Sungai Maron Pacitan, Pesona Amazon Jawa Timur yang Airnya Bening dan Dikelilingi Hutan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 15:39 WIB
Sungai Maron Pacitan menawarkan air jernih, hutan tropis, susur sungai hingga spot ayunan yang menarik. (PINTEREST)
Sungai Maron Pacitan menawarkan air jernih, hutan tropis, susur sungai hingga spot ayunan yang menarik. (PINTEREST)

PACITAN - Sungai Maron menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman menyusuri aliran air jernih di tengah rimbunnya pepohonan. Berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, sungai ini dikenal dengan julukan Amazon-nya Jawa Timur karena lanskapnya yang dipenuhi hutan tepi sungai, pohon kelapa, nipah, serta perbukitan.

Keindahan Sungai Maron tidak hanya terlihat dari kejernihan airnya. Sepanjang perjalanan menggunakan perahu, wisatawan dapat menikmati suasana asri yang terasa seperti berada di tengah hutan tropis. Di beberapa titik, terdapat spot foto, homestay, vila, hingga camping ground yang menghadap langsung ke sungai.

Baca Juga: Danau Terbesar di Indonesia, Danau Toba Bukan Satu-satunya yang Spektakuler

Air Jernih dan Suasana Hutan yang Menenangkan

Dari kawasan pintu masuk, suasana pedesaan masih cukup terasa. Rumah warga dan warung berada tidak jauh dari lokasi wisata. Namun, setelah perahu mulai bergerak lebih jauh, pemandangan berubah menjadi lebih hijau dengan pepohonan yang memenuhi sisi kanan dan kiri sungai.

Air Sungai Maron menjadi salah satu daya tarik utama. Alirannya terlihat bening dengan warna kehijauan. Dalam video perjalanan tersebut, kejernihan air bahkan membuat dasar sungai dapat terlihat dengan cukup jelas.

Air Sungai Maron disebut berasal dari kawasan karst. Bebatuan kapur menyerap air hujan yang kemudian memunculkan mata air. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat air sungai tetap jernih meski alirannya tidak terlalu deras.

Kedalaman sungai juga bervariasi. Berdasarkan informasi Dinas Pariwisata Pacitan yang disebut dalam video, kedalaman Sungai Maron berkisar antara 3 hingga 10 meter. Dasarnya yang berpasir dan kondisi sungai yang minim limbah turut mendukung kejernihan air.

Sisi sungai dihiasi pohon kelapa dan nipah. Vegetasi tersebut bukan sekadar mempercantik pemandangan. Akar tanaman di bantaran sungai membantu mencegah longsor dan menjadi bagian dari habitat berbagai makhluk hidup.

Susur Sungai hingga Muara Ngiroboyo

Wisatawan dapat menikmati Sungai Maron dengan menyewa perahu. Dalam video tersebut disebutkan biaya perahu sebesar Rp100.000 dengan kapasitas maksimal empat orang dalam satu perahu.

Perjalanan membawa pengunjung menyusuri aliran sungai hingga mendekati muara Pantai Ngiroboyo. Semakin mendekati muara, badan sungai terlihat semakin lebar. Di sekitar kawasan tersebut juga terdapat homestay dan vila dengan pemandangan langsung menuju sungai.

Beberapa penginapan bahkan menawarkan konsep rumah tradisional Jawa. Terdapat pula area camping ground yang memungkinkan wisatawan menikmati suasana alam lebih lama.

Salah satu daya tarik lain adalah spot ayunan yang berada di atas sungai. Spot tersebut menjadi lokasi foto yang ramai dikunjungi dan terlihat cukup diminati wisatawan.

Baca Juga: Danau Terbesar di Indonesia, Danau Toba Bukan Satu-satunya yang Spektakuler

Wisata Alam yang Menggerakkan Ekonomi Warga

Popularitas Sungai Maron turut memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Warga terlibat dalam pengelolaan aktivitas wisata, mulai dari penyediaan perahu hingga warung dan penginapan.

Perkembangan media sosial juga disebut ikut membuat kunjungan wisatawan meningkat. Kawasan yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan air dan irigasi tersebut kemudian berkembang menjadi destinasi wisata.

Namun, ramainya kunjungan juga membawa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. Hutan riparian, kejernihan air, serta habitat satwa di sekitar sungai perlu dipertahankan agar pesona Sungai Maron tetap terjaga.

Dengan kombinasi air jernih, pepohonan rindang, suasana pedesaan, dan perjalanan menuju muara Ngiroboyo, Sungai Maron menawarkan pengalaman wisata alam yang berbeda. Tak heran jika sungai di Pacitan ini terus menjadi salah satu tujuan menarik bagi pencinta wisata alam dan fotografi.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Lenda Channel
Sungai Maron Amazon Jawa Timur Pantai Ngiroboyo Wisata Alam Pacitan pacitan