Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Dirut Taspen Beberkan Kondisi Dana Pensiun ASN, Ungkap Alasan Banyak Pensiunan Masih Pilih Layanan Manual

Maylanni Diana Fitri • Jumat, 3 Juli 2026 | 11:45 WIB
Dana pensiun ASN jadi sorotan setelah Dirut Taspen mengungkap layanan digital, aset lebih dari Rp400 triliun, dan fakta banyak pensiunan masih memilih layanan manual.(pinterest)
Dana pensiun ASN jadi sorotan setelah Dirut Taspen mengungkap layanan digital, aset lebih dari Rp400 triliun, dan fakta banyak pensiunan masih memilih layanan manual.(pinterest)

 

BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COMDana pensiun ASN kembali menjadi perhatian setelah Direktur Utama PT Taspen, Roni, memaparkan kondisi terkini perusahaan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Dalam kesempatan tersebut, Taspen mengungkap berbagai fakta mengenai jumlah peserta, kualitas layanan, hingga pengelolaan dana pensiun yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.

Paparan mengenai dana pensiun ASN menunjukkan bahwa transformasi digital terus dilakukan untuk mempermudah pelayanan kepada peserta. Namun, fakta di lapangan memperlihatkan sebagian besar pensiunan masih lebih nyaman menggunakan layanan manual dibandingkan aplikasi digital.

Selain itu, pembahasan mengenai dana pensiun ASN juga menyoroti strategi investasi PT Taspen, pelayanan kepada pensiunan, hingga upaya perusahaan meningkatkan kepuasan peserta dari tahun ke tahun.

Taspen Kelola Jutaan Peserta Aktif dan Pensiunan

Direktur Utama PT Taspen menjelaskan bahwa perusahaan saat ini melayani sekitar 7,87 juta peserta.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Juli 2026 Belum Masuk? PT Taspen Ungkap Penyebab Autentikasi Andal by Taspen Error

Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 4,7 juta ASN aktif dan sekitar 3,1 juta penerima pensiun yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung pelayanan, Taspen memiliki 57 kantor cabang, sekitar 17 ribu titik layanan, bekerja sama dengan 44 mitra bayar, serta menghadirkan layanan di berbagai Mal Pelayanan Publik.

Menurut Roni, pelayanan kepada peserta menjadi prioritas utama selain pengelolaan investasi dana pensiun.

Transformasi Digital Terus Berjalan

Taspen terus mengembangkan berbagai inovasi layanan berbasis digital.

Mulai dari layanan tanpa dokumen, autentikasi digital melalui aplikasi Andal by Taspen, layanan klaim otomatis, klaim satu jam, hingga Taspen One Hour Online Service.

Meski berbagai fasilitas tersebut telah tersedia, tingkat pemanfaatannya masih belum maksimal.

Data yang dipaparkan menunjukkan hanya sekitar 35 persen peserta yang mengajukan klaim secara digital.

Sebaliknya, sekitar 65 persen peserta masih datang langsung ke kantor cabang untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi.

Mayoritas Pensiunan Masih Pilih Autentikasi Manual

Fenomena serupa juga terjadi pada proses autentikasi bulanan.

Taspen mencatat sekitar 58 persen pensiunan telah menggunakan autentikasi digital melalui aplikasi.

Sementara sekitar 42 persen lainnya masih memilih proses manual.

Menurut Roni, banyak pensiunan yang belum terbiasa menggunakan teknologi sehingga merasa lebih nyaman datang langsung ke kantor Taspen maupun memanfaatkan layanan petugas di lapangan.

Faktor keamanan dan kekhawatiran terhadap penyalahgunaan teknologi juga menjadi alasan sebagian peserta belum beralih sepenuhnya ke sistem digital.

Taspen Tetap Layani Kunjungan ke Rumah

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, Taspen masih mempertahankan layanan kunjungan langsung kepada pensiunan.

Petugas akan mendatangi peserta yang tidak melakukan autentikasi selama beberapa bulan maupun mereka yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan layanan digital.

Selain melakukan verifikasi data penerima manfaat, petugas juga membantu berbagai kebutuhan administrasi seperti perubahan data keluarga, mutasi pembayaran pensiun, hingga perpindahan domisili peserta.

Layanan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Taspen dalam menjangkau seluruh peserta tanpa terkecuali.

Kelola Dana Lebih dari Rp400 Triliun

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Taspen juga memaparkan besarnya dana yang saat ini dikelola.

Aset program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) mencapai sekitar Rp149,53 triliun.

Sementara Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang dikelola nilainya mencapai sekitar Rp250,77 triliun.

Sebagian besar dana tersebut ditempatkan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang dinilai memiliki tingkat keamanan tinggi serta mampu memberikan imbal hasil yang kompetitif.

Kinerja Keuangan Terus Tumbuh

Taspen juga melaporkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2024.

Perusahaan membukukan laba korporasi sekitar Rp1,2 triliun yang ditopang hasil investasi serta pengelolaan aset secara optimal.

Selain itu, hasil survei independen juga menunjukkan tingkat kepuasan peserta terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Taspen berharap penguatan layanan digital yang dipadukan dengan pelayanan langsung kepada pensiunan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan jutaan peserta di seluruh Indonesia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Layanan Taspen #dana pensiun asn #Pensiunan ASN #komisi xi dpr ri #PT Taspen