Kuliner Legendaris Blitar Bikin Wisata Makin Berkesan, Pecel Sejak 1964 hingga Tewel Otentik Jadi Favorit

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Kuliner legendaris Blitar menghadirkan pengalaman wisata lengkap, mulai nasi pecel sejak 1964 hingga sayur tewel khas yang berpadu dengan destinasi sejarah Kota Blitar. (PINTEREST)
Kuliner legendaris Blitar menghadirkan pengalaman wisata lengkap, mulai nasi pecel sejak 1964 hingga sayur tewel khas yang berpadu dengan destinasi sejarah Kota Blitar. (PINTEREST)

BLITAR – Kuliner legendaris Blitar menjadi daya tarik yang sulit dipisahkan dari pesona Kota Proklamator. Tidak hanya menawarkan beragam destinasi bersejarah, Blitar juga menghadirkan cita rasa khas yang diwariskan turun-temurun dan masih bertahan hingga sekarang.

Bagi wisatawan yang datang dari berbagai daerah, kuliner legendaris Blitar menjadi pilihan utama untuk melengkapi perjalanan. Mulai dari nasi pecel yang telah berdiri sejak puluhan tahun lalu hingga sajian sayur tewel dengan lauk ikan patin berukuran besar, semuanya menghadirkan pengalaman kuliner yang autentik.

Perpaduan wisata sejarah dan kuliner legendaris Blitar membuat kota ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan destinasi lain di Jawa Timur. Setiap hidangan tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang tradisi masyarakat setempat.

Baca Juga: Arti Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Simak Cara Menghitung Hari yang Diyakini Perlu Dihindari Leluhur

Pecel Legendaris Jadi Menu Wajib Saat Berkunjung

Perjalanan kuliner dimulai dengan menikmati sarapan di salah satu warung nasi pecel yang telah dikenal luas masyarakat, yakni Nasi Pecel Mbok Bari. Warung ini sudah berdiri sejak 1964 dan kini telah berkembang menjadi beberapa cabang.

Sepiring nasi pecel disajikan dengan bumbu kacang yang kental dan kaya rempah. Cita rasanya dikenal medok, menghadirkan perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas yang menjadi ciri khas pecel Blitar.

Selain nasi pecel, pengunjung juga dapat memilih berbagai menu pendamping seperti mangut, aneka ikan bersantan, hingga beragam lauk tradisional yang disajikan setiap hari. Pilihan tersebut membuat tempat makan ini tetap ramai dikunjungi wisatawan maupun warga lokal.

Keberadaan rumah makan yang mampu bertahan lebih dari enam dekade menunjukkan bahwa resep tradisional masih menjadi favorit masyarakat di tengah berkembangnya berbagai kuliner modern.

Menikmati Sejarah Kota Blitar

Usai menikmati sajian khas, perjalanan berlanjut menuju Istana Gebang, rumah masa muda Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Bangunan yang dibangun pada 1884 itu pernah menjadi tempat tinggal keluarga Soekarno pada 1917 hingga 1919. Di dalamnya masih tersimpan berbagai ruangan, foto, perabot, hingga koleksi yang menggambarkan kehidupan keluarga Bung Karno pada masa itu.

Suasana di dalam rumah terasa teduh dan tenang. Pengunjung diwajibkan melepas alas kaki sebelum memasuki bangunan untuk menjaga kebersihan sekaligus kelestarian situs sejarah tersebut.

Tak jauh dari lokasi itu terdapat Makam Bung Karno yang menjadi salah satu tujuan wisata religi di Blitar. Kawasan tersebut juga dilengkapi perpustakaan serta sentra UMKM yang menawarkan beragam makanan dan oleh-oleh khas daerah.

Candi Penataran Menyimpan Jejak Peradaban

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Candi Penataran di Kecamatan Nglegok. Kompleks candi terbesar di Jawa Timur ini menjadi salah satu peninggalan penting dari masa Kerajaan Kediri hingga Majapahit.

Candi Penataran atau Candi Palah diperkirakan mulai dibangun sekitar tahun 1200 Masehi pada masa Raja Srengga dan terus digunakan hingga masa pemerintahan Wikramawardhana dari Kerajaan Majapahit.

Kompleks candi memiliki area yang luas dengan relief-relief yang masih terlihat jelas. Detail ukiran batu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Nusantara.

Dari bagian paling tinggi candi, pengunjung dapat menikmati panorama kawasan sekitar yang terbuka. Saat cuaca cerah, pemandangan di lokasi tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pecinta wisata sejarah.

Sayur Tewel Jadi Penutup Wisata Kuliner

Baca Juga: Arti Nogo Dino Menurut Primbon Jawa, Simak Cara Menghitung Hari yang Diyakini Perlu Dihindari Leluhur

Menjelang akhir perjalanan, wisata kuliner ditutup dengan menikmati hidangan di Warung Tewel Bu Martumi yang telah lama dikenal masyarakat.

Konsep prasmanan membuat pengunjung dapat memilih sendiri nasi, sayur, serta lauk sesuai selera. Menu andalannya adalah sayur tewel bercita rasa gurih dengan kuah santan yang dipadukan bersama tahu, tempe, telur, maupun kentang.

Lauk ikan patin berukuran besar menjadi pelengkap favorit. Bumbunya meresap dengan cita rasa gurih, manis, dan sedikit pedas sehingga cocok disantap bersama nasi hangat.

Suasana warung yang sederhana justru menghadirkan kesan akrab layaknya makan di rumah sendiri. Proses memasak masih menggunakan cara tradisional sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.

Perjalanan menyusuri Kota Blitar akhirnya memperlihatkan bahwa wisata bukan hanya tentang mengunjungi tempat-tempat terkenal. Kota ini menghadirkan pengalaman yang memadukan sejarah, budaya, dan kekayaan kuliner dalam satu perjalanan.

Mulai dari menikmati nasi pecel legendaris, menyusuri jejak Bung Karno di Istana Gebang, mengagumi kemegahan Candi Penataran, hingga menutup hari dengan semangkuk sayur tewel hangat, semuanya menjadi bagian dari pengalaman yang membuat Blitar layak masuk daftar destinasi wisata di Jawa Timur.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Loyal Trip Adventure
Warung Tewel Bu Martumi candi penataran kuliner legendaris Blitar wisata blitar nasi pecel blitar