BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Kawasan wisata Gunung Kelud Kediri kini resmi dibuka kembali untuk seluruh masyarakat setelah sempat ditutup total sejak pertengahan tahun 2020. Destinasi alam legendaris di Kabupaten Kediri ini sebelumnya ditutup akibat dampak awal pandemi Covid-19. Kini, para pelancong bisa kembali menikmati keindahan panorama kawah vulkanis yang sangat memukau secara langsung.
Bagi Anda yang rindu keindahan alam, wisata Gunung Kelud Kediri menyajikan petualangan yang sangat menantang. Wisatawan disarankan memulai perjalanan sejak dini hari agar bisa menikmati suasana terbaik di puncak gunung. Berdasarkan pengalaman pengunjung asal Malang, mereka sengaja berangkat pukul 03.30 WIB demi mengejar momen matahari terbit.
Rombongan pelancong tersebut akhirnya tiba di area wisata Gunung Kelud Kediri sekitar pukul 07.00 pagi hari. Waktu pagi hari dinilai sebagai saat terbaik sebelum pancaran sinar matahari terlalu terik dan menyilaukan pandangan. Udara pegunungan yang sangat bersih dan sejuk juga menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.
Baca Juga: Honda Brio Satya CVT Masih Sulit Dikalahkan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya yang Wajib Diketahui
Tarif Ojek Terbaru dan Akses Jalan Menuju Kelud
Akses jalan menuju kawah utama kini sudah mengalami perbaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jalur tebing yang dahulu didominasi pasir rusak kini telah diperkeras dengan menggunakan lapisan beton cor. Infrastruktur jalan yang mulus ini membuat perjalanan para wisatawan menuju area atas menjadi jauh lebih nyaman.
Meskipun jalanan sudah dicor, kendaraan roda empat hanya diperbolehkan parkir di batas maksimal area bawah yang telah ditentukan. Di area parkir mobil ini, pengunjung dapat menemukan fasilitas tempat cuci tangan serta berbagai warung makan lokal. Bagi pengendara mobil matic seperti Daihatsu Sirion tahun 2011, kendaraan dipastikan aman asalkan muatan tidak terlalu penuh.
Untuk menuju kawah, wisatawan sangat disarankan menggunakan jasa transportasi roda dua yang dikelola oleh paguyuban ojek setempat. Jarak dari batas parkir mobil menuju area atas kawah adalah sekitar 5 kilometer dengan medan jalan berkelok. Tarif ojek Gunung Kelud ditetapkan sebesar Rp40.000 per orang untuk rombongan banyak, atau Rp50.000 per orang jika pergi sendiri.
Pesona Kawah Gunung Kelud dan Spot Foto Terhits
Setibanya di area atas setelah berkendara sejauh 5 kilometer bersama ojek, pengunjung harus berjalan kaki melewati terowongan ikonik. Terowongan kuno bernama Inlet Ganesha ini menjadi pintu masuk utama yang mengarahkan langkah kaki pelancong langsung menuju kawah. Begitu keluar dari terowongan, pemandangan luar biasa dari kawah aktif dengan kepulan asap langsung menyambut pengunjung.
Kawasan kawah Gunung Kelud menawarkan panorama air danau kawah yang memancarkan uap belerang akibat suhu air yang hangat. Selain kawah utama, area ini dikelilingi oleh pemandangan megah Gunung Gajah Mungkur dan Gunung Sumbing yang tampak berdiri kokoh. Tebing-tebing batu raksasa berwarna gelap di sekeliling kawah menambah kesan dramatis dari keindahan alam vulkanis tersebut.
Bagi pencinta fotografi, spot foto Gunung Kelud terbaik berada di area bawah tebing batu yang menghadap langsung ke arah kawah. Pengunjung disarankan menggunakan sepatu khusus trekking atau hiking karena kontur tanah yang berpasir dan sedikit licin. Momen paling epik untuk mengambil gambar adalah sekitar pukul 05.30 WIB pagi saat kabut perlahan terangkat oleh sinar matahari.
Regulasi Ketat dan Fasilitas di Kawasan Wisata
Baca Juga: Honda Brio Satya CVT Masih Sulit Dikalahkan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya yang Wajib Diketahui
Demi menjaga keselamatan bersama, pihak pengelola menerapkan sejumlah aturan ketat bagi seluruh wisatawan yang datang berkunjung. Batas maksimal kunjungan di area wisata ini dibatasi hanya sampai pukul 17.00 atau jam 5 sore saja. Pengunjung juga diwajibkan untuk segera turun dari area kawah apabila cuaca mulai memburuk, turun hujan, atau kabut tebal mulai turun.
Selain itu, terdapat larangan keras bagi siapa pun untuk turun mendekati bibir air kawah demi menghindari gas berbahaya. Wisatawan juga dilarang keras untuk memetik, membawa pulang, ataupun merusak bunga edelweis liar yang tumbuh di sekitar pegunungan. Untuk fasilitas penunjang, pengelola telah menyediakan beberapa gazebo nyaman sebagai tempat istirahat serta warung makan seperti Warung Bu Endang.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula