JAKARTA - Nogo Dino hari ini menghadap kemana? Pertanyaan tersebut menarik bagi masyarakat Jawa yang masih menggunakan perhitungan weton untuk menentukan arah perjalanan, terutama ketika hendak mencari rezeki atau menjalankan keperluan penting. Berdasarkan kalender Jawa, Jumat, 14 Agustus 2026 bertepatan dengan Jumat Pon dengan nilai neptu 13.
Dalam perhitungan Primbon Jawa, Nogo Dino atau Naga Dina dipahami sebagai kekuatan atau “jayane dina”, yakni arah yang dianggap menjadi tempat bersemayamnya kekuatan suatu hari. Karena itu, mengetahui Nogo Dino hari ini menghadap kemana dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang mempercayai hitungan tradisional tersebut.
Untuk Jumat Pon, perhitungan berdasarkan metode yang dijelaskan dalam materi primbon pada transkrip menunjukkan Naga Dina berada di arah timur. Sementara itu, patine dina atau arah yang disebut sebagai “matinya hari” berada di barat. Perhitungan ini merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan Jawa, sehingga bukan kepastian mengenai keberhasilan seseorang.
Baca Juga: Taman Kebonrojo Blitar: Wisata Edukasi Gratis dengan Mini Zoo yang Ramai Pengunjung
Cara Menghitung Naga Dina
Dalam pembahasan Primbon Jawa, menghitung Naga Dina membutuhkan nilai neptu hari dan pasaran. Nilai neptu hari terdiri atas Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.
Sedangkan nilai pasaran adalah Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8. Untuk Jumat Pon, nilai Jumat adalah 6 dan Pon bernilai 7. Jika digabungkan, neptunya menjadi 13.
Penghitungan kemudian dimulai dari arah timur atau wetan. Empat arah utama dihitung secara berurutan, yakni timur, selatan, barat, dan utara. Dengan nilai 13, hitungan kembali berputar pada empat arah tersebut. Hasil akhirnya jatuh pada timur.
Dengan demikian, menurut metode tersebut, Nogo Dino hari ini, Jumat Pon, menghadap ke timur. Arah ini dalam kepercayaan primbon disebut sebagai tempat kekuatan atau jayane dina.
Patine Dina Jumat Pon Ada di Barat
Selain Naga Dina, masyarakat yang menggunakan hitungan Jawa juga mengenal patine dina. Istilah tersebut merujuk pada arah yang dianggap kurang baik atau perlu dihindari ketika seseorang hendak menjalankan hajat tertentu.
Untuk menghitungnya, terlebih dahulu dicari hari dan pasaran yang menjadi patine dina. Pada contoh Jumat Pon, nilai neptu 13 digunakan untuk menghitung urutan hari. Hasil perhitungan mengarah pada Rabu. Kemudian pasaran Pon dihitung sebanyak 13 langkah dan menghasilkan Kliwon.
Dengan demikian, patine dina Jumat Pon adalah Rabu Kliwon. Neptu Rabu adalah 7, sedangkan Kliwon bernilai 8 sehingga totalnya menjadi 15. Angka tersebut kembali dihitung dari arah timur dengan urutan timur, selatan, barat, dan utara. Hasil akhirnya jatuh pada barat.
Artinya, berdasarkan rumus dalam transkrip, Jumat Pon memiliki Naga Dina di timur dan patine dina di barat.
Baca Juga: Taman Kebonrojo Blitar: Wisata Edukasi Gratis dengan Mini Zoo yang Ramai Pengunjung
Bisa Jadi Pertimbangan Saat Mencari Rezeki
Perhitungan Naga Dina dan patine dina biasanya dikaitkan dengan berbagai aktivitas penting. Dalam tradisi masyarakat Jawa, hitungan tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan ketika hendak berdagang, mencari pekerjaan, bepergian, pindah rumah, menggelar hajatan, hingga menjalankan keperluan besar lainnya.
Jika mengikuti perhitungan tersebut, arah timur menjadi arah yang dianggap memiliki kekuatan bagi Jumat Pon. Sebaliknya, barat disebut sebagai arah patine dina sehingga disarankan untuk lebih diperhatikan atau dihindari oleh mereka yang memegang teguh perhitungan ini.
Namun, perlu dipahami bahwa Primbon Jawa merupakan warisan budaya dan kepercayaan masyarakat. Perhitungan Naga Dina tidak dapat dijadikan jaminan seseorang akan memperoleh rezeki atau terhindar dari masalah.
Dalam kehidupan sehari-hari, keberhasilan tetap membutuhkan perencanaan, kerja keras, kewaspadaan, dan doa. Bagi masyarakat yang mempercayai tradisi Jawa, Nogo Dino dapat menjadi salah satu referensi sebelum melangkah, sementara hasil akhirnya tetap berada di luar perhitungan manusia.
Editor : Muhammad Rusdian NuzulaSumber : Mbah Yadi Chanel