BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Dana pensiun ASN 2026 kembali menjadi sorotan setelah Direktur Utama PT Taspen, Roni, memaparkan langsung kondisi terkini perusahaan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Dalam paparannya, Roni menjelaskan layanan, jumlah peserta, hingga pengelolaan dana pensiun yang kini mencapai ratusan triliun rupiah.
Paparan mengenai dana pensiun ASN 2026 menegaskan bahwa PT Taspen saat ini melayani jutaan aparatur sipil negara (ASN) aktif maupun pensiunan di seluruh Indonesia. Meski transformasi digital terus dilakukan, mayoritas peserta ternyata masih memilih layanan manual dibandingkan layanan berbasis aplikasi.
Selain membahas dana pensiun ASN 2026, Taspen juga mengungkap tantangan yang masih dihadapi, mulai dari proses autentikasi bulanan, layanan kepada pensiunan, hingga strategi investasi yang menjadi penopang keberlangsungan dana pensiun.
Taspen Layani Hampir 8 Juta Peserta
Dalam rapat tersebut, Roni menjelaskan bahwa PT Taspen saat ini melayani sekitar 7,87 juta peserta.
Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 4,7 juta peserta aktif dan 3,1 juta penerima pensiun.
Baca Juga: Autentikasi Taspen Error, Gaji Pensiunan PNS Juli 2026 Belum Cair? Ini Penjelasan Resmi PT Taspen
Untuk menjangkau seluruh peserta, Taspen mengoperasikan 57 kantor cabang, sekitar 17 ribu titik layanan, bekerja sama dengan 44 mitra bayar, serta menempatkan petugas di sejumlah Mal Pelayanan Publik di berbagai daerah.
Menurutnya, pelayanan menjadi salah satu fokus utama perusahaan selain pengelolaan investasi dana pensiun.
Layanan Digital Terus Dikembangkan
Taspen telah menghadirkan berbagai inovasi layanan berbasis digital untuk memudahkan peserta.
Beberapa di antaranya meliputi layanan tanpa dokumen, autentikasi digital melalui aplikasi Andal by Taspen, layanan klaim satu jam, layanan klaim otomatis, hingga Taspen One Hour Online Service.
Meski demikian, tingkat pemanfaatan layanan digital masih belum maksimal.
Berdasarkan data yang dipaparkan, hanya sekitar 35 persen peserta yang mengajukan klaim secara digital.
Sementara sekitar 65 persen lainnya masih datang langsung ke kantor cabang atau menggunakan mekanisme manual.
Autentikasi Digital Baru Dimanfaatkan 58 Persen
Hal serupa juga terjadi pada proses autentikasi pensiun bulanan.
Taspen mencatat baru sekitar 58 persen pensiunan yang menggunakan autentikasi digital melalui aplikasi.
Sisanya masih memilih melakukan verifikasi secara manual.
Menurut Roni, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya karena masih banyak pensiunan yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Sebagian peserta juga merasa lebih aman apabila melakukan autentikasi secara langsung di kantor cabang maupun melalui layanan kunjungan petugas.
Taspen Tetap Datangi Rumah Pensiunan
Untuk memberikan pelayanan kepada peserta yang mengalami keterbatasan, Taspen tetap menyediakan layanan kunjungan langsung.
Petugas akan mendatangi rumah pensiunan yang tidak dapat melakukan autentikasi digital maupun yang selama beberapa bulan belum melakukan verifikasi.
Selain memastikan status penerima manfaat, layanan tersebut juga digunakan untuk melakukan pembaruan data administrasi apabila diperlukan.
Taspen juga masih melayani berbagai kebutuhan administrasi seperti mutasi pembayaran pensiun, perubahan data keluarga, hingga perpindahan domisili peserta.
Kelola Dana Hingga Ratusan Triliun Rupiah
Dalam kesempatan yang sama, Roni memaparkan besarnya dana yang dikelola PT Taspen.
Aset program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) tercatat mencapai sekitar Rp149,53 triliun.
Sementara Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang dikelola mencapai sekitar Rp250,77 triliun.
Mayoritas dana tersebut ditempatkan pada instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor jangka panjang.
Menurut Taspen, strategi tersebut mampu menghasilkan tingkat imbal hasil investasi di atas rata-rata pasar.
Laba Perusahaan Tembus Rp1,2 Triliun
Selain memaparkan layanan kepada peserta, Taspen juga mengungkap capaian kinerja keuangan sepanjang 2024.
Perusahaan membukukan laba korporasi sekitar Rp1,2 triliun.
Capaian tersebut didukung oleh hasil investasi yang disebut mencapai lebih dari tujuh persen serta pengelolaan aset yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.
Melalui berbagai inovasi pelayanan dan penguatan investasi, Taspen menargetkan kualitas layanan kepada peserta ASN maupun pensiunan terus meningkat, seiring transformasi digital yang masih terus dilakukan di seluruh Indonesia.
Editor : Maylanni Diana Fitri