Sticky Milk Matcha Modal Rp50 Ribu, Jadi 15 Cup dan Bisa Dijual Rp10 Ribu

Arsya Aulia Velinka Putri • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Sticky milk matcha modal sekitar Rp50 ribu bisa menghasilkan 15 cup. Simak takaran bahan dan cara membuatnya untuk ide jualan.
Sticky milk matcha modal sekitar Rp50 ribu bisa menghasilkan 15 cup. Simak takaran bahan dan cara membuatnya untuk ide jualan.

 

JAKARTA - Sticky milk matcha bisa menjadi pilihan minuman kekinian untuk ide jualan. Dalam video YouTube tersebut, satu adonan sticky milk matcha dibuat menggunakan bubuk minuman, creamer, gula, susu kental manis, susu evaporasi, dan es batu. Dari satu adonan, hasilnya disebut dapat digunakan untuk sekitar 15 cup minuman.

Pembuat resep menggunakan bubuk minuman merek Zavalen untuk varian matcha. Selain matcha, merek tersebut disebut memiliki beberapa varian lain, seperti Red Velvet dan Taro. Creamer yang digunakan dalam racikan juga berasal dari merek yang sama.

Untuk membuat sticky milk matcha, bahan pertama yang disiapkan adalah 250 gram bubuk minuman rasa matcha. Kemudian ditambahkan 100 gram bubuk creamer dan 150 gram gula pasir yang sebelumnya sudah diblender.

Selanjutnya, satu kaleng susu kental manis ditambahkan ke dalam adonan. Dalam video, susu kental manis yang digunakan adalah Carnation kemasan 365 gram. Bahan berikutnya adalah 120 gram susu evaporasi dan 30 gram es batu.

Baca Juga: Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online JMO, Saldo JHT Bisa Dicairkan hingga Rp15 Juta

Dimixer hingga Mengembang

Seluruh bahan tidak langsung dimixer dengan kecepatan tinggi. Pembuat resep terlebih dahulu mengaduk bubuk dan bahan lainnya dalam kondisi mixer belum dinyalakan. Cara tersebut dilakukan agar bubuk tidak beterbangan ketika mixer mulai digunakan.

Setelah bahan tercampur, mixer dinyalakan menggunakan kecepatan rendah. Kecepatan kemudian dinaikkan secara bertahap hingga tingkat paling tinggi.

Adonan dimixer selama kurang lebih 10 menit. Setelah proses tersebut, teksturnya berubah menjadi lebih halus, lembut, dan sedikit mengembang.

Adonan kemudian kembali diaduk menggunakan spatula. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi gelembung udara yang masih terdapat di dalam adonan.

Setelah itu, sticky milk disimpan di dalam kulkas minimal satu jam. Proses pendinginan tersebut membuat adonan menjadi lebih mengental sehingga siap digunakan untuk membuat minuman.

Sambil menunggu sticky milk dingin, pembuat resep menyiapkan susu cair sendiri untuk menekan biaya produksi. Ia menggunakan 150 gram susu bubuk yang dilarutkan terlebih dahulu menggunakan air panas.

Setelah susu bubuk tercampur, air ditambahkan hingga jumlah keseluruhan menjadi sekitar 1.500 mililiter. Dengan demikian, susu cair dibuat dari 150 gram susu bubuk dan 1.500 mililiter air.

Bagi yang ingin lebih praktis, susu cair kemasan juga dapat digunakan. Namun, pembuat resep menyebut penggunaan susu kemasan bisa membuat biaya produksi lebih tinggi jika minuman dibuat untuk dijual.

Baca Juga: Sekali Bershalawat kepada Nabi Disebut Dibalas 10 Kali Rahmat Allah, Ini Keutamaannya

Satu Adonan Jadi 15 Cup

Setelah sticky milk disimpan di kulkas selama minimal satu jam, teksturnya menjadi lebih kental dan lembut. Adonan kemudian siap digunakan sebagai campuran minuman.

Ukuran gelas yang digunakan adalah 18 oz. Untuk satu cup, sekitar 250 gram es batu dimasukkan terlebih dahulu.

Selanjutnya, 100 mililiter susu cair dituangkan ke dalam gelas. Setelah itu, sekitar 60 gram sticky milk matcha ditambahkan di atas es batu dan susu.

Komposisi tersebut menghasilkan minuman dengan lapisan sticky milk di bagian atas. Pembuat resep menilai takaran tersebut sudah pas sehingga ketika es batu mencair, rasa matcha masih tetap terasa.

Dari satu adonan sticky milk matcha, pembuat resep menyebut dapat menghasilkan sekitar 15 cup minuman.

Dari sisi biaya, modal yang dikeluarkan untuk satu adonan disebut sekitar Rp50.000. Jika seluruh hasilnya menjadi 15 cup dan masing-masing dijual dengan harga sekitar Rp10.000, omzet yang diperoleh mencapai Rp150.000.

Dengan perhitungan sederhana tersebut, terdapat selisih sekitar Rp100.000 dari modal bahan dan omzet penjualan. Namun, angka tersebut belum memperhitungkan biaya lain seperti kemasan, es batu tambahan, listrik, air, tenaga, dan kebutuhan operasional usaha.

Sticky milk matcha tersebut kemudian disajikan dalam cup dan ditutup sebelum siap dijual. Pembuat resep menyebut hasil akhirnya memiliki rasa matcha yang tetap terasa dan tidak terlalu manis.

Resep ini dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha yang ingin menawarkan minuman dengan tekstur kental. Selain dapat dibuat dalam jumlah banyak, bahan dan takarannya juga bisa disiapkan terlebih dahulu sehingga proses penyajian per cup menjadi lebih praktis.

 

Source: Youtube/@crcook6871

Editor : Arsya Aulia Velinka Putri
matcha Sticky Milk ide jualan