Gunung Kawi Malang Bukan Sekadar Tempat Pesugihan, Juru Kunci Ungkap Tradisi dan Tujuan Peziarah

Arsya Aulia Velinka Putri • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:45 WIB
Gunung Kawi Malang dikenal dengan cerita pesugihan dan ziarah. Juru kunci mengungkap tradisi, ritual, hingga tujuan pengunjung.
Gunung Kawi Malang dikenal dengan cerita pesugihan dan ziarah. Juru kunci mengungkap tradisi, ritual, hingga tujuan pengunjung.

 

MALANG - Gunung Kawi Malang dikenal luas dengan berbagai cerita tentang pesugihan dan ritual, tetapi juru kunci setempat menyebut kawasan tersebut juga menjadi tempat ziarah dan ngalap berkah. Tradisi yang berlangsung di kawasan ini berkaitan dengan doa, budaya Jawa, serta keberadaan sejumlah makam dan tempat yang dianggap sakral.

Gunung Kawi Malang dan Tradisi Ngalap Berkah

Gunung Kawi Malang kembali menjadi perhatian setelah kreator Irfan Jayani mengunjungi kawasan tersebut bersama sejumlah kreator Jawa Timur. Dalam video yang diunggahnya, ia menelusuri kawasan Gunung Kawi sekaligus berbincang dengan Pak Narko, juru kunci Keraton Gunung Kawi.

Menurut Pak Narko, anggapan bahwa Gunung Kawi hanya menjadi tempat mencari pesugihan merupakan tanggapan yang berkembang di masyarakat. Ia menyebut tujuan orang datang ke kawasan tersebut beragam, salah satunya untuk ngalap berkah.

“Memang di sini tempat cari pesugihan, Pak. Tanggapan orang-orang gitu,” ujar Pak Narko dalam percakapan yang ditampilkan pada video tersebut.

Ia kemudian menjelaskan bahwa ngalap berkah yang dilakukan masyarakat tetap dikaitkan dengan permohonan kepada Gusti Allah melalui perantara tokoh atau leluhur yang dihormati di kawasan tersebut.

Tujuan para peziarah juga tidak hanya berkaitan dengan ekonomi. Pak Narko menyebut ada pengunjung yang datang dengan harapan usaha lancar, memperoleh jodoh, hingga mendapatkan kenaikan pangkat dan kedudukan.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Bukan Sekadar Motor Baru, Ini Penyempurnaan Fox Air dengan Fitur Canggih

Ritual Gunung Kawi Disebut Tidak Memiliki Tarif Khusus

Dalam video tersebut, Pak Narko menjelaskan tradisi yang dilakukan pengunjung memiliki bentuk berbeda sesuai tujuan dan keyakinan masing-masing. Salah satu perlengkapan yang umum dibawa adalah bunga dan dupa.

Bunga dan dupa kemudian ditempatkan di area yang digunakan untuk sesuguh atau sesaji. Setelah itu, juru kunci menyampaikan permohonan pengunjung menggunakan tradisi Jawa yang disebut berkaitan dengan kejawen.

Baca Juga: Juhoon CORTIS Jadi Sorotan, Kebiasaannya Perhatikan Martin Bikin Fans Heboh

Namun, Pak Narko menegaskan perlengkapan tersebut bukan kewajiban mutlak bagi orang yang sekadar ingin berziarah. Pengunjung tetap dapat datang untuk berdoa tanpa membawa bunga atau dupa.

Begitu pula soal biaya. Ia menyebut tidak ada tarif khusus bagi orang yang datang untuk berdoa. Sumbangan diberikan secara sukarela melalui kotak yang tersedia.

Sementara itu, jika seseorang memiliki nadar, bentuk pelaksanaannya bergantung pada janji yang dibuat oleh orang tersebut. Pak Narko mencontohkan orang yang berhasil mencapai tujuan tertentu dapat mengadakan selamatan atau membagikan makanan kepada masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa penyembelihan hewan yang dilakukan sebagai bagian dari rasa syukur tidak digunakan sebagai tumbal. Dagingnya dapat dimasak dan dibagikan kepada warga, termasuk masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Gara-gara Masalah Utang, Pelajar SMP di Doko Blitar Dibully hingga Alami Trauma, Begini Kronologinya

Gunung Kawi Punya Keraton, Gua, dan Kawasan Ziarah

Selain tradisi ziarah, Gunung Kawi Malang juga memiliki sejumlah lokasi yang menarik perhatian pengunjung. Dalam perjalanan, Irfan menunjukkan suasana kawasan yang dipenuhi kabut, pepohonan, gua, patung Hanoman, serta sejumlah tempat yang digunakan masyarakat untuk berdoa.

Pak Narko menyebut terdapat beberapa gua dengan fungsi dan cerita berbeda. Salah satunya adalah Gua Sulingga Dewa yang dalam cerita masyarakat dikaitkan dengan kisah pertemuan Eyang Tunggul Manik dengan Nyi Ratu Kidul.

Di kawasan tersebut juga terdapat makam atau pesarean yang berkaitan dengan tokoh-tokoh yang dihormati masyarakat. Pak Narko menjelaskan, orang yang berziarah semestinya mendoakan tokoh yang dimakamkan, bukan meminta sesuatu kepada makam.

Dalam video, Irfan juga memperlihatkan buku tamu yang berisi beragam tujuan kedatangan pengunjung. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kelancaran usaha, kondisi keuangan, pelunasan utang, hingga keinginan memiliki kendaraan.

Setelah masuk ke bagian dalam kawasan keraton, Irfan mengaku merasakan suasana yang membuatnya merinding. Ia kemudian menyampaikan pandangan pribadinya mengenai praktik meminta kekayaan dengan mengaitkannya dengan keyakinan agama yang dianutnya.

Terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, Gunung Kawi Malang dalam video tersebut terlihat bukan hanya sebagai lokasi yang lekat dengan mitos pesugihan. Kawasan ini juga menjadi tempat ziarah, pelestarian tradisi, serta tujuan masyarakat yang ingin menikmati suasana alam pegunungan.

 

Source: Youtube/@Bangbrewtv

Editor : Arsya Aulia Velinka Putri
Gunung Kawi Malang pesugihan Gunung Kawi ziarah Gunung Kawi gunung kawi keraton gunung kawi