BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Keindahan destinasi wisata kawah Gunung Kelud menjadi salah satu pesona alam eksotis paling populer di Jawa Timur yang wajib dikunjungi pelancong. Secara geografis, gunung berapi aktif ini terletak di perbatasan tiga wilayah sekaligus, yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang. Bagi para wisatawan yang ingin menikmati panorama danau kawah pasca-erupsi, akses paling umum yang dapat dilalui adalah dari wilayah Kabupaten Kediri melalui Kecamatan Ngancar.
Perjalanan bertualang menuju titik kawah eksotis ini menawarkan petualangan yang sangat berkesan bagi para pencinta alam luar ruangan. Akses infrastruktur yang sudah tertata dengan baik membuat destinasi alam ini sangat ramah bagi pengunjung segala usia. Pemandangan tebing batu yang megah sepanjang jalur treking dipastikan akan membayar lunas seluruh rasa lelah.
Bagi Anda yang berencana menghabiskan waktu libur di sini, berikut ulasan lengkap panduan perjalanan, biaya tiket masuk terbaru, hingga tips rute terbaik di lokasi.
Baca Juga: Argentina Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Inggris dan Prancis Berebut Posisi Ketiga
Biaya Tiket Masuk dan Akses Pilihan Kendaraan
Untuk memulai perjalanan menuju objek wisata kawah Gunung Kelud, wisatawan dapat mengarahkan peta digital menuju titik Gerbang Kawasan Wisata Gunung Kelud via Desa Sugiwaras. Berdasarkan dokumentasi perjalanan terbaru, biaya loket masuk di gerbang utama untuk rombongan empat orang dengan tiga sepeda motor dikenakan tarif Rp49.000. Jika dihitung per individu, rincian biaya yang dikeluarkan berkisar antara Rp13.000 hingga Rp14.000 per orang untuk kendaraan roda dua.
Setelah melewati loket utama, pengunjung cukup berkendara mengikuti jalur aspal hingga tiba di area penataan parkir. Di kawasan ini terdapat dua titik pemberhentian, yakni parkiran pertama yang dipenuhi deretan warung kuliner serta parkiran kedua yang menjadi batas akhir kendaraan pribadi. Pengunjung disarankan langsung mengarahkan kendaraan ke area parkiran kedua agar jarak menuju kawah menjadi lebih dekat. Di sekitar lokasi parkir terakhir ini, wisatawan diimbau waspada menjaga barang bawaan karena banyak terdapat kawanan monyet liar.
Dari titik parkir terakhir, petualangan menuju kawah dapat ditempuh dengan dua metode, yaitu berjalan kaki atau memanfaatkan jasa ojek. Tarif ojek dari area parkir atas dikenakan biaya sebesar Rp30.000, sedangkan jika menyewa ojek dari titik parkir bawah kawasan warung biayanya Rp40.000. Bagi pengunjung yang menyukai olahraga ringan, opsi berjalan kaki santai menjadi pilihan yang sangat menyenangkan.
Kondisi Jalur Treking dan Spot Foto Eksotis
Medan treking awal yang dilalui oleh para pejalan kaki didominasi oleh jalan cor semen yang terbilang cukup nyaman dan didominasi jalur landai. Jalur ini dibuat menyatu dengan rute operasional sepeda motor ojek lokal. Bagi wisatawan yang tidak terbiasa melakukan aktivitas pendakian gunung, rute jalan kaki sepanjang jalur cor ini akan terasa lumayan menguras stamina.
Sepanjang perjalanan menanjak, kemegahan pemandangan tebing Gunung Kelud sudah mulai terlihat jelas di sisi kanan dan kiri. Wisatawan dapat menjumpai beberapa spot foto menarik berlatar belakang tebing pegunungan yang sangat estetik. Salah satu spot foto bahkan menampilkan pemandangan air terjun alami yang mengalir di celah dinding tebing batu. Pengunjung wajib mematuhi papan peringatan untuk tidak berdiri terlalu dekat di tepi tebing karena kondisinya sangat curam dan berbahaya.
Mendekati area atas, pejalan kaki akan disambut oleh gerbang selamat datang penanda rute pendakian via Desa Sugiwaras. Di area ini terdapat pos pendaftaran untuk jalur pendakian baru menuju Puncak Keliran atau Puncak Welirang. Jalur khusus pendakian baru tersebut memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit dengan elevasi menanjak tajam sehingga diwajibkan menggunakan jasa pemandu (guide). Namun, bagi wisatawan reguler yang hanya ingin melihat kawah, jalur tetap berlanjut memutari tebing tanpa perlu mendaki area ekstrem.
Baca Juga: Argentina Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Inggris dan Prancis Berebut Posisi Ketiga
Batas Akhir Ojek dan Keindahan Danau Kawah Pasca-Erupsi
Setelah menyelesaikan rute jalan cor semen, karakteristik medan perjalanan akan berubah menjadi hamparan pasir hitam dan kerikil berbatu. Pada titik ini, wisatawan dihadapkan pada dua pilihan jalur, yakni masuk melewati lorong terowongan atau berjalan melintasi rute terbuka di sebelahnya. Pengunjung sangat disarankan untuk mengambil jalur luar di sebelah terowongan demi keamanan dan kenyamanan. Jalur terowongan memiliki kondisi yang cenderung gelap serta pengap, serta menjadi jalur utama lalu lalang motor ojek.
Titik akhir jalan luar ini terhubung langsung dengan area pangkalan parkir bagi para tukang ojek yang membawa penumpang dari bawah. Total durasi waktu berjalan kaki santai dari parkiran kedua hingga tiba di tepi area pintu keluar motor kawah adalah sekitar 45 menit perjalanan. Jam operasional jalan kaki ini tergolong singkat karena waktu tempuh total pergi-pulang tidak sampai memakan waktu satu jam.
Rasa lelah berjalan kaki seketika sirna saat menyaksikan eksotisme pemandangan Danau Kawah Gunung Kelud secara langsung dari dekat. Danau kawah yang luas ini terbentuk secara alami akibat fenomena erupsi dahsyat yang melanda kawasan tersebut pada tahun 2014 silam. Letusan besar tersebut menghancurkan kubah anak Gunung Kelud yang awalnya berdiri di tengah kawah, lalu mengubah wujudnya menjadi cekungan danau yang cantik.
Air kawah tersebut memiliki keunikan visual berupa gradasi warna hijau tosca memukau yang berpadu dengan latar belakang kemegahan dinding Puncak Sumbing dan Puncak Karangrejo. Meskipun pemandangannya sangat indah, wisatawan dilarang keras melintasi pagar pembatas untuk turun mendekati tebing batu demi keselamatan diri.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula