Kuliner Legendaris Blitar yang Wajib Dicoba, Dari Soto Bu Ing hingga Tewel Bu Umi yang Melegenda

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:55 WIB
Kuliner legendaris Blitar menawarkan cita rasa autentik mulai dari Soto Bu Ing, Tewel Bu Umi, sate bekicot, hingga es pleret yang masih mempertahankan resep tradisional. (PINTEREST)
Kuliner legendaris Blitar menawarkan cita rasa autentik mulai dari Soto Bu Ing, Tewel Bu Umi, sate bekicot, hingga es pleret yang masih mempertahankan resep tradisional. (PINTEREST)

BLITAR – Kuliner legendaris Blitar selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Proklamator. Tak hanya dikenal sebagai kota tempat dimakamkannya Presiden pertama RI, Soekarno, Blitar juga memiliki beragam sajian tradisional yang masih bertahan selama puluhan tahun dengan cita rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain.

Perjalanan menikmati kuliner legendaris Blitar bisa dimulai sejak pagi hari. Beragam menu khas yang menjadi makanan sehari-hari masyarakat menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari soto bercita rasa manis hingga olahan tewel yang dimasak menggunakan resep turun-temurun.

Selain mengenyangkan, kuliner legendaris Blitar juga mencerminkan kekayaan budaya lokal. Banyak warung yang masih mempertahankan teknik memasak tradisional menggunakan kayu bakar sehingga menghasilkan aroma khas yang menjadi ciri tersendiri.

Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Ini Panduan Hari dan Pasaran yang Diyakini Membawa Keberuntungan

Soto Bu Ing, Sarapan Favorit dengan Cita Rasa Manis

Destinasi pertama yang layak dikunjungi adalah Soto Bu Ing, salah satu warung yang cukup dikenal masyarakat Blitar. Lokasinya berada di kawasan Jembatan Ireng atau Jembatan Hitam.

Keunikan soto ini terletak pada kuahnya yang dipadukan dengan kecap bercita rasa manis khas. Selain irisan daging sapi, semangkuk soto juga dilengkapi kecambah yang memberikan sensasi renyah ketika disantap.

Porsinya memang tidak terlalu besar, tetapi cukup pas sebagai menu sarapan. Rasa gurih kuah berpadu dengan dominasi manis dari kecap menciptakan karakter yang berbeda dibandingkan soto dari daerah lain.

Tewel Bu Umi, Kuliner Lawas Sejak 1960

Usai menikmati soto, perjalanan berlanjut menuju Warung Tewel Bu Umi yang telah beroperasi sejak 1960.

Warung ini dikenal dengan sajian lodeh tewel atau nangka muda yang dimasak menggunakan santan. Pengunjung dapat mengambil nasi dan sayur sendiri, sedangkan lauk seperti ayam disajikan sesuai pilihan.

Kuah santan yang creamy menjadi daya tarik utama. Rasanya didominasi gurih dan sedikit manis dengan tingkat kepedasan yang tidak berlebihan sehingga tetap nyaman dinikmati berbagai kalangan.

Ayam yang disajikan juga memiliki cita rasa kuat karena bumbunya meresap hingga ke bagian dalam. Menariknya, proses memasak di warung ini masih menggunakan kayu bakar sehingga menghadirkan aroma smoky alami yang memperkaya rasa masakan.

Sate Bekicot Jadi Sajian Unik Khas Blitar

Blitar juga memiliki kuliner yang cukup unik, yakni sate bekicot. Hidangan ini banyak dijumpai di kawasan pedesaan dengan deretan warung yang menjual menu serupa.

Bekicot diolah menggunakan bumbu rempah sehingga menghasilkan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas. Proses pengolahan yang tepat membuat daging bekicot tidak berbau tanah maupun amis.

Bagi penikmat kuliner tradisional, sate bekicot menjadi salah satu menu yang menawarkan pengalaman rasa berbeda sekaligus memperlihatkan kekayaan kuliner khas Blitar.

Menyegarkan Dahaga dengan Es Pleret

Setelah menikmati berbagai makanan berbumbu, es pleret menjadi pilihan tepat untuk menyegarkan tubuh.

Minuman tradisional ini dibuat dari tepung beras yang dibentuk bulat-bulat, kemudian disajikan bersama santan, gula jawa, dawet, dan es batu.

Perpaduan rasa manis gula jawa dan gurih santan menghasilkan minuman yang menyegarkan sekaligus cukup mengenyangkan. Harga yang terjangkau membuat es pleret masih menjadi favorit masyarakat hingga sekarang.

Menutup Hari dengan Ragam Kuliner Malam

Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Ini Panduan Hari dan Pasaran yang Diyakini Membawa Keberuntungan

Saat malam tiba, kawasan kuliner di sekitar stadion menjadi tempat yang ramai dikunjungi.

Beberapa menu yang dapat dinikmati antara lain sompil, soto daging, lupis, hingga kolak roti.

Sompil merupakan hidangan berbahan lontong yang dipadukan sayur lodeh, bubuk kedelai, dan kerupuk. Rasanya gurih dengan sedikit sentuhan manis dari kuah santan.

Sementara itu, soto daging kembali menghadirkan karakter rasa khas Blitar yang didominasi kecap manis pekat. Cita rasanya berbeda dengan soto di daerah lain karena menawarkan perpaduan manis dan gurih yang seimbang.

Sebagai penutup, kolak roti menjadi pilihan pencuci mulut yang sederhana namun nikmat. Kuah santan berpadu dengan gula menghasilkan rasa manis yang tidak berlebihan sehingga tetap nyaman disantap.

Secara keseluruhan, perjalanan mencicipi kuliner di Blitar memperlihatkan kekayaan cita rasa lokal yang masih dipertahankan hingga kini. Dominasi rasa manis, penggunaan santan, serta teknik memasak tradisional menjadi ciri khas yang membedakan kuliner kota ini dengan daerah lain di Jawa Timur. Tak heran jika berbagai warung legendaris tersebut terus menjadi tujuan wisata kuliner bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati cita rasa autentik Blitar.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : exploRAYtion
es pleret Blitar Soto Bu Ing Tewel Bu Umi sate bekicot Blitar kuliner legendaris Blitar