JAWA BARAT - Curug terindah di Jawa Barat tersebar di sejumlah daerah dengan karakter alam yang berbeda-beda. Ada air terjun yang disebut Niagara Mini, memiliki bentuk seperti tirai, hingga curug dengan ketinggian mencapai 130 meter yang menjadi salah satu daya tarik wisata alam.
Jawa Barat memiliki bentang alam berbukit yang membuat wilayah ini kaya akan air terjun. Ratusan curug disebut tersebar di berbagai kawasan tanah Pasundan. Dari banyaknya destinasi tersebut, terdapat tujuh curug yang dipilih karena memiliki panorama serta keunikan masing-masing.
Beberapa di antaranya berada di Kabupaten Cianjur, Garut, Sukabumi, hingga Bandung. Keindahan alam yang masih dikelilingi pepohonan, persawahan, perkebunan, dan tebing menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Baca Juga: 16 Petahana Pilkades Serentak Blitar Bertarung Lagi, PKDI Ingatkan Jauhi Praktik Anarki
Curug Cikondang Dijuluki Niagara Mini
Curug Cikondang berada di Desa Sukadana, Kabupaten Cianjur. Nama Cikondang disebut berkaitan dengan tanaman Kondang atau pohon Loa yang tumbuh di sekitar kawasan tersebut.
Air terjun ini memiliki aliran yang berasal dari sungai sempit. Ketika mendekati tepian tebing, aliran tersebut melebar hingga membentuk air terjun dengan lebar yang diperkirakan hampir 30 meter.
Ketinggian jatuh airnya sekitar 50 meter. Dikelilingi persawahan dan perkebunan yang masih asri, Curug Cikondang kemudian dikenal dengan julukan Niagara Mini.
Tak jauh dari karakter tersebut, Curug Dadali di Kabupaten Cianjur menawarkan bentuk aliran air yang berbeda. Airnya melebar menyerupai tirai dan jatuh di antara bebatuan besar yang sebagian ditumbuhi lumut.
Lokasinya yang relatif sempit membuat Curug Dadali tidak memungkinkan digunakan untuk berenang. Namun, kondisi tersebut justru menjadi daya tarik bagi penggemar fotografi yang mencari latar alam dengan nuansa eksotis.
Garut Punya Curug dengan Kolam Alami
Kabupaten Garut juga memiliki sejumlah curug yang masuk dalam daftar. Salah satunya Curug Jagapati yang mempunyai karakter aliran tidak biasa.
Air tidak langsung jatuh dari satu tebing, tetapi mengalir melalui lintasan cukup panjang di antara dua tebing. Debit airnya disebut tidak terlalu deras dan tidak terlalu kecil. Di kawasan tersebut juga terdapat beberapa patahan air terjun kecil yang membuat pemandangannya semakin menarik.
Bagian bawah Curug Jagapati memiliki kolam yang dapat digunakan untuk berenang. Kondisi tersebut membuatnya tidak hanya menarik untuk menikmati panorama, tetapi juga menawarkan pengalaman bermain air.
Masih di Garut, terdapat Curug Sanghyang Taraje yang berada di wilayah Kecamatan Pamulihan dan Pakenjeng. Nama Sanghyang Taraje memiliki makna tangga yang digunakan para dewa atau leluhur.
Curug ini juga berkaitan dengan legenda Sangkuriang. Terlepas dari cerita tersebut, pemandangan hijau dan aliran air yang deras menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Baca Juga: 16 Petahana Pilkades Serentak Blitar Bertarung Lagi, PKDI Ingatkan Jauhi Praktik Anarki
Dari Curug Cikaso hingga Citambur
Beranjak ke Kabupaten Sukabumi, ada Curug Cikaso yang berada di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung. Air terjun ini sebelumnya dikenal dengan nama Curug Luhur.
Nama Cikaso kemudian digunakan karena aliran airnya berasal dari anak Sungai Cikaso. Wisatawan dapat menikmati panorama air terjun dengan biaya tiket yang disebut cukup terjangkau. Pengunjung juga dapat menggunakan perahu untuk menikmati kawasan tersebut.
Sementara itu, Curug Malela menjadi salah satu destinasi populer di kawasan Bandung. Air terjun ini dikelilingi pepohonan hijau dan memiliki ukuran lebar serta tinggi yang membuatnya dijuluki Niagara Jawa Barat.
Curug terakhir adalah Curug Citambur di Kabupaten Cianjur. Dengan ketinggian sekitar 130 meter, curug ini menjadi yang paling tinggi dalam daftar tersebut.
Curug Citambur mulai dikenal luas sebagai kawasan wisata dan juga menarik perhatian wisatawan serta konten kreator. Dari pusat Kabupaten Cianjur, perjalanan menuju lokasi disebut sekitar 83 kilometer, sedangkan dari Bandung waktu tempuhnya lebih singkat.
Keberadaan tujuh curug tersebut menunjukkan beragamnya potensi wisata alam Jawa Barat. Setiap lokasi menawarkan karakter berbeda, mulai dari ukuran air terjun, bentuk aliran, lingkungan sekitar, hingga cerita yang menyertainya.
Editor : Muhammad Rusdian NuzulaSumber : MSVugint Travelers