BLITAR - Rambut Monte Blitar dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang memadukan panorama telaga jernih dengan kisah legenda yang diwariskan secara turun-temurun. Berada di lereng Gunung Kawi, Jawa Timur, telaga ini menawarkan air sebening kristal dengan nuansa biru kehijauan yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Selain keindahan alamnya, Rambut Monte Blitar juga identik dengan keberadaan ikan dewa atau ikan sengkaring yang hidup di dalam telaga. Masyarakat setempat meyakini ikan-ikan tersebut merupakan satwa yang harus dijaga sehingga tidak boleh ditangkap maupun diganggu. Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari tradisi yang terus dipelihara hingga sekarang.
Legenda mengenai Rambut Monte Blitar semakin menambah daya tarik kawasan ini. Cerita tentang Mbah Monte sebagai penjaga telaga dan kisah Jatasura yang melambangkan keserakahan menjadi warisan budaya lisan yang masih sering diceritakan kepada para pengunjung. Meski bersifat legenda, kisah tersebut mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Baca Juga: Asal Usul Nama Tulungagung, Berawal dari Banjir hingga Menjadi Simbol Pertolongan Besar dari Tuhan
Telaga Jernih yang Menjadi Simbol Keharmonisan Alam
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Telaga Rambut Monte telah lama dianggap sebagai kawasan suci. Airnya yang berwarna biru kehijauan dipercaya berasal dari sumber mata air alami yang mengalir tanpa henti.
Di sekitar telaga tumbuh pepohonan yang lebat sehingga menciptakan suasana sejuk dan tenang. Kabut tipis kerap menyelimuti permukaan air pada pagi hari, menghadirkan panorama yang membuat kawasan ini terasa begitu damai.
Bagi warga sekitar, telaga bukan sekadar sumber air, melainkan bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga bersama. Tradisi menjaga kebersihan kawasan serta menghormati lingkungan masih terus dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah alam tersebut.
Ikan Dewa Menjadi Ikon Rambut Monte
Salah satu ciri khas Rambut Monte adalah keberadaan ikan dewa yang berenang bebas di dalam telaga.
Dalam cerita rakyat, ikan-ikan tersebut dipercaya sebagai penjaga kesucian telaga. Oleh karena itu, masyarakat memiliki pantangan untuk menangkap atau mengganggunya.
Hingga kini, pengunjung hanya diperbolehkan menikmati keberadaan ikan dari tepi telaga. Aturan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian habitat satwa air yang menjadi ikon wisata Rambut Monte.
Keberadaan ikan dewa juga menjadi alasan mengapa suasana telaga tetap alami dan ekosistemnya dapat terjaga dari waktu ke waktu.
Sosok Mbah Monte dalam Legenda Lokal
Legenda Rambut Monte mengisahkan seorang pertapa bijaksana bernama Mbah Monte yang hidup di sekitar telaga.
Dalam cerita tersebut, Mbah Monte dikenal sebagai penjaga kawasan yang selalu mengajarkan masyarakat untuk hidup selaras dengan alam, menghormati setiap makhluk hidup, serta menghindari sifat tamak.
Tokoh ini digambarkan sebagai sosok sederhana yang menggunakan kebijaksanaan untuk menjaga keseimbangan alam di sekitar telaga.
Walaupun kisah tersebut merupakan bagian dari cerita rakyat, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya masih relevan sebagai pengingat pentingnya menjaga lingkungan.
Legenda Jatasura dan Pesan Moral tentang Keserakahan
Cerita rakyat Rambut Monte juga mengisahkan datangnya seorang saudagar bernama Jatasura yang ingin menguasai ikan dewa demi memperoleh keuntungan.
Menurut legenda, Jatasura berusaha menguras telaga agar ikan-ikan tersebut mudah ditangkap. Niat tersebut mendapat penolakan dari masyarakat karena dianggap dapat merusak keseimbangan alam.
Dalam kisah itu, Mbah Monte kemudian datang memberikan peringatan agar Jatasura mengurungkan niatnya. Namun, peringatan tersebut diabaikan.
Legenda selanjutnya menceritakan munculnya semburan air besar yang menggagalkan rencana Jatasura. Tongkat Mbah Monte disebut berubah menjadi naga yang kemudian dipercaya menjadi penjaga abadi Telaga Rambut Monte.
Cerita ini dipahami sebagai legenda yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Blitar.
Baca Juga: Asal Usul Nama Tulungagung, Berawal dari Banjir hingga Menjadi Simbol Pertolongan Besar dari Tuhan
Menjadi Destinasi Wisata Alam dan Budaya
Hingga kini, Rambut Monte tetap menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi di Kabupaten Blitar.
Pengunjung datang untuk menikmati kejernihan telaga, melihat ikan dewa dari dekat, menikmati udara pegunungan, hingga mengabadikan pemandangan alam yang masih asri.
Di sisi lain, masyarakat dan pengelola terus mengingatkan wisatawan agar menjaga sikap selama berada di kawasan wisata. Pengunjung diimbau tidak membuang sampah sembarangan, tidak mengganggu ikan, serta menghormati nilai-nilai budaya yang masih dijaga masyarakat setempat.
Legenda Mbah Monte dan naga penjaga telaga pun terus menjadi bagian dari identitas wisata Rambut Monte. Terlepas dari unsur cerita rakyat yang menyertainya, pesan utama yang diwariskan adalah pentingnya menjaga keseimbangan alam, menghargai lingkungan, dan menghindari sikap serakah agar keindahan kawasan ini tetap lestari untuk generasi mendatang.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Top Histori