JAKARTA - Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa masih menjadi bagian dari kepercayaan dan adat masyarakat Jawa yang menarik untuk dibahas. Salah satu konsep yang dikenal adalah Nogo Dino, yakni perhitungan arah berdasarkan hari dan pasaran tertentu. Dalam kepercayaan tradisional Jawa, posisi Nogo Dino dipercaya dapat menjadi pertimbangan ketika seseorang hendak bepergian, berdagang, pindah rumah hingga melakukan lamaran.
Pembahasan mengenai arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa tersebut dikaitkan dengan keyakinan bahwa setiap hari memiliki arah tertentu yang perlu diperhatikan. Dalam video di kanal YouTube Mas Septi, dijelaskan bahwa seseorang dapat mempertimbangkan posisi Nogo Dino sebelum menentukan arah perjalanan untuk mencari keberuntungan.
Meski demikian, arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat, bukan pedoman yang terbukti secara ilmiah. Karena itu, informasi tersebut sebaiknya dipahami sebagai pengetahuan budaya Jawa dan tidak dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: Jersey Megawati 88 Mulai Laris di Korea, tapi Fans Indonesia Justru Bikin Hyundai Heran
Mengenal Nogo Dino dalam Tradisi Jawa
Dalam penjelasan tersebut, posisi Nogo Dino berpindah sesuai hari. Disebutkan bahwa pada Kamis, Jumat dan Minggu, Nogo Dino berada di arah timur. Sementara Sabtu berada di selatan. Adapun Senin, Selasa dan Rabu dikaitkan dengan arah barat, dengan beberapa posisi khusus yang berkaitan dengan utara.
Selain hari, perhitungan juga mempertimbangkan lima pasaran Jawa. Kliwon disebut berada di tengah, Pahing di selatan, Pon di barat, Wage di utara, sedangkan Legi berada di timur.
Konsep tersebut kemudian digunakan untuk menentukan arah yang dipercaya lebih baik ketika seseorang hendak mencari penghasilan. Terutama bagi pedagang keliling, arah keberangkatan dari rumah dianggap perlu diperhatikan berdasarkan hari dan pasaran.
Pedagang Keliling Diminta Memperhatikan Arah
Salah satu contoh yang diberikan adalah ketika Nogo Dino berada di timur pada Jumat Legi. Dalam kepercayaan tersebut, seseorang yang hendak berdagang ke arah timur dipercaya perlu berhati-hati karena dianggap berpotensi mengalami kerugian, dagangan sepi atau bahkan kehilangan barang.
Sebaliknya, pedagang dapat memilih arah lain yang dianggap lebih aman menurut perhitungan Nogo Dino. Konsepnya adalah menghindari arah tempat Nogo Dino berada dan memilih arah yang berlawanan atau dianggap lebih menguntungkan.
Contoh lainnya, ketika Nogo Dino berada di selatan pada Sabtu, seseorang yang berdagang keliling dipercaya sebaiknya tidak menjadikan selatan sebagai arah utama perjalanan. Sementara ketika Nogo Dino berada di barat pada hari tertentu, arah timur disebut dapat menjadi pilihan.
Baca Juga: Jersey Megawati 88 Mulai Laris di Korea, tapi Fans Indonesia Justru Bikin Hyundai Heran
Tak Hanya untuk Berdagang
Kepercayaan mengenai Nogo Dino juga disebut dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas kehidupan masyarakat Jawa. Salah satunya ketika seseorang hendak melamar calon pasangan.
Dalam tradisi tersebut, arah perjalanan menuju rumah calon pasangan dipercaya perlu diperhitungkan agar proses lamaran berlangsung lancar dan seseorang tidak mengalami kejadian yang dianggap memalukan atau kurang baik.
Pada akhirnya, perhitungan Nogo Dino merupakan salah satu bagian dari warisan budaya dan pengetahuan tradisional Jawa. Masyarakat dapat mengenalnya sebagai bentuk kearifan lokal, sekaligus tetap menggunakan pertimbangan rasional dalam menentukan keputusan terkait pekerjaan, usaha, perjalanan maupun kehidupan sehari-hari.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : mas septy