Selain itu, berbagai layanan administrasi seperti pengurusan SK pensiun, mutasi pembayaran, perubahan data keluarga hingga perpindahan domisili masih dilayani melalui kantor cabang.

Tingkat Kepuasan Peserta Terus Naik

Dalam pemaparannya, Rony juga menyebut tingkat kepuasan peserta terhadap pelayanan Taspen terus meningkat setiap tahun.

Penilaian tersebut dilakukan oleh lembaga independen melalui survei terhadap kualitas pelayanan perusahaan. Hasilnya menunjukkan tren positif seiring berbagai inovasi yang terus dilakukan Taspen dalam mempercepat proses pelayanan kepada peserta.

Dana Pensiun Kelolaan Capai Ratusan Triliun

Di sisi keuangan, Taspen mengelola aset program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) senilai sekitar Rp149,53 triliun.

Sementara dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang dipercayakan kepada Taspen mencapai sekitar Rp250,77 triliun.

Sebagian besar dana tersebut ditempatkan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Menurut Rony, strategi investasi tersebut mampu menghasilkan imbal hasil investasi yang berada di atas rata-rata pasar.

Ia juga mengungkapkan laba korporasi Taspen sepanjang 2024 mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Rony menegaskan bahwa Taspen memiliki dua fokus utama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada peserta serta mengelola investasi secara optimal agar pembayaran manfaat pensiun kepada jutaan ASN tetap terjamin secara berkelanjutan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#dirut taspen #autentikasi digital #Klaim Pensiun #taspen #Pensiunan ASN