BLITAR KAWENTAR - Kaledo khas Palu dikenal sebagai sajian sup tulang sapi dengan kuah bercita rasa segar, gurih, dan asam. Menariknya, resep Kaledo khas Palu ala Dapur Warna Warni bisa dibuat tanpa presto maupun memasak berjam-jam. Rahasianya terletak pada teknik merebus dan mendiamkan tulang secara bertahap hingga daging menjadi empuk.
Resep tersebut menggunakan bahan yang relatif sederhana dan mudah ditemukan. Bahan utama terdiri dari 1 kilogram tulang sapi, yang bisa menggunakan tulang iga, ditambah tulang kaki atau tulang sumsum sesuai selera.
Bahan Sederhana untuk Kaledo
Selain tulang sapi, bahan penting lainnya adalah tujuh tangkai asam jawa mentah, cabai hijau, tiga lembar daun jeruk, garam, gula pasir, dan MSG. Untuk pelengkap, disiapkan bawang goreng serta singkong yang direbus hingga empuk.
Proses pembuatan dimulai dengan mengolah asam jawa. Asam jawa mentah direbus hingga lunak, kemudian diangkat dan diulek. Setelah itu, tambahkan air secukupnya lalu saring. Proses penyaringan dilakukan hingga dua kali untuk mendapatkan air asam jawa yang siap digunakan sebagai campuran kuah.
Sementara itu, cabai hijau direbus sebentar sebelum dihaluskan bersama garam. Cabai yang sudah dihaluskan kemudian disisihkan untuk digunakan dalam kuah maupun sebagai tambahan ketika Kaledo disajikan.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Blitar yang Selalu Dirindukan, Pecel Mbok Bari hingga Es Pleret Penuh Nostalgia
Trik Daging Empuk Tanpa Presto
Bagian penting dalam resep Kaledo khas Palu ini adalah teknik merebus tulang. Air sekitar tiga liter dipanaskan hingga mendidih, kemudian tulang sapi dimasukkan. Garam dan daun jeruk turut ditambahkan untuk memberikan rasa dan aroma pada kuah.
Setelah itu, gula pasir dimasukkan. Agar daging cepat empuk tanpa menggunakan presto, tulang direbus selama 10 menit. Setelah kompor dimatikan, panci ditutup dan didiamkan sekitar 15 menit.
Teknik tersebut dilakukan hingga tiga kali. Dalam resep ini disebutkan, semakin lama proses pendiaman dilakukan, daging akan semakin cepat empuk. Cara ini menjadi salah satu bagian menarik dari resep karena Kaledo tetap dapat menghasilkan daging yang empuk tanpa membutuhkan alat presto.
Setelah daging mulai empuk, air asam jawa dimasukkan ke dalam rebusan. Takaran garam kemudian disesuaikan kembali dengan selera. Cabai hijau halus juga dapat ditambahkan sebanyak satu hingga dua sendok teh. Cabai bisa dimasukkan langsung ke dalam kuah atau diberikan ketika Kaledo hendak disantap.
Bawang merah goreng kemudian ditambahkan untuk memperkuat aroma. Ketika daging sudah empuk tetapi masih melekat pada tulang, daging dapat dipisahkan terlebih dahulu dari kuah agar tidak mudah hancur ketika kuah dipanaskan kembali.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Surabaya 2026 yang Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner
Kaledo Disajikan Bersama Singkong
Setelah kuah kembali mendidih dan kekentalan atau jumlah air disesuaikan, Kaledo siap disajikan. Pelengkapnya adalah singkong yang sebelumnya direbus dengan sedikit garam hingga empuk.
Dalam penyajiannya, Kaledo diberi taburan bawang goreng dan tambahan cabai hijau. Perpaduan kuah yang segar dengan daging dan sumsum tulang menjadi daya tarik utama hidangan ini.
Dapur Warna Warni menyebut Kaledo sangat cocok disantap bersama singkong rebus. Tekstur singkong yang empuk berpadu dengan kuah Kaledo yang gurih dan bercita rasa asam serta pedas. Hidangan pun bisa menjadi pilihan bagi pencinta kuliner tradisional yang ingin mencoba membuat Kaledo di rumah dengan teknik memasak sederhana.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber