Cara Menghitung Nogo Dino Lengkap Menurut Primbon Jawa, Cek Arah dan Patine Dina

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Cara menghitung Nogo Dino lengkap menurut Primbon Jawa, mulai dari neptu hari, pasaran, arah mata angin hingga patine dina. (PINTEREST)
Cara menghitung Nogo Dino lengkap menurut Primbon Jawa, mulai dari neptu hari, pasaran, arah mata angin hingga patine dina. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara menghitung Nogo Dino lengkap menjadi salah satu bagian dari petungan Jawa yang masih menarik dipelajari, terutama bagi masyarakat yang mengenal tradisi weton. Nogo Dino dipercaya berkaitan dengan kekuatan atau arah sebuah hari ketika seseorang hendak melakukan perjalanan, mencari rezeki, berdagang, pindah rumah, maupun menggelar hajat penting.

Dalam tradisi Primbon Jawa, cara menghitung Nogo Dino tidak dilakukan secara sembarangan. Perhitungan dapat melibatkan hari dan pasaran kelahiran atau hari ketika seseorang hendak melakukan kegiatan. Hasil hitungan kemudian digunakan untuk mengetahui arah yang dianggap sebagai tempat Nogo Dino berada.

Pembahasan dalam video tersebut juga memperkenalkan istilah jayane dina, Nogo Dino, dan patine dina. Ketiganya menjadi bagian dari petungan yang dipercaya masyarakat Jawa secara turun-temurun. Bagi yang masih menggunakan tradisi ini, mengetahui posisi Nogo Dino dianggap dapat membantu menentukan arah perjalanan agar lebih berhati-hati.

Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Hari Sabtu Disebut Punya Jalur Keberuntungan di Barat

Apa Itu Nogo Dino?

Nogo Dino secara sederhana dapat dipahami sebagai simbol kekuatan suatu hari. Dalam istilah Jawa, posisi tersebut dikaitkan dengan jayane dina, yakni tempat atau arah yang dianggap memiliki kekuatan pada hari tertentu.

Arah mata angin yang digunakan dalam perhitungan terdiri atas empat penjuru, yakni timur atau wetan, selatan atau kidul, barat atau kulon, dan utara atau lor.

Konsep ini kemudian digunakan untuk melihat posisi Nogo Dino berdasarkan jumlah neptu. Karena itu, sebelum melakukan penghitungan, seseorang perlu mengetahui nilai hari dan pasaran terlebih dahulu.

Nilai Neptu Hari dan Pasaran

Dalam petungan Jawa, setiap hari memiliki nilai neptu. Minggu bernilai 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.

Sementara itu, nilai pasaran terdiri atas Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Nilai hari dan pasaran kemudian dijumlahkan. Misalnya, jika menggunakan Kamis Kliwon, Kamis mempunyai neptu 8 dan Kliwon bernilai 8. Jumlah keseluruhannya menjadi 16.

Angka 16 tersebut menjadi dasar untuk menentukan posisi Nogo Dino.

Cara Menghitung Nogo Dino

Setelah mendapatkan jumlah neptu, penghitungan dimulai dari arah timur atau wetan. Urutan yang digunakan adalah timur, selatan, barat, kemudian utara.

Untuk contoh Kamis Kliwon dengan jumlah neptu 16, hitungan dilakukan berulang mengikuti empat arah tersebut. Artinya, angka pertama berada di timur, angka kedua selatan, angka ketiga barat, dan angka keempat utara. Setelah sampai utara, hitungan kembali ke timur.

Dengan pola tersebut, angka 16 kembali jatuh pada timur. Dalam contoh yang dibahas, posisi Nogo Dino Kamis Kliwon berarti berada di arah timur.

Perhitungan ini menunjukkan bahwa hasil Nogo Dino dapat diketahui dengan menggabungkan nilai neptu dan urutan arah mata angin. Masyarakat yang menggunakan petungan tersebut kemudian dapat menjadikannya sebagai referensi tradisional sebelum melakukan perjalanan.

Mengenal Patine Dina

Selain Nogo Dino, terdapat pula istilah patine dina. Dalam kepercayaan Primbon Jawa, patine dina dianggap sebagai arah yang perlu dihindari ketika seseorang hendak menjalankan hajat besar.

Dalam video, contoh Kamis Kliwon kembali digunakan untuk menjelaskan penghitungan. Jumlah neptu 16 terlebih dahulu digunakan untuk mencari hari dan pasaran patine dina. Setelah mendapatkan hari serta pasarannya, neptu dari hasil tersebut kembali dihitung menggunakan empat penjuru mata angin.

Konsep patine dina kemudian digunakan sebagai pembanding dengan posisi Nogo Dino. Jika Nogo Dino dianggap sebagai kekuatan hari, patine dina dipandang sebagai arah yang kurang baik untuk tujuan tertentu.

Baca Juga: Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa, Hari Sabtu Disebut Punya Jalur Keberuntungan di Barat

Untuk Berdagang hingga Pindah Rumah

Petungan Nogo Dino dalam tradisi Jawa tidak hanya dikaitkan dengan perjalanan. Perhitungannya juga dapat digunakan sebagai pertimbangan ketika seseorang hendak mencari rezeki, berdagang, pindah rumah, boyongan, atau melakukan hajat besar.

Namun, Nogo Dino merupakan bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat. Hasil perhitungannya tidak dapat dipastikan menjadi penentu keberhasilan seseorang.

Karena itu, bagi masyarakat yang mempercayai petungan Jawa, Nogo Dino dapat ditempatkan sebagai referensi tradisional. Sementara dalam kehidupan sehari-hari, usaha, perencanaan, kehati-hatian, doa, dan kemampuan mengambil keputusan tetap menjadi bagian penting dalam menentukan langkah.

Dengan memahami cara menghitung Nogo Dino lengkap, masyarakat setidaknya dapat mengenal salah satu warisan pengetahuan Jawa yang diwariskan dari generasi ke generasi tanpa harus mengabaikan pertimbangan rasional dalam menjalani kehidupan.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : sinau eteng
Patine Dina Nogo Dino neptu cara menghitung Nogo Dino lengkap Primbon Jawa