BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Budidaya lele 40 hari panen menjadi salah satu metode yang banyak diminati karena dinilai cocok untuk pemula dengan modal relatif kecil. Dalam video Agropedia dijelaskan, keberhasilan panen cepat ditentukan oleh pemilihan bibit, pengelolaan kolam terpal, pemberian pakan, hingga manajemen kualitas air selama masa pemeliharaan.
Metode ini memanfaatkan kolam terpal yang dinilai lebih praktis dibanding kolam permanen. Selain biaya pembuatannya lebih murah, kolam terpal juga memudahkan peternak mengontrol kondisi air, kesehatan ikan, serta proses panen.
Keberhasilan budidaya lele juga bergantung pada pemilihan bibit yang tepat. Video tersebut menyebut bibit berukuran sekitar 9–12 ekor menjadi pilihan karena dinilai lebih tahan penyakit, pertumbuhannya seragam, dan memiliki peluang panen lebih cepat.
Kolam Terpal Jadi Pilihan Pemula
Kolam terpal disebut memiliki sejumlah keunggulan bagi peternak lele.
Selain mudah dibuat, kolam dapat dipindahkan apabila usaha diperluas. Pengawasan terhadap pakan, kondisi ikan, hingga penyakit juga lebih mudah dilakukan.
Kolam terpal juga membantu menjaga kualitas air sehingga lebih mudah diatur dan tidak cepat menimbulkan bau. Di sisi lain, kebutuhan lahan menjadi lebih kecil sehingga cocok diterapkan di pekarangan rumah.
Untuk kolam berdiameter sekitar dua meter, jumlah bibit yang dianjurkan berkisar 3.000 hingga 4.000 ekor agar kepadatan tetap ideal.
Persiapan Kolam Sebelum Tebar Bibit
Sebelum digunakan, peternak perlu menyiapkan kolam beserta perlengkapannya.
Peralatan yang disebutkan dalam video meliputi kolam terpal, kerangka penyangga dari bambu, kayu, besi atau batu bata, serta tali, kawat, dan paku sebagai pengikat.
Bagian dalam terpal juga perlu dibilas menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa kotoran maupun zat kimia. Setelah itu, kolam dikeringkan selama beberapa hari sebelum diisi air dan digunakan.
Lokasi kolam disarankan berada di tempat yang teduh serta memiliki sumber air yang memadai.
Bibit Lele Mutiara Disarankan untuk Pembesaran
Dalam video dijelaskan bahwa bibit berukuran 7 hingga 9 sentimeter menjadi pilihan ideal untuk masa pembesaran.
Jenis lele mutiara direkomendasikan karena disebut memiliki pertumbuhan lebih cepat dibanding lele lokal maupun lele Sangkuriang.
Peternak juga diminta memilih bibit yang sehat, tidak cacat, tidak memiliki luka, warna tubuh cerah, gerakannya aktif, serta memiliki ukuran yang seragam agar pertumbuhan ikan lebih merata.
Cara Penebaran Bibit yang Benar
Sebelum ditebar ke kolam, suhu air dalam wadah bibit perlu disesuaikan dengan suhu air kolam.
Cara tersebut dilakukan agar bibit tidak mengalami stres akibat perubahan lingkungan secara mendadak.
Kepadatan tebar yang disarankan sekitar 100 hingga 200 ekor per meter persegi. Sebagai contoh, kolam berukuran 2 x 3 meter dapat diisi sekitar 1.000 ekor bibit.
Perawatan Air dan Pemberian Pakan
Perawatan rutin menjadi kunci keberhasilan budidaya.
Pada bulan pertama dan kedua, penggantian air dilakukan satu kali. Memasuki bulan ketiga, frekuensi penggantian meningkat menjadi dua kali dalam seminggu karena populasi ikan semakin padat.
Saat mengganti air, kolam cukup disisakan sekitar 30 persen air, kemudian diisi kembali hingga penuh melalui percikan dari bagian atas. Proses ini dianjurkan dilakukan pada pagi atau sore hari.
Pakan diberikan tiga kali sehari, yaitu sekitar pukul 07.00, 17.00, dan 22.00. Jenis pakan harus disesuaikan dengan ukuran mulut ikan dan memiliki kandungan nutrisi yang mencukupi, seperti pelet atau cacing.
Video juga mengingatkan agar tidak memberikan pakan saat hujan karena dapat memengaruhi kualitas pakan.
Penyebab Budidaya Lele Gagal
Beberapa faktor disebut menjadi penyebab kegagalan budidaya.
Di antaranya pengendalian hama dan penyakit yang kurang baik, persiapan kolam yang tidak matang, tidak memberikan pakan tambahan, tidak memisahkan ukuran ikan, serta buruknya manajemen kualitas air.
Selain itu, pemberian vitamin juga disebut menjadi salah satu faktor pendukung agar pertumbuhan ikan tetap optimal.
Panen Dilakukan Setelah Ukuran Konsumsi
Video menjelaskan lele dapat dipanen setelah mencapai ukuran konsumsi sekitar 200 hingga 250 gram per ekor dengan panjang sekitar 15 hingga 20 sentimeter.
Panen dapat dilakukan secara sortir maupun sekaligus sesuai kebutuhan pasar.
Sebelum dipanen, air kolam disurutkan agar ikan berkumpul dan lebih mudah ditangkap. Setelah itu, ikan dibilas menggunakan air bersih untuk menghilangkan bau lumpur sebelum dipasarkan.
Editor : M. Helmi Nurhisam