JAKARTA - Membentuk bonsai kimeng tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kesalahan dalam perawatan dapat memengaruhi kondisi tanaman, termasuk ketika menangani luka pada batang. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar sebelum bahan bonsai mendapatkan bentuk yang diinginkan.
Dalam video pembentukan kimeng di kanal Zona Bonsai Bali, pembonsai menunjukkan sejumlah tahapan sekaligus menceritakan pengalaman saat harus memperbaiki luka yang sebelumnya kurang tertangani dengan baik.
Pernah Salah Menangani Luka pada Batang
Salah satu bagian yang kembali dikerjakan adalah luka pada batang utama. Luka tersebut sebelumnya cukup besar dan penggunaan salep kambium dinilai kurang bagus sehingga perlu dilakukan penanganan ulang.
Baca Juga: Desain Rumah 50 Jutaan, Luas 36 Meter Persegi Punya 2 Kamar dan 2 Kamar Mandi
Pembonsai kemudian membersihkan dan mengulang bagian luka tersebut. Tujuannya agar proses penutupan luka dapat berjalan lebih baik sekaligus mengurangi bagian yang mengganggu tampilan bonsai.
Ia juga menceritakan pengalaman sebelumnya pada tanaman waru yang kondisinya sempat hampir mati akibat masalah salep dan penanganan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perawatan luka menjadi bagian yang tidak bisa dilakukan sembarangan dalam proses pembentukan bonsai.
Baca Juga: Rumah Arsitek Muda Ini Dibangun Bertahap, Modal Awal Baru 40 Persen
Tidak Semua Percabangan Harus Dipertahankan
Kesalahan atau perkembangan yang tidak sesuai juga dapat terjadi pada percabangan. Karena itu, pembonsai melakukan seleksi dan pemangkasan terhadap sejumlah bagian tanaman.
Beberapa percabangan dipotong karena pertumbuhannya sudah terlalu besar atau arahnya tidak lagi diperlukan. Bagian belakang tanaman bahkan sengaja dihentikan perkembangannya untuk sementara karena ukurannya dinilai sudah cukup.
Pemangkasan juga dilakukan pada bagian mahkota untuk mengurangi pertumbuhan tertentu sekaligus merangsang munculnya tunas baru pada posisi yang dibutuhkan.
Proses tersebut menunjukkan bahwa membentuk bonsai bukan sekadar membuat tanaman tumbuh besar. Setiap cabang harus dipertimbangkan berdasarkan arah dan bentuk keseluruhan tanaman.
Sambung Susu Tidak Langsung Dilepas
Pada cabang pertama, teknik sambung susu masih digunakan. Sambungan tersebut baru berusia beberapa minggu sehingga masih diikat untuk mencegah bagian yang ditempel terlepas dari batang utama.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Dikaitkan dengan Aspar, Unggahan Bersama Quiles Bikin Rumor Makin Kuat
Teknik serupa diterapkan pada lengan ketiga dengan memanfaatkan beberapa percabangan di sekitar batang.
Karena sambungan masih dalam tahap awal, pembonsai tidak terburu-buru melepas pengikat maupun memotong bagian yang digunakan dalam proses penyambungan.
Pemula Perlu Sabar dan Mau Belajar
Pengalaman menangani kesalahan menjadi bagian penting dalam proses belajar. Pembonsai mengakui masih banyak hal yang perlu dipelajari dalam dunia bonsai dan mendorong para pemula untuk tetap bersemangat.
Menurutnya, bertanya kepada pembonsai yang lebih berpengalaman merupakan salah satu cara untuk menambah pengetahuan. Proses pembentukan tanaman juga membutuhkan kesabaran karena hasil tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat.
Pada bahan kimeng tersebut, proses masih berlanjut melalui pembentukan akar, penyempurnaan percabangan, pertumbuhan tunas baru, dan penutupan luka.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa membentuk bonsai tidak selalu tentang menghasilkan bentuk yang sempurna sejak awal. Kesalahan dapat menjadi bagian dari proses selama pembonsai mau mengevaluasi, memperbaiki, dan memberikan waktu bagi tanaman untuk berkembang.
Source YouTube WM Sunarta
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo