Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Cek Arah Keberuntungan Berdasarkan Weton

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa berdasarkan weton ternyata berbeda-beda. Cek arah keberuntungan dan waktu terbaik mencari rezeki. (PINTEREST)
Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa berdasarkan weton ternyata berbeda-beda. Cek arah keberuntungan dan waktu terbaik mencari rezeki. (PINTEREST)

JAKARTA - Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa menjadi salah satu pembahasan yang masih menarik perhatian masyarakat, khususnya mereka yang percaya pada perhitungan weton kelahiran. Dalam tradisi Jawa, setiap weton diyakini memiliki arah rezeki tertentu yang dapat dijadikan referensi ketika bekerja, membuka usaha, berdagang, hingga bepergian mencari penghasilan.

Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa dipercaya dapat membantu seseorang menentukan ke mana harus melangkah untuk memperoleh peluang yang lebih baik. Meski demikian, perhitungan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan kearifan lokal, bukan kepastian mengenai masa depan.

Dalam pembahasan primbon, arah rezeki berdasarkan weton dapat diterapkan untuk berbagai pekerjaan. Mulai dari pemilik warung makan, pedagang keliling, pengemudi ojek online, hingga orang yang pekerjaannya mengharuskan berpindah tempat. Bagi masyarakat yang mempercayainya, keselarasan antara weton dan arah mencari rezeki dianggap dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi usaha atau tujuan perjalanan.

Baca Juga: Jersey Megawati 88 Mulai Laris di Korea, tapi Fans Indonesia Justru Bikin Hyundai Heran

Daftar Arah Rezeki Berdasarkan Weton

Menurut pembahasan dalam transkrip, terdapat sejumlah kelompok weton yang mempunyai arah rezeki berbeda. Weton Minggu Wage, Minggu Kliwon, Minggu Pahing, Minggu Pon, Selasa Pon, Kamis Wage, Kamis Legi, Kamis Pon, dan Kamis Pahing disebut memiliki arah timur dan barat.

Sementara itu, arah timur dan utara dikaitkan dengan Minggu Legi serta Rabu Kliwon. Arah selatan dan utara disebut berkaitan dengan Senin Wage, Senin Legi, Senin Pahing, Selasa Wage, Selasa Legi, Selasa Pahing, dan Sabtu Pahing.

Untuk arah utara dan barat, weton yang disebut dalam pembahasan adalah Rabu Wage, Rabu Pahing, dan Rabu Pon. Sedangkan Jumat Wage, Jumat Kliwon, Sabtu Kliwon, dan Sabtu Legi disebut mempunyai arah barat dan selatan.

Ada pula weton dengan satu arah dominan. Jumat Legi, Jumat Pahing, dan Jumat Pon disebut mengarah ke barat. Sabtu Wage memiliki arah selatan. Sementara Senin Kliwon, Selasa Kliwon, Kamis Kliwon, dan Sabtu Pon disebut memiliki arah selatan dan timur.

Pembagian tersebut menunjukkan bahwa dalam kepercayaan primbon, arah keberuntungan tidak berlaku sama bagi semua orang. Perhitungannya mengikuti kombinasi hari dan pasaran kelahiran atau weton.

Waktu Mencari Rezeki Juga Diperhitungkan

Selain arah mata angin, pembahasan primbon juga menyebut waktu tertentu yang dianggap lebih baik untuk mencari rezeki. Pada Minggu, misalnya, rezeki disebut cenderung besar sejak pagi hingga tengah hari sebelum kembali mengecil menjelang matahari terbenam.

Pada Senin, kondisi disebut berlawanan. Rezeki pada pagi hari dipercaya cenderung kecil, kemudian membesar hingga menjelang matahari terbenam. Selasa disebut memiliki pergeseran arah dari timur pada pagi hari menuju barat pada siang hari, dengan waktu sekitar Ashar dianggap sebagai salah satu waktu terbaik.

Rabu disebut memiliki peluang rezeki lebih besar dari arah barat pada tengah hari, sedangkan Kamis disebut baik pada pagi hari dan kembali membaik setelah Ashar dari arah barat. Jumat dan Sabtu juga memiliki pola pergerakan arah rezeki tersendiri.

Baca Juga: Jersey Megawati 88 Mulai Laris di Korea, tapi Fans Indonesia Justru Bikin Hyundai Heran

Primbon Bukan Jaminan Kesuksesan

Meski menarik untuk diketahui, arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari tradisi dan referensi budaya. Tidak ada kepastian bahwa seseorang akan memperoleh keuntungan hanya karena mengikuti arah tertentu.

Keberhasilan usaha tetap dipengaruhi berbagai faktor nyata, seperti kualitas produk, harga, pelayanan, lokasi, strategi pemasaran, kemampuan membaca peluang, serta ketekunan. Primbon sendiri lebih tepat dipandang sebagai warisan budaya yang dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat yang mempercayainya.

Pada akhirnya, usaha, doa, dan sikap tawakal tetap menjadi bagian penting dalam mencari rezeki. Arah boleh menjadi pertimbangan menurut keyakinan masing-masing, tetapi kerja keras dan keputusan yang matang tetap diperlukan agar peluang yang datang dapat dimanfaatkan dengan baik.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Njowo Rato
arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa arah rezeki rezeki menurut weton Primbon Jawa weton