Gatot Singkong, Kuliner Tradisional Sederhana yang Gurih dan Manis

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 07:40 WIB
Gatot singkong punya tekstur kenyal dengan rasa gurih dan manis. Simak proses pembuatan kuliner tradisional ini.(PINTEREST)
Gatot singkong punya tekstur kenyal dengan rasa gurih dan manis. Simak proses pembuatan kuliner tradisional ini.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Gatot singkong menjadi salah satu panganan tradisional yang masih menarik untuk diolah dengan cara sederhana. Terbuat dari singkong yang dikeringkan, direndam selama beberapa hari, kemudian dikukus dan disajikan bersama parutan kelapa atau gula pasir, gatot menawarkan cita rasa gurih hingga manis dengan tekstur kenyal.

Panganan berbahan dasar singkong ini membutuhkan proses cukup panjang sebelum siap disantap. Proses pembuatan gatot diperlihatkan mulai dari menyiapkan singkong kering hingga mencicipi hasil masakannya.

Singkong Kering Direndam Dua Malam

Proses pembuatan gatot diawali dengan menyiapkan ketela atau singkong yang telah dijemur hingga kering. Singkong kering tersebut kemudian dihancurkan, tetapi tidak sampai menjadi terlalu lembut.

Setelah itu, singkong direndam menggunakan air hingga seluruh bagiannya terendam. Proses perendaman dilakukan selama sekitar dua malam. Air rendaman juga diganti setelah semalam untuk menjaga kebersihan bahan.

Singkong yang telah direndam kemudian dibersihkan dan dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Bahan kembali direndam sebelum dicuci hingga bersih dan ditiriskan.

Baca Juga: Kuliner Legendaris Blitar yang Wajib Dicoba, Dari Soto Bu Ing hingga Tewel Bu Umi yang Melegenda

Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum singkong masuk ke proses pengukusan. Setelah bersih dan cukup tiris, potongan singkong kemudian dimasukkan ke dalam alat kukus untuk dimatangkan.

Parutan Kelapa Jadi Pelengkap

Selain gatot, disiapkan pula parutan kelapa sebagai pelengkap. Dalam prosesnya, parutan kelapa dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus bersama gatot.

Cara tersebut dilakukan agar parutan kelapa tidak mudah basi. Kelapa kemudian diberi garam dan kembali dikukus hingga matang.

Setelah gatot dan parutan kelapa matang, keduanya kemudian dicampur atau diurap hingga merata. Perpaduan gatot dengan kelapa parut menghasilkan rasa gurih yang sederhana, tetapi tetap kuat.

Bagi penikmat rasa manis, gatot juga dapat disajikan dengan tambahan gula pasir. Jumlah gula bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

Baca Juga: Pantai Serang Blitar Tawarkan Wisata Pantai Lengkap dengan ATV, Kuliner, dan Area Camping

Gula pasir ditambahkan langsung ke gatot kemudian dicampur hingga merata. Hasilnya menjadi sajian dengan rasa manis yang berbeda dari gatot dengan kelapa dan garam.

Tekstur Kenyal dengan Rasa Sederhana

Saat mencicipi hasil masakan, gatot dengan parutan kelapa disebut memiliki rasa gurih. Tambahan garam pada kelapa membuat cita rasanya semakin terasa.

Sementara itu, gatot yang dicampur gula memberikan sensasi manis. Teksturnya disebut kenyal atau “kenul-kenul”, sehingga memberikan pengalaman makan yang khas.

Gatot juga dinilai cocok disantap pada pagi hari bersama teh. Meski dibuat dari bahan yang sederhana, proses pengolahannya membuat singkong kering berubah menjadi panganan tradisional yang memiliki cita rasa tersendiri.

Keberadaan gatot menunjukkan bahwa singkong tidak hanya dapat diolah menjadi makanan modern, tetapi juga dapat dipertahankan sebagai bagian dari kuliner tradisional. Prosesnya yang membutuhkan perendaman dan pengukusan membuat pembuatan gatot membutuhkan ketelatenan.

Baca Juga: Kuliner Malang 2026 Ini 10 Makanan Legendaris yang Bikin Wisatawan Ingin Balik Lagi

Dengan bahan utama yang mudah ditemukan dan pilihan rasa yang dapat disesuaikan, gatot tetap memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin mengenal kembali panganan tradisional berbahan singkong.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Kuliner Tradisional Gatot Gatot Singkong Panganan Tradisional singkong