Rambut Monte Blitar Jadi Destinasi Unik dengan Kolam Air Jernih dan Jejak Sejarah yang Memikat

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:10 WIB
Rambut Monte Blitar menawarkan kolam mata air super jernih, ikan dewa, dan situs candi bersejarah yang menyatu dengan alam. Simak pesona lengkap destinasi ini. (PINTEREST)
Rambut Monte Blitar menawarkan kolam mata air super jernih, ikan dewa, dan situs candi bersejarah yang menyatu dengan alam. Simak pesona lengkap destinasi ini. (PINTEREST)

BLITAR - Rambut Monte Blitar menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan perpaduan keindahan alam dan nilai sejarah dalam satu kawasan. Berlokasi di Desa Krisik, Kabupaten Blitar, tempat ini dikenal memiliki kolam mata air alami yang sangat jernih, lengkap dengan ikan-ikan berukuran besar yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Selain menyuguhkan panorama alam yang masih asri, Rambut Monte Blitar juga merupakan kawasan cagar budaya yang menyimpan peninggalan candi dari masa Hindu. Kombinasi wisata alam dan situs sejarah membuat lokasi ini menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang sekaligus mengenal sejarah lokal.

Akses menuju Rambut Monte Blitar tergolong mudah dari pusat Kota Blitar. Setelah memasuki kawasan Desa Krisik, pengunjung akan menemukan petunjuk arah menuju lokasi wisata. Jalan menuju kawasan memang semakin menyempit mendekati lokasi, tetapi masih nyaman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga: Kampung Coklat Blitar 2026: Tiket Mulai Rp20 Ribu, 95 Persen Area Beratap

Kolam Mata Air Alami Jadi Daya Tarik Utama

Sesampainya di gerbang kawasan wisata, pengunjung dikenai tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Setelah berjalan menuruni anak tangga yang dinaungi pepohonan rindang, suasana sejuk langsung terasa.

Daya tarik utama kawasan ini adalah kolam mata air alami dengan warna air kebiruan yang sangat jernih. Dasar kolam dapat terlihat dengan jelas karena kejernihan airnya masih terjaga. Air berasal langsung dari sumber mata air alami yang terus mengalir sehingga kualitasnya tetap baik sepanjang waktu.

Di dalam kolam hidup ikan-ikan berukuran besar yang kerap disebut sebagai ikan dewa oleh masyarakat sekitar. Keberadaan ikan tersebut menjadi ikon Rambut Monte Blitar dan selalu menarik perhatian wisatawan.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, ikan-ikan tersebut tidak boleh ditangkap ataupun diganggu. Kepercayaan itu telah diwariskan turun-temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap kawasan yang dianggap memiliki nilai sejarah dan budaya.

Keasrian lingkungan juga menjadi nilai lebih. Pohon-pohon besar mengelilingi kolam sehingga udara terasa sejuk meski dikunjungi pada siang hari. Suara gemericik air berpadu dengan semilir angin menciptakan suasana tenang yang berbeda dari destinasi wisata perkotaan.

Suasana Alam yang Masih Terjaga

Tidak hanya kolam, kawasan Rambut Monte Blitar juga memiliki jalur setapak yang mengelilingi area sumber air. Dari berbagai sudut, pengunjung dapat menikmati pemandangan kolam dengan latar pepohonan tinggi yang membuat kawasan tampak seperti berada di tengah hutan.

Di bagian belakang kawasan terdapat aliran sungai kecil yang berasal dari limpahan mata air. Area tersebut juga memiliki lahan yang cukup luas dan teduh sehingga banyak pengunjung menilai lokasinya cocok untuk menikmati suasana alam. Namun, mengenai aktivitas berkemah, pengunjung tetap disarankan mengikuti aturan yang berlaku di kawasan wisata.

Pada hari kerja, beberapa warung di sekitar lokasi tampak belum beroperasi. Meski demikian, fasilitas dasar di kawasan wisata tetap dapat dimanfaatkan oleh pengunjung yang datang.

Lingkungan yang masih alami menjadi salah satu alasan mengapa Rambut Monte Blitar sering direkomendasikan sebagai tempat untuk melepas penat. Suasananya yang tenang membuat wisatawan dapat menikmati keindahan alam tanpa keramaian berlebihan.

Menyimpan Jejak Sejarah Masa Hindu

Selain kolam mata air, kawasan ini juga menyimpan struktur candi yang menjadi bagian penting dari Situs Rambut Monte.

Bangunan candi memang tidak berukuran besar seperti candi-candi terkenal di Pulau Jawa. Namun, bentuknya yang sederhana justru memperlihatkan karakter khas bangunan pertapaan atau tempat ritual pada masa lampau.

Material penyusunnya berupa batu andesit yang umum digunakan pada bangunan bercorak Hindu-Buddha di Nusantara. Meski telah berusia ratusan tahun, susunan batu masih terlihat cukup rapi.

Keberadaan candi yang berdekatan dengan sumber mata air dinilai memiliki makna tersendiri. Dalam tradisi Hindu pada masa lalu, air memiliki peran penting sebagai bagian dari proses penyucian sebelum pelaksanaan ritual keagamaan.

Karena itu, para peneliti maupun pemerhati sejarah memperkirakan kawasan ini dahulu dimanfaatkan sebagai lokasi pertapaan atau kegiatan spiritual yang memanfaatkan sumber air alami sebagai bagian dari rangkaian ritual.

Lokasi yang berada di tengah kawasan hutan juga memperkuat dugaan tersebut. Pada masa lampau, tempat-tempat yang jauh dari keramaian memang sering dipilih sebagai lokasi bertapa atau bermeditasi.

Destinasi Wisata Alam dan Budaya yang Layak Dikunjungi

Baca Juga: Kampung Coklat Blitar 2026: Tiket Mulai Rp20 Ribu, 95 Persen Area Beratap

Keunikan Rambut Monte Blitar terletak pada perpaduan antara keindahan alam, sumber mata air alami, keberadaan ikan dewa, serta peninggalan sejarah yang masih terawat hingga sekarang.

Wisatawan tidak hanya disuguhkan panorama kolam yang jernih, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat warisan budaya yang menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Blitar.

Dengan tiket yang terjangkau, akses yang relatif mudah, serta suasana alam yang masih lestari, Rambut Monte Blitar menjadi salah satu destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di wilayah Blitar. Pengunjung pun diharapkan ikut menjaga kebersihan serta mematuhi aturan yang berlaku agar kelestarian kawasan cagar budaya ini tetap terjaga untuk generasi mendatang.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Lenda Channel
Situs Rambut Monte cagar budaya blitar Rambut Monte Blitar kolam mata air alami wisata blitar