MALANG - Keraton Gunung Kawi di Malang menyimpan sejumlah situs yang disebut memiliki nilai sejarah dan spiritual, mulai dari makam Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggulwati, gua, pohon berusia ratusan tahun hingga bangunan pemujaan. Kawasan tersebut berada di tengah hutan pinus dan masih menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah.
Keraton Gunung Kawi selama ini juga kerap dikaitkan dengan cerita pesugihan. Namun, juru kunci setempat, Sunarko, menegaskan kawasan tersebut lebih dikenal sebagai tempat orang datang untuk mencari berkah dan menjalankan tirakat atau mendekatkan diri kepada Tuhan.
Dalam video penjelajahan, Regi mengunjungi kawasan Keraton Gunung Kawi dan berbincang langsung dengan juru kunci mengenai sejarah, tradisi, hingga berbagai bangunan yang berada di dalam kompleks.
Baca Juga: Bullying Santriwati di Gandusari Dipicu Perselisihan Asmara Lewat WhatsApp, Polisi Turun Tangan
Keraton Gunung Kawi Berada di Tengah Hutan
Keraton Gunung Kawi berada di kawasan pegunungan dengan lingkungan yang dikelilingi pepohonan pinus. Dari Malang atau Batu, perjalanan menuju lokasi disebut dapat memakan waktu sekitar dua jam.
Kompleks yang digunakan untuk bangunan utama disebut memiliki luas hampir satu hektare, sementara kawasan keseluruhannya disebut mencapai hampir 10 hektare.
Pengunjung akan melewati gapura dengan sejumlah simbol sebelum memasuki kawasan utama. Salah satu yang menarik perhatian adalah pohon beringin besar yang menurut juru kunci telah berusia ratusan tahun dan termasuk pohon yang disakralkan.
Di kawasan tersebut juga terdapat Gua Sulingga Dewa. Menurut keterangan juru kunci, gua itu ditemukan pada 1958 berdasarkan penanggalan yang digunakan dalam catatan setempat.
Selain gua, terdapat prasasti yang dalam penjelasan video dikaitkan dengan perjalanan sejarah Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram. Kawasan ini juga memiliki sejumlah makam dan bangunan yang dikaitkan dengan tokoh-tokoh yang dipercaya memiliki hubungan dengan sejarah masa lampau.
Baca Juga: Ciro Alves Kembali ke Persib? Bojan Hodak Dikabarkan Masih Inginkan Sang Winger
Makam Tunggul Manik dan Tunggulwati Jadi Pusat Ziarah
Salah satu lokasi penting di Keraton Gunung Kawi adalah makam Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggulwati. Sunarko menyebut keduanya sebagai pasangan suami istri yang memiliki kaitan dengan garis keturunan Mpu Sindok.
Dalam penjelasan juru kunci, Tunggul Manik dan Tunggulwati disebut pernah menjalani pertapaan di kawasan Gunung Kawi. Tradisi tirakat tersebut dipahami sebagai upaya mendekatkan diri kepada Tuhan.
Kompleks juga memiliki Sanggar Pamujan atau Sanggrahan yang disebut sebagai tempat pertapaan. Untuk memasuki beberapa area tertentu, pengunjung tidak bisa datang sembarangan dan perlu memperhatikan aturan yang berlaku di lokasi.
Ada pula pohon Dewandaru yang menurut cerita setempat berkaitan dengan Tunggul Manik dan Tunggulwati. Dalam kepercayaan masyarakat, pohon tersebut dikaitkan dengan keberkahan.
Baca Juga: Juhoon CORTIS Ungkap Keinginan Jadi Dewasa, dari Jjimjilbang hingga Momen Kocak Bareng Seonghyeon
Tradisi Sesaji dan Pengunjung dari Berbagai Daerah
Aktivitas spiritual di Keraton Gunung Kawi juga terlihat dari keberadaan sesaji di sejumlah lokasi. Sunarko menjelaskan adanya tradisi pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.
Sesaji yang disebut dalam video antara lain kopi pahit, teh manis, bunga tiga warna, rokok kretek, nasi putih dan telur. Ritual tersebut dilakukan oleh orang-orang yang datang dengan tujuan tertentu sesuai keyakinan masing-masing.
Di kompleks tersebut juga terdapat air yang oleh masyarakat setempat disebut air Jamjam. Menurut keterangan juru kunci, sebagian pengunjung membawanya pulang dan menggunakannya sesuai kepercayaan masing-masing.
Selain itu, kawasan Keraton Gunung Kawi memiliki tempat yang berkaitan dengan tradisi dan budaya lintas keyakinan. Salah satunya adalah Wihara Dewi Kuan Im, sementara terdapat pula Pura Giri Kawijayan.
Sunarko menyebut pengunjung tidak hanya berasal dari Jawa. Peziarah juga datang dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan Malaysia dan Singapura.
Kompleks tersebut kini juga mengalami sejumlah renovasi dengan dukungan para donatur dari berbagai daerah. Di tengah kawasan hutan pinus, keberadaan makam, gua, bangunan kuno, serta pepohonan besar membuat Keraton Gunung Kawi memiliki daya tarik tersendiri.
Pada akhirnya, Keraton Gunung Kawi tidak hanya menyimpan cerita mengenai tradisi spiritual yang berkembang di masyarakat. Kawasan ini juga memperlihatkan pertemuan sejarah, budaya, arsitektur, dan kepercayaan yang terus hidup melalui aktivitas para peziarah hingga sekarang.
Source: Youtube/@SangPenjelajahAmatir
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri