JAKARTA - Nogo Dino hari ini menghadap kemana? Pertanyaan tersebut kembali menarik perhatian masyarakat yang masih menggunakan perhitungan tradisional Jawa dalam menentukan arah perjalanan. Berdasarkan penanggalan Jawa, Jumat, 14 Agustus 2026 bertepatan dengan 29 Sapar 1960 atau Jumat Pon.
Lantas, Nogo Dino hari ini menghadap kemana jika mengikuti konsep yang dijelaskan dalam video kanal YouTube Kandhakno Wong? Dalam transkrip tersebut, posisi Nogo Dino tidak dihitung berdasarkan tanggal Masehi, melainkan mengikuti pembagian bulan Jawa dan empat arah mata angin.
Karena 14 Agustus 2026 masih berada pada bulan Sapar, maka berdasarkan perhitungan dalam video, Nogo Dino hari ini menghadap ke timur. Konsekuensinya, arah timur dipercaya sebagai arah yang perlu diperhatikan atau dihindari untuk keperluan tertentu, khususnya dalam tradisi lamaran dan pernikahan.
Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Nogo Dino Disebut Bisa Pengaruhi Keberuntungan
Nogo Dino Berpindah Setiap Tiga Bulan Jawa
Dalam penjelasan tersebut, perhitungan Nogo Dino dibuat sederhana dengan membagi empat arah utama, yakni timur, selatan, barat dan utara. Dalam istilah Jawa, timur disebut wetan, selatan kidul, barat kulon dan utara lor.
Posisi Nogo Dino kemudian berpindah mengikuti kelompok bulan Jawa. Suro, Sapar dan Mulud dikaitkan dengan arah timur. Setelah itu, Bakda Mulud, Jumadil Awal dan Jumadil Akhir dikaitkan dengan arah selatan.
Berikutnya, Rajab, Ruwah dan Poso menempatkan Nogo Dino di barat. Sedangkan Syawal, Apit dan Besar dikaitkan dengan arah utara.
Dengan pola tersebut, masyarakat yang ingin mengetahui posisi Nogo Dino cukup melihat bulan Jawa yang sedang berlangsung. Untuk 14 Agustus 2026, kalender Jawa menunjukkan tanggal 29 Sapar 1960. Bulan Sapar sendiri berlangsung hingga Jumat tersebut sebelum memasuki 1 Mulud pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Mengapa Arah Timur Disebut Perlu Dihindari?
Menurut materi dalam video, ketika Nogo Dino berada di timur, perjalanan yang menjadikan timur sebagai arah utama dipercaya kurang dianjurkan untuk kegiatan tertentu. Konsep ini terutama dikaitkan dengan aktivitas penting seperti lamaran atau perjalanan menuju rumah calon pasangan.
Sebagai contoh, jika seseorang berada di barat dan hendak menuju timur untuk melakukan lamaran pada saat Nogo Dino berada di timur, arah tersebut dalam perhitungan tradisional dianggap tidak disarankan. Masyarakat yang masih memegang kepercayaan tersebut biasanya memilih menunggu bulan lain ketika posisi Nogo Dino telah berpindah.
Dalam video juga dicontohkan bahwa mengubah rute dengan terlebih dahulu menuju arah lain tidak serta-merta dianggap menyelesaikan persoalan. Sebab, perhitungan tetap melihat arah perjalanan utama yang hendak dituju.
Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Nogo Dino Disebut Bisa Pengaruhi Keberuntungan
Bukan Hanya untuk Pernikahan
Nogo Dino dalam tradisi Jawa tidak hanya dikenal dalam konteks pernikahan. Perhitungan arah juga dapat ditemukan dalam pembahasan mengenai perjalanan, mencari rezeki dan berbagai keperluan penting lainnya.
Namun, perlu dipahami bahwa Nogo Dino merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Perhitungan tersebut bukan metode ilmiah untuk memastikan seseorang memperoleh keberuntungan atau mengalami kesialan.
Karena itu, informasi mengenai Nogo Dino hari ini menghadap kemana sebaiknya ditempatkan sebagai pengetahuan budaya. Bagi masyarakat yang menjalankan tradisi Jawa, perhitungan ini dapat menjadi bagian dari pertimbangan adat. Sementara keputusan mengenai perjalanan, usaha maupun pernikahan tetap dapat disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan dan pertimbangan rasional.
Menariknya, posisi Nogo Dino akan berubah ketika kalender Jawa memasuki bulan berikutnya. Setelah Sapar berakhir dan memasuki Mulud pada 15 Agustus 2026, posisi Nogo Dino berdasarkan pola dalam video juga berubah.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Kandhakno Wong