BLITAR - Kuliner legendaris Blitar menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat wisatawan betah menjelajahi Kota Proklamator. Tak hanya menawarkan cita rasa khas yang diwariskan turun-temurun, kota ini juga menyuguhkan perpaduan wisata sejarah dan kuliner yang saling melengkapi dalam satu perjalanan.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi autentik Kota Blitar, berburu kuliner legendaris Blitar bisa menjadi pilihan menarik. Mulai dari nasi pecel yang telah bertahan puluhan tahun hingga sayur tewel dengan cita rasa rumahan, semuanya menyimpan cerita panjang yang tetap lestari hingga sekarang.
Perjalanan wisata di Blitar pun terasa semakin lengkap karena setiap destinasi kuliner berada tidak jauh dari sejumlah ikon sejarah. Dengan begitu, wisatawan dapat menikmati hidangan khas sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya yang dimiliki kota ini.
Nasi Pecel Legendaris Jadi Menu Pembuka
Perjalanan kuliner dimulai dari Nasi Pecel Mbok Bari, salah satu tempat makan yang telah dikenal masyarakat sejak 1964. Rumah makan ini menawarkan pecel dengan bumbu kacang bercita rasa medok yang menjadi ciri khasnya.
Selain nasi pecel, pengunjung juga dapat memilih berbagai lauk pendamping seperti tahu, tempe, telur hingga aneka olahan ikan bersantan. Pilihan menu yang beragam membuat rumah makan tersebut tetap menjadi favorit wisatawan maupun warga lokal.
Keberadaan beberapa cabang menunjukkan kuliner ini masih mempertahankan popularitasnya di tengah berkembangnya berbagai tempat makan modern.
Wisata Sejarah Melengkapi Perjalanan
Usai menikmati sarapan, perjalanan berlanjut menuju Istana Gebang, rumah masa muda Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Bangunan bersejarah yang dibangun pada abad ke-19 itu masih mempertahankan berbagai perabot asli yang menghadirkan suasana masa lampau.
Pengunjung dapat melihat ruang tamu, kamar keluarga hingga kamar Bung Karno yang tetap dirawat dengan baik. Suasana di dalam rumah terasa tenang sehingga menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan sekadar mengunjungi bangunan bersejarah biasa.
Tak jauh dari lokasi tersebut terdapat Makam Bung Karno yang menjadi salah satu destinasi wisata religi paling ramai di Blitar. Di kawasan ini juga tersedia perpustakaan serta sentra UMKM yang menawarkan berbagai oleh-oleh khas daerah.
Alun-Alun Kota Jadi Tempat Singgah
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Alun-Alun Kota Blitar. Kawasan ruang terbuka hijau ini menjadi tempat favorit masyarakat untuk beristirahat setelah beraktivitas.
Pepohonan rindang menghadirkan suasana teduh, meski pada jam-jam tertentu kondisi alun-alun cukup ramai oleh pengunjung. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat tempat ini mudah dijangkau dari berbagai objek wisata.
Bagi wisatawan, alun-alun juga menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati suasana kota sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
Candi Penataran Simpan Jejak Kerajaan
Destinasi berikutnya adalah Candi Penataran yang berada di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur ini diperkirakan mulai dibangun pada masa Kerajaan Kediri sekitar abad ke-12 dan terus digunakan hingga era Majapahit.
Relief-relief yang masih terjaga dengan baik menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Pengunjung dapat menyusuri area candi yang luas sambil menikmati detail arsitektur batu yang masih terlihat jelas.
Bangunan utama candi juga dapat dinaiki sehingga wisatawan memperoleh pemandangan menyeluruh kompleks cagar budaya tersebut. Saat cuaca cerah, panorama sekitar terlihat semakin memikat.
Sayur Tewel Jadi Penutup Wisata Kuliner
Menjelang akhir perjalanan, wisata kuliner ditutup dengan menikmati hidangan di Warung Tewel Bu Martumi. Rumah makan ini dikenal karena menyajikan sayur tewel khas Blitar dengan konsep prasmanan.
Pengunjung bebas memilih nasi dan lauk sesuai selera, mulai dari ikan patin berukuran besar, tahu, tempe, telur hingga berbagai pelengkap lainnya. Kuah santan yang gurih berpadu dengan rasa manis alami nangka muda menciptakan cita rasa yang khas.
Ikan patin berbumbu rempah menjadi salah satu menu favorit karena memiliki rasa gurih dengan perpaduan manis dan pedas yang seimbang. Suasana rumah makan yang sederhana justru memberikan kesan hangat layaknya menikmati hidangan di rumah sendiri.
Perjalanan sehari di Blitar menunjukkan bahwa kota ini bukan hanya kaya akan sejarah, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang tetap bertahan lintas generasi. Perpaduan wisata sejarah, ruang publik, hingga sajian tradisional menjadikan Blitar sebagai destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisata di Jawa Timur.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Loyal Trip Adventure