Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Hari Sabtu Disebut Punya Jalur Keberuntungan di Barat

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa untuk hari Sabtu disebut berada di barat. Simak arah yang dianjurkan dan pantangannya. (PINTEREST)
Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa untuk hari Sabtu disebut berada di barat. Simak arah yang dianjurkan dan pantangannya. (PINTEREST)

JAKARTA - Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa menjadi salah satu pembahasan yang menarik bagi masyarakat yang masih memegang tradisi perhitungan hari baik. Dalam salah satu pembahasan kitab primbon, arah perjalanan disebut memiliki kaitan dengan tujuan seseorang ketika mencari sandang, pangan, pekerjaan, rezeki, jodoh, hingga karunia Tuhan.

Arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa tersebut tidak hanya membahas ke mana seseorang sebaiknya pergi, tetapi juga mengenal konsep hari yang dianggap “hidup” dan “mati”. Setiap hari disebut memiliki arah tertentu yang perlu diperhatikan sebelum seseorang menjalankan rencana penting.

Dalam pembahasan kali ini, perhatian diarahkan khusus pada hari Sabtu atau Setu. Bagi seseorang yang sudah memiliki niat dan rencana untuk mencari nafkah, pekerjaan, rezeki, jodoh, maupun karunia pada hari tersebut, arah barat disebut sebagai tujuan yang dianggap baik menurut kitab primbon yang dibahas.

Baca Juga: Profil Megawati Hangestri: Perjalanan Karier Megatron dari Jember hingga Jadi Bintang Voli Indonesia

Hari Sabtu Disebut Hidup di Arah Barat

Menurut penjelasan dalam video, seseorang yang telah mantap bepergian pada hari Sabtu untuk mencari sandang pangan, pekerjaan, rezeki, jodoh, atau tujuan lainnya disarankan mengarahkan perjalanan ke barat.

Arah barat disebut sebagai “arah hidup” untuk hari Sabtu. Dalam konteks kepercayaan Primbon Jawa, arah tersebut diyakini menjadi tempat seseorang menemukan tujuan yang sedang dicari.

Dengan demikian, orang yang ingin mencari pekerjaan atau membuka peluang usaha pada hari Sabtu dapat menjadikan arah barat sebagai salah satu pertimbangan. Begitu pula bagi mereka yang sedang mencari penghasilan, nafkah, jodoh, maupun karunia.

Meski begitu, perhitungan ini merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Tidak ada jaminan bahwa seseorang akan mendapatkan rezeki atau keberhasilan hanya dengan mengikuti arah tertentu.

Selatan dan Timur Disebut Sebagai Pantangan

Selain menentukan arah yang dianggap hidup, pembahasan primbon tersebut juga menyebut adanya arah yang sebaiknya dihindari pada hari Sabtu.

Untuk hari Sabtu, arah selatan dan timur disebut sebagai “laranganing dina” atau arah yang menjadi pantangan. Karena itu, orang yang mengikuti perhitungan tersebut dianjurkan untuk tidak menjadikan kedua arah tersebut sebagai tujuan utama ketika bepergian mencari rezeki.

Sementara itu, arah utara disebut sebagai “matinya dina”. Dalam konteks pembahasan primbon, arah tersebut juga disarankan untuk dihindari ketika seseorang memiliki tujuan mencari rezeki atau melakukan perjalanan penting pada hari Sabtu.

Artinya, dari empat arah mata angin, barat menjadi arah yang paling diutamakan, sedangkan selatan, timur, dan utara memiliki posisi yang kurang baik menurut perhitungan yang disampaikan.

Baca Juga: Profil Megawati Hangestri: Perjalanan Karier Megatron dari Jember hingga Jadi Bintang Voli Indonesia

Jangan Menyerah dalam Mencari Rezeki

Pesan lain yang muncul dalam pembahasan tersebut adalah pentingnya keteguhan hati. Seseorang yang sudah memiliki rencana dan niat untuk mencari rezeki diminta tidak mudah menyerah ketika menjalankan usahanya.

Perhitungan arah dalam Primbon Jawa dapat digunakan sebagai referensi budaya bagi masyarakat yang mempercayainya. Namun, hasil dari sebuah perjalanan tetap dipengaruhi banyak faktor, mulai dari usaha, kemampuan, peluang, kondisi ekonomi, hingga keputusan yang diambil seseorang.

Dalam konteks mencari pekerjaan, misalnya, arah perjalanan bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Persiapan dokumen, keterampilan, pengalaman, jaringan, dan kemampuan menghadapi persaingan tetap menjadi faktor penting.

Begitu pula dalam menjalankan usaha. Pemilihan lokasi, kualitas produk, harga, pelayanan, strategi pemasaran, dan konsistensi menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan.

Pada akhirnya, arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa merupakan bagian dari warisan pengetahuan tradisional yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat. Bagi yang meyakininya, arah barat pada hari Sabtu disebut sebagai jalur yang baik untuk mencari rezeki, pekerjaan, nafkah, dan tujuan lainnya.

Namun, ikhtiar tetap menjadi bagian utama. Berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa, tidak mudah putus asa, serta menyerahkan hasil kepada Tuhan menjadi prinsip yang dapat berjalan berdampingan dengan tradisi dan keyakinan masing-masing.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : KITAP PRIMBON
rezeki arah mencari rezeki menurut Primbon Jawa arah barat hari Sabtu Primbon Jawa