BLITAR - Rambut Monte Blitar menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan perpaduan keindahan telaga, nilai sejarah, dan suasana asri di kaki pegunungan. Berada di kawasan yang masih alami, tempat ini dikenal dengan air telaga yang sangat jernih serta keberadaan ikan-ikan langka yang hidup bebas di dalamnya.
Tak hanya menawarkan panorama alam, Rambut Monte Blitar juga memiliki nilai budaya yang masih terjaga hingga sekarang. Di kawasan ini berdiri Candi Rambut Monte yang masih dimanfaatkan sebagai tempat ibadah umat Hindu pada hari-hari keagamaan tertentu. Kombinasi wisata alam dan cagar budaya menjadikan lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Keunikan lain dari Rambut Monte Blitar adalah keberadaan puluhan ikan berukuran besar yang kerap disebut masyarakat sebagai "ikan dewa". Pengunjung dapat melihat ikan-ikan tersebut berenang di air berwarna biru kehijauan yang menjadi ciri khas telaga. Karena dianggap sebagai bagian dari kawasan yang harus dilestarikan, pengunjung tidak diperbolehkan mandi maupun berenang langsung di telaga.
Baca Juga: Asal Usul Nama Tulungagung, Berawal dari Banjir hingga Menjadi Simbol Pertolongan Besar dari Tuhan
Telaga Jernih dengan Panorama Alam yang Menenangkan
Rambut Monte menawarkan pemandangan alam yang masih hijau dan alami. Pepohonan rindang mengelilingi kawasan telaga sehingga menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman bagi pengunjung.
Air telaga terlihat sangat bening dengan gradasi warna biru tosca hingga kehijauan. Warna tersebut berasal dari dua sumber mata air yang mengalir ke kawasan telaga sehingga menciptakan pemandangan yang memikat.
Kejernihan air membuat wisatawan dapat melihat ikan-ikan besar berenang dengan jelas dari permukaan. Sesekali ikan memperlihatkan siripnya sehingga sekilas menyerupai ikan hiu.
Keindahan tersebut menjadikan Rambut Monte sebagai salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Ikan Dewa Menjadi Ikon Rambut Monte
Salah satu daya tarik utama Rambut Monte adalah keberadaan ikan-ikan langka yang hidup di dalam telaga. Masyarakat sekitar meyakini ikan tersebut memiliki nilai sakral sehingga dijaga keberadaannya secara turun-temurun.
Berkembang kepercayaan bahwa menangkap ikan di telaga dapat mendatangkan kesialan atau malapetaka. Terlepas dari mitos yang berkembang, keberadaan ikan-ikan tersebut turut membantu menjaga kelestarian ekosistem telaga karena masyarakat enggan mengganggunya.
Pengunjung diperbolehkan memberi makan ikan dari area yang telah disediakan, namun tetap diimbau mengikuti aturan pengelola agar habitat ikan tetap terjaga.
Cagar Budaya yang Masih Difungsikan
Rambut Monte bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga merupakan kawasan cagar budaya.
Di kompleks yang sama terdapat Candi Rambut Monte, peninggalan sejarah yang hingga kini masih digunakan sebagai tempat persembahyangan umat Hindu.
Keberadaan candi memberikan nilai edukasi bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah sekaligus menikmati wisata alam. Suasana kawasan yang tenang juga membuat pengunjung dapat merasakan nuansa khas peninggalan masa lampau.
Mitos yang Menjadi Bagian dari Cerita Lokal
Selain panorama alam, Rambut Monte juga dikenal dengan cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Masyarakat setempat meyakini warna biru kehijauan telaga berkaitan dengan kisah Mbah Monte, seorang perempuan yang konon memiliki kesaktian. Dalam cerita tersebut disebutkan bahwa dua muridnya menyalahgunakan ilmu yang diberikan sehingga memicu kemarahan sang guru.
Menurut cerita rakyat, pembakaran pepohonan di sekitar telaga melahirkan ikan-ikan yang kini hidup di kawasan tersebut, sementara kedua muridnya dipercaya berubah menjadi dua sumber mata air yang mengaliri telaga.
Cerita tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang terus diceritakan kepada para pengunjung, meski dipandang sebagai legenda masyarakat dan bukan fakta sejarah.
Aktivitas Wisata yang Bisa Dilakukan
Baca Juga: Asal Usul Nama Tulungagung, Berawal dari Banjir hingga Menjadi Simbol Pertolongan Besar dari Tuhan
Selain menikmati panorama telaga, wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas menarik selama berada di Rambut Monte.
Beberapa area terbuka dapat dimanfaatkan sebagai lokasi berkemah bagi pecinta alam. Pengunjung juga dapat memberi makan ikan, menikmati udara pegunungan, hingga berburu foto di berbagai sudut yang menawarkan latar alami.
Bagi wisatawan yang ingin berenang, pengelola telah menyediakan kolam khusus karena aktivitas berenang di telaga utama tidak diperbolehkan.
Lokasi dan Fasilitas
Rambut Monte berada di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Lokasinya berada di antara kaki Gunung Butak dan Gunung Kelud.
Akses menuju lokasi relatif mudah menggunakan kendaraan pribadi, meski kendaraan berukuran besar seperti bus tidak disarankan karena kondisi jalan menuju kawasan wisata cukup sempit.
Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap, mulai dari area parkir, warung makan, kamar mandi, tempat ibadah, gardu pandang setinggi sekitar tujuh meter, hingga area untuk bersantai.
Dengan perpaduan panorama alam, nilai sejarah, budaya, serta fasilitas yang memadai, Rambut Monte tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Blitar bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dengan suasana yang tenang dan asri.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : iTrip ID