Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Weton Ini Disebut Punya Jalur Keberuntungan Berbeda

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa ternyata berbeda berdasarkan weton. Simak daftar arah keberuntungan dan waktu terbaik mencari rezeki. (PINTEREST)
Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa ternyata berbeda berdasarkan weton. Simak daftar arah keberuntungan dan waktu terbaik mencari rezeki. (PINTEREST)

JAKARTA - Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa kembali menjadi pembahasan menarik bagi masyarakat yang masih memegang tradisi dan perhitungan weton. Dalam kepercayaan Jawa, weton kelahiran tidak hanya digunakan untuk melihat karakter seseorang, tetapi juga dipercaya dapat menjadi acuan dalam menentukan arah ketika mencari penghasilan.

Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa disebut berbeda antara satu weton dengan weton lainnya. Perbedaan tersebut berkaitan dengan kombinasi hari dan pasaran ketika seseorang dilahirkan. Karena itu, orang yang ingin menjadikan primbon sebagai referensi perlu mengetahui terlebih dahulu weton kelahirannya.

Dalam praktiknya, arah rezeki tersebut dapat dikaitkan dengan berbagai aktivitas. Misalnya menentukan lokasi berdagang, membuka usaha, bepergian untuk bekerja, menjalankan usaha keliling, hingga menentukan arah perjalanan bagi pengemudi ojek online. Namun, perhitungan ini tetap merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat sehingga tidak dapat dianggap sebagai jaminan datangnya keuntungan.

Baca Juga: Profil Megawati Hangestri: Perjalanan Karier Megatron dari Jember hingga Jadi Bintang Voli Indonesia

Weton dan Arah Rezekinya

Dalam pembahasan Primbon Jawa, sejumlah weton dikelompokkan berdasarkan arah mata angin yang dipercaya menjadi jalur rezekinya. Salah satu kelompok memiliki arah timur dan barat.

Weton yang masuk dalam kelompok tersebut antara lain Minggu Wage, Minggu Kliwon, Minggu Pahing, Minggu Pon, Selasa Pon, Kamis Wage, Kamis Legi, Kamis Pon, dan Kamis Pahing.

Sementara itu, terdapat weton yang disebut mempunyai arah timur dan utara. Kelompok ini mencakup Minggu Legi dan Rabu Kliwon.

Kelompok berikutnya memiliki arah selatan dan utara. Weton yang termasuk di dalamnya adalah Senin Wage, Senin Legi, Senin Pahing, Selasa Wage, Selasa Legi, Selasa Pahing, serta Sabtu Pahing.

Untuk arah utara dan barat, primbon menyebut Rabu Wage, Rabu Pahing, dan Rabu Pon. Sedangkan arah barat dan selatan dikaitkan dengan Jumat Wage, Jumat Kliwon, Sabtu Kliwon, serta Sabtu Legi.

Ada pula kelompok dengan arah rezeki yang lebih spesifik. Jumat Legi, Jumat Pahing, dan Jumat Pon disebut mengarah ke barat. Sabtu Wage memiliki arah selatan. Kemudian Senin Kliwon, Selasa Kliwon, Kamis Kliwon, dan Sabtu Pon dikaitkan dengan arah selatan dan timur.

Bukan Hanya Arah, Waktu Juga Disebut Berpengaruh

Selain menentukan arah berdasarkan weton, Primbon Jawa dalam pembahasan tersebut juga mengaitkan peluang rezeki dengan hari. Perhitungan ini bersifat umum dan tidak secara khusus mengikuti weton tertentu.

Pada Minggu, rezeki disebut cenderung lebih besar sejak pagi hingga tengah hari, kemudian mengecil ketika mendekati matahari terbenam. Senin memiliki pola berbeda. Peluang pada pagi hari disebut cenderung kecil, lalu meningkat hingga sore.

Selasa disebut mengalami perubahan arah. Pada pagi hari, rezeki dikaitkan dengan arah timur, kemudian bergeser ke barat ketika memasuki tengah hari. Waktu sekitar Ashar disebut sebagai salah satu waktu yang baik.

Rabu juga memiliki pola serupa. Rezeki disebut kecil dari arah timur pada pagi hari, kemudian menjadi lebih besar dari arah barat saat tengah hari. Kamis dipercaya memberikan peluang baik pada pagi hari, kemudian kembali membaik dari arah barat setelah Ashar.

Sementara itu, Jumat disebut memiliki peluang yang awalnya kecil dari arah timur dan kemudian membesar dari arah barat menjelang Ashar. Sabtu juga disebut memiliki pola, yakni rezeki cenderung kecil dari timur pada pagi hari dan membesar ke arah barat menjelang siang.

Baca Juga: Profil Megawati Hangestri: Perjalanan Karier Megatron dari Jember hingga Jadi Bintang Voli Indonesia

Tetap Utamakan Ikhtiar

Perhitungan arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa pada dasarnya merupakan bagian dari warisan budaya yang berkembang dalam masyarakat Jawa. Bagi mereka yang percaya, informasi tersebut dapat digunakan sebagai motivasi atau pertimbangan tambahan ketika menentukan langkah.

Namun, kesuksesan tidak cukup hanya mengandalkan perhitungan weton maupun arah mata angin. Kondisi pasar, kualitas barang atau jasa, pelayanan, harga, lokasi usaha, kemampuan membaca peluang, serta konsistensi bekerja tetap menjadi faktor penting.

Karena itu, primbon sebaiknya tidak dipahami sebagai kepastian mengenai masa depan. Rezeki tetap menjadi sesuatu yang berada di luar kendali manusia sepenuhnya.

Pada akhirnya, bekerja keras, berdoa, mengambil keputusan dengan pertimbangan matang, serta berserah diri kepada Tuhan menjadi bagian penting dalam perjalanan mencari penghasilan. Bagi masyarakat yang mempercayai primbon, arah weton dapat menjadi referensi tradisional, tetapi hasil akhirnya tetap tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan ramalan.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Njowo Rato
arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa arah rezeki rezeki berdasarkan weton Primbon Jawa weton