GIANYAR - Taman Safari Bali menawarkan pengalaman wisata yang memadukan konservasi satwa, pertunjukan edukasi, budaya Bali, hingga wahana permainan dalam satu kawasan. Berdasarkan perjalanan dalam video YouTube Dewi Novala, pengunjung dapat menjelajahi ratusan satwa melalui Safari Journey, menyaksikan pertunjukan harimau dan gajah, menikmati nuansa Kampung Bali, hingga menutup kunjungan dengan Bali Agung Show.
Taman Safari Bali berada di kawasan Gianyar, tepatnya di Jalan Prof. Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali. Lokasinya disebut mudah dijangkau melalui jalur bypass. Dari kawasan Kuta, Seminyak atau Denpasar, perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 45 hingga 60 menit menggunakan motor atau mobil. Sementara dari Ubud, waktu perjalanan sekitar 30 hingga 40 menit.
Dalam kunjungannya, rombongan memilih Safari Park dan tidak menggabungkannya dengan Marine Park. Keduanya berada dalam satu kawasan dan memiliki pintu masuk yang sama, tetapi tiketnya berbeda. Pengunjung sebenarnya dapat mengunjungi keduanya dalam satu hari, meski terdapat kemungkinan beberapa pertunjukan terlewat.
Baca Juga: Pantai Tanjung Aan Jadi Destinasi Favorit di Lombok, Dekat Sirkuit Mandalika
Tiket dan Fasilitas Taman Safari Bali
Dalam video tersebut, tiket paket Legend Selasa sampai Minggu atau paket komplit dibanderol Rp250.000 untuk dewasa dan Rp200.000 untuk anak-anak. Anak berusia di bawah tiga tahun disebut masih gratis. Harga tersebut dapat berubah tergantung akhir pekan atau high season.
Taman Safari Bali juga menyediakan pilihan Night Safari. Jam operasional Safari Park disebut mulai pukul 09.00 hingga 17.00, sedangkan Night Safari berlangsung mulai sore hingga malam.
Pengunjung disarankan datang lebih pagi agar memiliki cukup waktu menikmati berbagai aktivitas. Sebelum masuk, tiket akan dipindai dan gelang dipasang oleh petugas.
Ada pula fasilitas penitipan barang bagi pengunjung yang membawa hewan peliharaan, makanan atau minuman dari luar. Di sekitar area lobi tersedia toko suvenir, face painting, restoran, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Kawasan Safari Park memiliki luas sekitar 40 hektare. Pengunjung dapat menggunakan peta dan petunjuk arah yang tersedia untuk menemukan lokasi pertunjukan maupun aktivitas.
Safari Journey Jadi Salah Satu Daya Tarik
Salah satu pengalaman utama di Taman Safari Bali adalah Safari Journey. Pengunjung menaiki bus khusus yang tertutup, dilengkapi pendingin udara dan kaca sehingga dapat mengamati satwa tanpa berada langsung di ruang terbuka bersama hewan.
Perjalanan berlangsung sekitar 30 hingga 45 menit dan melewati sejumlah zona yang disesuaikan dengan asal satwa. Zona Indonesia menjadi bagian awal perjalanan dengan satwa seperti burung hantu, babi rusa, anoa, buaya muara, gajah Sumatera, banteng Jawa, sapi Bali, rusa Bawean, tapir dan orangutan Kalimantan.
Rombongan juga melihat harimau Sumatera. Satwa tersebut disebut sebagai satwa endemik Pulau Sumatera yang dilindungi. Pada siang hari, harimau lebih banyak beristirahat sehingga pengunjung dapat melihatnya dalam kondisi tenang.
Perjalanan kemudian berlanjut ke zona India. Di kawasan ini terdapat rusa tutul dan beruang Himalaya. Setelah itu, bus memasuki zona Afrika yang menghadirkan kuda nil, hiena, zebra, jerapah, singa, watusi, unta Afrika dan badak putih.
Konsep Safari Journey membuat satwa terlihat berada di area yang lebih terbuka. Lingkungan setiap zona juga dirancang mengikuti gambaran habitat asal satwa, termasuk kawasan Afrika yang dibuat menyerupai padang rumput savana.
Baca Juga: Pantai Tanjung Aan Jadi Destinasi Favorit di Lombok, Dekat Sirkuit Mandalika
Pertunjukan Satwa hingga Bali Agung Show
Selain Safari Journey, pengunjung dapat menyaksikan sejumlah pertunjukan. Animal Education Presentation menghadirkan atraksi satwa dengan konsep edukasi mengenai pelestarian hewan dan alam.
Ada pula pertunjukan harimau dan gajah. Pertunjukan harimau memadukan edukasi mengenai harimau Sumatera dengan unsur tari tradisional Bali. Sementara pertunjukan gajah dikemas melalui cerita, sejarah dan pesan moral tentang perlindungan alam serta satwa.
Aktivitas interaktif juga tersedia, seperti feeding gajah, jerapah dan predator dengan jadwal serta biaya berbeda. Pengunjung dapat memilih aktivitas sesuai kebutuhan dan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Bagi keluarga dengan anak-anak, terdapat Petting Zoo yang memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan satwa jinak seperti kelinci, rusa, kambing, marmut dan walabi. Kawasan ini menjadi salah satu pilihan edukasi bagi anak untuk mengenal satwa secara langsung.
Menjelang akhir kunjungan, rombongan menyaksikan Bali Agung Show. Pertunjukan tersebut mengangkat legenda Bali dengan perpaduan tari, musik, kostum, budaya lokal dan teknologi modern. Dalam video, pertunjukan berlangsung sekitar satu jam dan menjadi salah satu atraksi yang dianggap menonjol.
Taman Safari Bali juga memiliki Kampung Bali yang menghadirkan arsitektur tradisional, pertunjukan seni, kuliner lokal dan aktivitas budaya. Pengunjung dapat menikmati suasana khas Bali sekaligus berwisata satwa.
Dengan berbagai pilihan tersebut, Taman Safari Bali menawarkan perjalanan yang tidak hanya berfokus pada melihat hewan. Pengunjung dapat menggabungkan safari, edukasi konservasi, pertunjukan budaya, aktivitas keluarga dan wahana permainan dalam satu kunjungan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Dewi Novala