JAKARTA – Arah rezeki berdasarkan weton menurut Primbon Jawa masih menjadi pedoman yang dipercaya sebagian masyarakat untuk menentukan arah terbaik dalam mencari nafkah. Kepercayaan turun-temurun ini diyakini dapat membantu pelaku usaha memperoleh keuntungan lebih besar apabila arah usaha maupun aktivitas mencari rezeki disesuaikan dengan weton kelahiran.
Primbon Jawa menyebut setiap weton memiliki arah rezeki yang berbeda. Pedoman tersebut kerap dijadikan referensi oleh pemilik warung makan, pengemudi ojek online, pedagang keliling, hingga nelayan yang aktivitasnya bergantung pada lokasi dan arah perjalanan.
Menurut Primbon Jawa, arah rezeki dapat diterapkan pada lokasi usaha, posisi meja kasir, hingga arah saat berangkat mencari nafkah. Diyakini, keselarasan antara weton dan arah rezeki dapat meningkatkan peluang memperoleh keberuntungan.
Kelompok arah timur dan barat meliputi weton Minggu Wage, Minggu Kliwon, Minggu Pahing, Minggu Pon, Selasa Pon, Kamis Wage, Kamis Legi, Kamis Pon, dan Kamis Pahing.
Sementara arah timur dan utara diperuntukkan bagi Minggu Legi dan Rabu Kliwon.
Arah selatan dan utara meliputi Senin Wage, Senin Legi, Senin Pahing, Selasa Wage, Selasa Legi, Selasa Pahing, serta Sabtu Pahing.
Baca Juga: IHSG Anjlok 1,34 Persen Ditengah Sentimen Tarif Trump dan Konflik Timur Tengah yang Panas
Adapun arah utara dan barat mencakup Rabu Wage, Rabu Pahing, dan Rabu Pon.
Untuk arah barat dan selatan berlaku bagi Jumat Wage, Jumat Kliwon, Sabtu Kliwon, serta Sabtu Legi.
Kemudian arah barat diperuntukkan bagi Jumat Legi, Jumat Pahing, dan Jumat Pon.
Sementara arah selatan disebut cocok bagi pemilik weton Sabtu Wage.
Sedangkan arah selatan dan timur meliputi Senin Kliwon, Selasa Kliwon, Kamis Kliwon, dan Sabtu Pon.
Di bagian akhir daftar, arah selatan dan barat kembali disebut berlaku untuk Sabtu Kliwon dan Sabtu Legi.
Selain arah rezeki, Primbon Jawa juga menjelaskan waktu yang dianggap paling baik untuk mencari nafkah berdasarkan hari Masehi.
Pada hari Minggu, rezeki disebut cenderung besar sejak pagi hingga menjelang siang sebelum berangsur menurun saat sore.
Hari Senin justru sebaliknya. Rezeki relatif kecil pada pagi hari, kemudian meningkat hingga menjelang matahari terbenam.
Hari Selasa digambarkan memiliki arah rezeki dari timur pada pagi hari yang bergeser ke arah barat saat siang. Waktu terbaik disebut berada pada sore hari.
Sementara hari Rabu memiliki pola serupa, yakni peluang lebih besar di arah barat ketika siang hingga sore.
Pada hari Kamis, peluang rezeki disebut baik pada pagi hari di arah timur, sempat menurun saat siang, kemudian kembali membesar setelah sore di arah barat.
Adapun hari Jumat dan Sabtu digambarkan memiliki rezeki yang kecil pada pagi hari di arah timur, lalu meningkat ke arah barat menjelang siang hingga sore.
Kepercayaan mengenai arah rezeki berdasarkan weton masih dilestarikan sebagian masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya Jawa. Namun, keyakinan tersebut bukan merupakan kepastian, melainkan hanya pedoman yang dipercaya oleh sebagian orang.
Pada akhirnya, keberhasilan seseorang tetap ditentukan oleh kerja keras, usaha, doa, dan sikap tawakal. Primbon Jawa dapat dijadikan referensi budaya, sedangkan hasil akhir tetap bergantung pada ikhtiar setiap individu.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha