JAKARTA - Sungai terindah di Indonesia tidak hanya menawarkan aliran air, tetapi juga panorama tebing, hutan tropis, perbukitan, hingga kehidupan satwa liar. Dari Sungai Niama di Tulungagung, Sungai Oyo di Gunung Kidul, Sungai Sekonyer di Kalimantan Tengah, hingga Cukang Taneuh atau Green Canyon di Pangandaran, setiap sungai memiliki karakter alam yang berbeda dan menarik untuk dijelajahi.
Keindahan sungai-sungai tersebut semakin lengkap dengan air yang jernih, pepohonan hijau, tebing batu kapur, serta suasana alami yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Sejumlah sungai juga menawarkan aktivitas wisata seperti susur sungai dan arung jeram.
Baca Juga: 7 Air Terjun Terindah di Jawa Timur, Ada yang Tertinggi di Pulau Jawa
Sungai dengan Panorama Tebing dan Hutan yang Eksotis
Sungai Niama di Tulungagung menempati peringkat ke-10. Sungai ini berada di antara dua lembah gunung yang mengapit alirannya. Airnya berwarna biru kehijauan dan berpadu dengan hutan lebat serta perbukitan. Suasana sejuk dan tenang membuat kawasan ini terasa seperti berada di tempat terpencil.
Berikutnya ada Sungai Oyo di Gunung Kidul, Yogyakarta. Sungai ini memiliki karakter khas berupa tebing batu kapur dengan lapisan batu sedimen yang terlihat jelas. Saat aliran air lebih tenang, warna kehijauan berpadu dengan tebing kars menciptakan panorama yang fotogenik. Kawasan sekitar air terjun Sri Gethuk juga menjadi salah satu bagian menarik dari sungai ini.
Di peringkat kedelapan terdapat Sungai Asahan yang dikenal sebagai salah satu lokasi arung jeram. Alirannya melewati lembah dengan tebing batu, hutan hujan tropis, serta sejumlah air terjun kecil. Perpaduan jeram deras dan cekungan sungai membuat pengalaman di kawasan ini tidak hanya menantang, tetapi juga menawarkan pemandangan alam.
Sementara itu, Sungai Sekonyer di Kalimantan Tengah menghadirkan suasana berbeda. Airnya berwarna gelap karena kawasan gambut, tetapi sungai tersebut tetap menjadi habitat berbagai satwa. Pengunjung dapat menyusurinya menggunakan perahu kelotok sambil menikmati hutan tropis dan kemungkinan melihat orangutan, bekantan, serta buaya muara.
Air Biru hingga Sungai Terpendek di Dunia
Sungai Kali Biru Warsambin di Raja Ampat berada di peringkat keenam. Airnya yang biru jernih menjadi daya tarik utama di tengah hutan tropis Papua. Kejernihan air membuat dasar sungai dapat terlihat dengan jelas, sementara pepohonan tinggi memberikan suasana teduh.
Di peringkat kelima ada Sungai Tamborasi di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sungai ini dikenal sebagai sungai terpendek di dunia. Meski berukuran pendek, Tamborasi memiliki air jernih kehijauan, batu kapur putih, hutan tropis, dan pemandangan matahari terbenam yang menarik.
Sungai Maron di Pacitan berada di posisi keempat. Sungai ini kerap dijuluki Amazon Indonesia karena alirannya dikelilingi pepohonan tropis yang lebat. Wisatawan dapat menyusuri sungai sambil menikmati air kehijauan dan suasana hutan.
Baca Juga: 7 Air Terjun Terindah di Jawa Timur, Ada yang Tertinggi di Pulau Jawa
Tiga Besar Sungai Terindah di Indonesia
Sungai Ayung di Bali menempati peringkat ketiga. Sungai ini menjadi salah satu pilihan untuk aktivitas arung jeram dengan panorama lembah hijau, hutan tropis, tebing, serta sejumlah ornamen pura yang berada di sekitar aliran sungai.
Peringkat kedua ditempati Sungai Pute di Maros, Sulawesi Selatan. Sungai ini mengalir di kawasan pegunungan kars dengan tebing batu kapur berukuran besar. Kabut tipis, hutan nipah dan bakau, serta refleksi tebing di permukaan air menciptakan pemandangan yang terasa magis.
Sementara posisi pertama adalah Sungai Cukang Taneuh di Pangandaran, Jawa Barat, yang lebih dikenal sebagai Green Canyon. Sungai ini memiliki air jernih kehijauan dengan tebing tinggi berwarna hijau toska di kedua sisinya.
Pengunjung dapat menyusuri aliran sungai menggunakan perahu kayu tradisional sambil menikmati stalaktit, air terjun kecil, pepohonan lebat, dan cahaya matahari yang menembus celah tebing. Keindahan tersebut membuat Cukang Taneuh menjadi salah satu destinasi sungai yang paling menarik dalam daftar sungai terindah di Indonesia.
Editor : Muhammad Rusdian NuzulaSumber : Awand TV