MALANG - Gunung Kawi Malang kembali menjadi sorotan setelah kisah pesugihan yang berkembang turun-temurun kembali dibahas. Padahal, kawasan ini memiliki sejumlah lokasi ziarah, termasuk Pesarean Gunung Kawi dan Keraton Gunung Kawi, yang menyimpan cerita sejarah serta tradisi masyarakat.
Gunung Kawi Malang Punya Dua Titik Ziarah yang Dikenal
Gunung Kawi Malang selama ini tidak hanya dikenal karena mitos pesugihan. Dalam transkrip tersebut, kawasan ini disebut memiliki dua lokasi utama yang kerap didatangi untuk wisata ziarah, yakni Pesarean Gunung Kawi dan Keraton Gunung Kawi.
Pesarean Gunung Kawi berkaitan dengan makam Mbah Jugo dan Mbah Sujono. Sementara itu, Keraton Gunung Kawi juga memiliki sejumlah makam yang menjadi bagian dari kisah sejarah dan tradisi di kawasan tersebut.
Menurut penuturan dalam video, Mbah Jugo disebut sebagai salah satu pengikut Pangeran Diponegoro. Setelah pasukan Diponegoro ditangkap Belanda, para pengikutnya kemudian menyebar untuk mencari tempat pengasingan.
Mbah Jugo kemudian disebut mengembara hingga kawasan Gunung Kawi. Dari kisah tersebut, berkembang pula cerita mengenai perjalanan hidup dan hubungan Mbah Jugo dengan masyarakat di sekitar tempat tersebut.
Salah satu bagian yang paling dikenal adalah pohon dewandaru yang berada tidak jauh dari makam. Pohon tersebut kemudian dikaitkan dengan keyakinan tertentu mengenai keberuntungan dan kekayaan.
Dari Pohon Dewandaru hingga Cerita Orang Mendadak Kaya
Pesugihan Gunung Kawi kemudian berkembang dari cerita mengenai seseorang yang mengalami kesulitan ekonomi lalu datang ke kawasan tersebut. Kisah itu menjadi salah satu bagian yang membuat Gunung Kawi sering dikaitkan dengan upaya mencari kekayaan.
Dalam cerita yang disampaikan, pengunjung yang berada di sekitar pohon dewandaru dipercaya bisa mendapatkan keberuntungan apabila daun atau buahnya jatuh mengenai mereka. Keyakinan tersebut kemudian menjadi salah satu mitos yang terus berkembang di masyarakat.
Cerita lainnya berkaitan dengan seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang menjalankan bisnis rokok. Saat usahanya mengalami masalah, ia disebut melakukan semedi dan beristirahat di bawah pohon dewandaru.
Dalam kisah tersebut, ia kemudian bermimpi mengenai sebuah umbi yang disebut bentul. Mimpi itu lalu dikonsultasikan dan dikaitkan dengan keputusan untuk membuka usaha menggunakan sebuah merek tertentu.
Cerita-cerita seperti inilah yang kemudian semakin memperkuat anggapan bahwa Gunung Kawi Malang merupakan tempat yang berkaitan dengan pencarian kekayaan.
Mitos Pesugihan Gunung Kawi Disebut sebagai Sugesti Kolektif
Di sisi lain, pesugihan Gunung Kawi dalam pembahasan tersebut tidak langsung dikaitkan dengan praktik mistis. Narasumber justru menjelaskan bahwa anggapan tersebut dapat berkembang melalui sugesti kolektif yang terbentuk dari cerita masyarakat secara turun-temurun.
Istilah pesugihan sendiri memiliki konotasi negatif bagi sebagian masyarakat karena sering dikaitkan dengan tumbal dan hal-hal mistis. Namun, dalam pembahasan tersebut, pesugihan secara sederhana dimaknai sebagai upaya memperoleh kekayaan, dengan cara yang kemudian bergantung pada persepsi masing-masing.
Kisah mengenai tuyul juga disebut muncul dari cara masyarakat menjelaskan fenomena seseorang yang terlihat tidak bekerja secara langsung tetapi mampu memiliki kekayaan. Pada masa sekarang, kondisi semacam itu bahkan dapat dijelaskan dengan perkembangan pekerjaan dan bisnis online.
Sementara itu, Keraton Gunung Kawi memiliki cerita berbeda. Kawasan tersebut disebut pernah menjadi tempat meditasi, termasuk dikaitkan dengan tokoh kerajaan seperti Raja Kameswara dari Kediri yang disebut bertapa untuk mencari inspirasi atau memecahkan persoalan.
Dengan demikian, sejarah mitos pesugihan Gunung Kawi Malang tidak hanya berisi cerita tentang kekayaan, tetapi juga mencakup sejarah, ziarah, tradisi, serta kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, Gunung Kawi memiliki beragam lapisan cerita yang membuatnya terus menarik perhatian. Mitos pesugihan menjadi salah satu cerita yang paling populer, tetapi kawasan tersebut juga dikenal melalui Pesarean, makam tokoh yang diziarahi, pohon dewandaru, dan Keraton Gunung Kawi.
Source: Youtube/@KisahTanahJawa
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri