Hari Baik Usaha Menurut Primbon Jawa: Cek Weton dan Sisa Hitungannya Sebelum Buka Bisnis

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Hari baik usaha menurut Primbon Jawa dapat dihitung lewat neptu dan weton. Simak rumus sisa pembagian lima sebelum menentukan hari buka bisnis. (PINTEREST)
Hari baik usaha menurut Primbon Jawa dapat dihitung lewat neptu dan weton. Simak rumus sisa pembagian lima sebelum menentukan hari buka bisnis. (PINTEREST)

JAKARTA - Memilih waktu untuk memulai bisnis ternyata memiliki cara tersendiri dalam tradisi masyarakat Jawa. Hari baik usaha menurut Primbon Jawa dapat ditentukan melalui perhitungan neptu dan weton kelahiran. Metode ini dipercaya sebagian masyarakat sebagai panduan untuk mencari waktu yang dianggap lebih sesuai saat membuka usaha.

Pembahasan hari baik usaha menurut Primbon Jawa tersebut salah satunya dijelaskan melalui kanal YouTube Kandhakno Wong. Dalam penjelasannya, seseorang terlebih dahulu perlu mengetahui neptu kelahirannya sebelum menentukan hari dan pasaran yang ingin digunakan untuk memulai usaha.

Konsep hari baik usaha menurut Primbon Jawa dilakukan dengan menjumlahkan nilai neptu tertentu, kemudian hasilnya dibagi lima. Sisa dari pembagian tersebut menjadi dasar untuk menentukan kategori hasil perhitungan. Dari sini, seseorang dapat mencoba beberapa pilihan hari hingga menemukan hasil yang dianggap paling baik menurut hitungan tradisional.

Baca Juga: Hari Baik Usaha Menurut Primbon Jawa, Senin Disebut Paling Cocok untuk Buka Dagangan

Kenali Neptu Hari dan Pasaran

Langkah pertama dalam perhitungan adalah mengetahui nilai neptu hari. Dalam hitungan yang digunakan pada materi tersebut, Minggu memiliki nilai 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6 dan Sabtu 9.

Selain hari, terdapat lima pasaran Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage dan Kliwon. Nilainya masing-masing adalah 5, 9, 7, 4 dan 8.

Hari dan pasaran tersebut kemudian digabungkan untuk mendapatkan nilai neptu. Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Rabu Kliwon memiliki neptu Rabu 7 ditambah Kliwon 8. Hasilnya adalah 15.

Nilai tersebut kemudian menjadi salah satu dasar ketika mencari hari untuk memulai usaha.

Gabungkan dengan Hari yang Dipilih

Setelah mengetahui weton kelahiran, langkah berikutnya adalah menentukan hari yang ingin digunakan untuk membuka usaha. Misalnya, seseorang memilih Minggu Legi.

Minggu memiliki neptu 5 dan Legi bernilai 5 sehingga jumlahnya menjadi 10. Angka tersebut kemudian ditambahkan dengan neptu kelahiran.

Sebagai ilustrasi, jika hasil gabungan mencapai 25, angka tersebut kemudian dibagi lima. Hasil pembagian digunakan untuk melihat sisa yang diperoleh.

Dalam sistem yang dijelaskan pada video, sisa hitungan tersebut memiliki kategori masing-masing. Karena itu, seseorang tidak langsung menetapkan satu hari sebagai pilihan, tetapi dapat mencoba beberapa kombinasi hari dan pasaran.

Ada Hitungan Pati hingga Bejo

Dalam perhitungan tersebut dikenal beberapa hasil seperti Pati, Sandang, Pangan dan Bejo. Masing-masing kategori dipercaya memiliki makna tersendiri.

Pati menjadi salah satu hasil yang dianggap kurang menguntungkan sehingga hari dengan hasil tersebut biasanya dihindari oleh orang yang masih berpedoman pada hitungan weton.

Sandang juga disebut sebagai hasil yang kurang ideal dalam konteks tertentu. Sebaliknya, Pangan dan Bejo dipandang lebih positif sehingga dapat menjadi pertimbangan ketika memilih waktu membuka usaha.

Jika hasil perhitungan sebuah hari tidak sesuai, seseorang dapat mengganti hari atau pasarannya. Contohnya, setelah menghitung Minggu Legi, pilihan dapat dicoba menggunakan Minggu Pon.

Minggu Pon memiliki nilai 12. Angka tersebut kembali ditambahkan dengan neptu kelahiran. Hasil akhirnya kemudian dibagi lima untuk melihat sisa perhitungan.

Baca Juga: Hari Baik Usaha Menurut Primbon Jawa, Senin Disebut Paling Cocok untuk Buka Dagangan

Weton Menentukan Pilihan Setiap Orang

Karena menggunakan neptu kelahiran sebagai bagian dari rumus, pilihan hari usaha seseorang belum tentu sama dengan orang lain. Dua orang yang membuka usaha pada waktu berbeda bisa memperoleh hasil yang berbeda pula meskipun menggunakan metode perhitungan yang sama.

Inilah alasan weton menjadi bagian penting dalam tradisi pemilihan hari baik. Semakin tepat mengetahui hari dan pasaran kelahiran, semakin mudah pula melakukan perhitungan.

Namun, hitungan weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Tidak terdapat bukti ilmiah bahwa sisa perhitungan tersebut dapat memastikan sebuah usaha akan berhasil atau mengalami kegagalan.

Karena itu, hari baik usaha menurut Primbon Jawa dapat dipandang sebagai bagian dari warisan budaya. Bagi masyarakat yang masih menjalankan tradisi tersebut, hitungan neptu bisa menjadi pertimbangan tambahan sebelum membuka bisnis.

Di luar perhitungan tradisional, keberhasilan usaha tetap membutuhkan perencanaan matang. Modal, target pasar, kualitas produk, harga, lokasi, promosi dan kemampuan mengelola keuangan menjadi faktor penting yang tidak kalah menentukan.

Dengan demikian, tradisi weton dapat dipelajari sebagai pengetahuan budaya, sementara keputusan memulai usaha sebaiknya tetap didukung pertimbangan nyata agar bisnis memiliki peluang berkembang lebih baik.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Kandhakno Wong
neptu hari baik usaha menurut Primbon Jawa buka usaha Primbon Jawa weton