BLITAR KAWENTAR - Gatot Gunungkidul menjadi salah satu kuliner tradisional yang menarik karena tampilannya yang hitam pekat, tetapi memiliki tekstur kenyal dan rasa gurih. Makanan berbahan dasar singkong kering atau gaplek ini tidak bisa dibuat secara instan. Singkong harus melalui proses perendaman selama beberapa hari sebelum dikukus dan disajikan bersama kelapa parut, gula, serta garam.
Kuliner tradisional tersebut menjadi salah satu makanan khas yang masih dikenal di Gunungkidul. Proses pengolahannya yang membutuhkan waktu membuat gatot memiliki karakter tersendiri dibandingkan olahan singkong lainnya.
Singkong Dikeringkan hingga Berwarna Hitam
Bahan utama gatot adalah singkong yang telah dikeringkan melalui proses tertentu hingga menghasilkan warna hitam pekat. Sebelum diolah, singkong tersebut direndam selama tiga hari tiga malam.
Selama proses perendaman, air harus diganti setiap hari. Langkah ini dilakukan agar tekstur singkong menjadi lebih empuk sekaligus mengurangi aroma yang tidak diinginkan.
Singkong yang masih kering memiliki tekstur keras dan sulit dipatahkan. Setelah direndam selama tiga hari, kondisinya berubah menjadi lebih lunak sehingga dapat dipotong dengan mudah menggunakan tangan. Setelah itu, bagian tulang atau serat tengah singkong dibersihkan sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Blitar Wajib Dicoba Seharian Jelajahi Kota Proklamator dengan Cita Rasa Otentik
Dikukus 30 Menit Sebelum Diberi Kelapa
Singkong yang sudah dipotong kemudian dikukus selama kurang lebih 30 menit. Setelah matang, teksturnya menjadi semakin lunak dan siap diberi campuran kelapa.
Kelapa parut menjadi pelengkap penting dalam penyajian gatot. Kelapa yang digunakan sebaiknya masih muda atau memiliki tekstur yang lembut.
Sebelum dicampurkan, kelapa parut diberi garam dan gula pasir. Campuran tersebut kemudian ditaburkan ke atas singkong gatot yang sudah dikukus.
Seluruh bahan selanjutnya diaduk hingga kelapa, gula, dan garam tercampur merata dengan potongan gatot. Setelah proses tersebut selesai, makanan tradisional ini siap disajikan.
Punya Tekstur Kenyal dan Rasa Gurih
Meski memiliki warna hitam yang cukup mencolok, gatot justru menawarkan tekstur kenyal saat disantap. Perpaduan singkong dengan kelapa parut memberikan cita rasa gurih dan sedikit manis.
Keunikan lain dari Gatot Gunungkidul terletak pada proses pembuatannya. Makanan ini tidak dapat dibuat secara mendadak karena bahan utamanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk dipersiapkan.
Proses perendaman menjadi salah satu tahapan penting sebelum singkong dapat diolah. Karena itu, pembuatan gatot membutuhkan kesabaran dan persiapan sejak beberapa hari sebelumnya.
Kuliner Tradisional yang Tetap Dipertahankan
Gatot merupakan contoh bagaimana bahan pangan sederhana seperti singkong dapat diolah menjadi makanan dengan karakter khas. Dahulu, singkong yang dikeringkan atau dijadikan gaplek menjadi bagian dari pengolahan pangan masyarakat di wilayah Gunungkidul.
Kini, gatot tetap dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional daerah tersebut. Penyajiannya yang sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Blitar yang Selalu Dirindukan, Pecel Mbok Bari hingga Es Pleret Penuh Nostalgia
Dengan bahan utama singkong, kelapa parut, gula, dan garam, gatot dapat menghadirkan rasa yang khas tanpa membutuhkan banyak bahan tambahan. Proses panjang sebelum penyajian juga menjadi bagian dari identitas makanan tersebut.
Bagi pencinta kuliner tradisional, Gatot Gunungkidul menawarkan pengalaman berbeda. Warna hitamnya mungkin membuat penasaran sejak pandangan pertama, tetapi tekstur kenyal dan rasa gurihnya menjadi alasan makanan ini tetap menarik untuk dicoba.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber