BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Gaji pensiunan PNS Juli 2026 belum masuk ke rekening sebagian penerima manfaat. Kondisi tersebut memicu banyak pertanyaan dari para pensiunan setelah jadwal pencairan resmi dimulai pada 1 Juli 2026.
Keluhan mengenai gaji pensiunan PNS Juli 2026 belum masuk ternyata berkaitan dengan proses autentikasi melalui aplikasi Andal by Taspen yang mengalami gangguan. Sejumlah peserta mengaku gagal melakukan verifikasi sehingga pembayaran dana pensiun belum dapat diproses sebagaimana mestinya.
Menanggapi banyaknya laporan tersebut, PT Taspen memberikan penjelasan terkait penyebab gaji pensiunan PNS Juli 2026 belum masuk sekaligus mengimbau peserta agar tidak panik karena gangguan yang terjadi bersifat sementara.
Autentikasi Andal by Taspen Mengalami Gangguan
PT Taspen menjelaskan bahwa setiap awal bulan peserta diwajibkan melakukan autentikasi sebagai bagian dari proses verifikasi data penerima pensiun.
Proses tersebut dilakukan melalui aplikasi Andal by Taspen dengan metode swafoto atau selfie menggunakan ponsel.
Namun, pada awal Juli 2026 terjadi lonjakan jumlah pengguna yang mengakses aplikasi secara bersamaan. Kondisi itu menyebabkan server mengalami kepadatan sehingga sebagian peserta tidak dapat menyelesaikan proses autentikasi.
Akibatnya, muncul berbagai notifikasi error dan proses verifikasi gagal dilakukan.
Banyak Pensiunan Mengalami Kendala
Gangguan tersebut langsung memicu keluhan dari para pensiunan maupun anggota keluarga yang membantu proses autentikasi.
Beberapa peserta mengaku aplikasi menampilkan pesan bahwa data tidak ditemukan, sementara peserta lain menyebut proses autentikasi terus gagal meski sudah dilakukan berulang kali.
Keluhan serupa juga ramai disampaikan melalui kolom komentar media sosial resmi PT Taspen.
Sebagian pensiunan mengaku sebelumnya tidak pernah mengalami masalah saat melakukan autentikasi, namun kali ini aplikasi sulit diakses sejak pagi hari.
PT Taspen Akui Terjadi Kepadatan Server
Melalui layanan pelanggan, PT Taspen membenarkan bahwa sistem sedang mengalami antrean akses yang cukup tinggi.
Padatnya jumlah pengguna membuat proses autentikasi berjalan lebih lambat dibandingkan biasanya.
Karena itu, peserta diminta tetap mencoba melakukan verifikasi secara berkala hingga sistem kembali normal.
Taspen memastikan kendala tersebut bukan disebabkan perubahan mekanisme pembayaran, melainkan karena tingginya aktivitas pengguna pada awal bulan.
Disarankan Autentikasi di Jam Sepi
Sebagai langkah antisipasi, PT Taspen menyarankan peserta melakukan autentikasi pada waktu yang tidak terlalu padat.
Pensiunan dapat mencoba mengakses aplikasi pada jam istirahat siang, sore, ataupun malam hari ketika jumlah pengguna mulai berkurang.
Cara tersebut dinilai dapat meningkatkan peluang autentikasi berhasil karena beban server tidak lagi terlalu tinggi.
Peserta juga diimbau memastikan koneksi internet stabil serta menggunakan versi terbaru aplikasi Andal by Taspen.
Kenaikan Gaji Pensiunan Belum Ada Aturan Baru
Selain mempertanyakan keterlambatan pencairan dana pensiun, banyak peserta juga menanyakan kabar mengenai kenaikan gaji pensiunan.
Menanggapi hal itu, PT Taspen menegaskan bahwa hingga awal Juli 2026 pemerintah belum menerbitkan regulasi baru terkait penyesuaian gaji pensiunan.
Artinya, pembayaran pensiun yang dilakukan saat ini masih mengacu pada aturan yang berlaku sebelumnya.
PT Taspen mengimbau para pensiunan untuk hanya mengacu pada informasi resmi dari pemerintah maupun perusahaan dan tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Peserta Diminta Tetap Tenang
Meski sempat terjadi gangguan pada proses autentikasi, PT Taspen memastikan layanan tetap berjalan dan peserta dapat kembali mencoba melakukan verifikasi secara berkala.
Bagi pensiunan yang masih mengalami kendala, disarankan menghubungi layanan pelanggan atau mendatangi kantor layanan Taspen apabila diperlukan.
Dengan normalnya kembali sistem autentikasi, proses pencairan gaji pensiun diharapkan dapat berjalan lancar sehingga seluruh penerima manfaat memperoleh haknya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Editor : Maylanni Diana Fitri